HUT Ke-17 Tagana, Bu Risma: Mereka Bekerja Tak Kenal Lelah, dari Pagi sampai Malam…

0
133
Mensos Tri Rismaharini dalam acara HUT Ke-17 Tagana. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turut hadir dalam acara Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-17 Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pada momen itu, Risma mengapresiasi peran dan pengabdian Tagana dalam membantu penanganan bencana selama hampir dua dekade ini.

“Tagana adalah kekuatan berbasis masyarakat yang merupakan bentuk kearifan lokal yang terbukti tangguh dan berdedikasi,” ujar Mensos Risma, Rabu (31/3/2021).

Sebagai produk kearifan lokal, lanjut Risma, Tagana membuktikan kehadirannya telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam penanganan bencana. Misalnya, peran Tagana dalam menekan jumlah korban jiwa saat gempa dan tsunami menghembalang Aceh 2004 silam.

“Di Simeuleu yang harusnya paling parah korban dilaporkan hanya 4 jiwa. Ini tidak lepas dari kuatnya peran kearifan lokal, termasuk di dalamnya Tagana,” kata Mensos dalam acara yang berlangsung di Plaza Pantai Timur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, itu.

Dalam kunjungan ke kawasan bencana, Mensos mendengar laporan bahwa Tagana dari daerah lain biasa tergerak membantu rekannya yang tengah bertugas di lokasi bencana. Mereka tanpa dipanggil sudah dengan inisiatif sendiri ikut membantu.

“Mereka bekerja tidak kenal lelah, dari pagi sampai malam,” katanya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tagana  bekerja bersama dengan unsur-unsur masyarakat lainnya. Termasuk dengan pilar-pilar sosial Kementerian Sosial (Kemensos).

Sigap Tak Hanya saat Bencana

Mensos menambahkan, peran Tagana tidak hanya terjadi pada saat bencana, namun juga sebelum penanganan bencana. Dalam hal ini, Tagana juga menyelenggarakan pelatihan antisipasi menghadapi bencana dengan melibatkan anak sekolah.

“Ini bagus ya. Sehingga nanti mereka mulai terbiasa dan mengenal penanganan bencana sejak dini. Ini diharapkan bisa mengurangi risiko bencana,” papar mantan wali kota Surabaya itu.

Selain benana alam, Tagana juga dapat menangani bencana sosial yang sudah berjalan dalam beberapa kesempatan. “Kemensos menyelenggarakan program Tagana Masuk Sekolah (TMS). Dengan tujuan sebagai upaya sosialisasi kesiapsiagaan kepada seluruh anak-anak, guru, dan orang tua di sekolah,” katanya.

“TMS menggunakan metode pengenalan jenis bencana dan model pengurangan risiko bencana, strategi kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencana, dan pengorganisasian penanggulangan bencana di satuan pendidikan,” lanjutnya.

Mensos menerangkan, dalam penanganan bencana, Kemensos melakukan tugasnya dengan memberikan bantuan berupa permakanan dengan layanan dapur umum, pendirian tenda darurat, dan layanan dukungan psikososial serta mengeluarkan cadangan beras pemerintah (CBP) dan santunan ahli waris korban yang meninggal dunia.

Dengan segala keterbatasan, mensos menyadari sinergisitas multipihak dengan kementerian/lembaga terkait  merupakan hal yang mutlak dilakukan. Dengan begitu, pelayanan kepada korban bencana alam diharapkan dapat terlaksana secara cepat dan tepat.

“Saya harapkan kepada seluruh kepala dinas sosial provinsi atau yang mewakili agar tidak saja di tingkat nasional sinergisitas antarlembaga ini terjadi. Namun di tingkat daerah provinsi ataupun di kabupaten/kota sehingga benar-benar ini mempunyai daya guna yang mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” tandasnya.

Puncak peringatan HUT-17 Tagana ke 17 ini dihadiri 582 orang dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Juga dilaksanakan sejumlah kegiatan: Tagana menjaga alam. Hadir mendampingi Mensos Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Pepen Nazaruddin, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnana, dan Sekretaris Dirjen Linjamsos Robben Rico. Hadir pula Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here