Kemabruran Ibadah Haji dan Kesalehan Sosial | Kajian Matahari Terbit

0
540

Klikmu.co – Ahad, 1 Oktober 2017 – Pengajian Matahari Terbit bulan ini mendatangkan narasumber dr. Sukadiono, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya di Masjid Jenderal Sudirman, PCM Gubeng. Tahun ini beliau menunaikan ibadah haji dan mengemban amanah sebagai pembimbing KBIH Muhammadiyah Surabaya. Berikut ini adalah beberapa hikmah yang beliau sampaikan:

kajian matahari terbit pcm gubeng oktober 2017 masjid jenderal sudirman dr sukadiono rektor universitas muhammadiyah surabaya

Tidak ada perintah sekhusus perintah haji dan umroh. Haji dan umrah itu lillah. Sedangkan perintah shalat puasa dll masih disertai informasi ttg pahala dan keutamaannnya.

waatiimu al-hajja wa al-umrota lillah

Artinya: Sempurnakanlah haji dan umrah semata2 karena Allah

Karena lillah itu, ujian dalam ibadah haji itu berat. Ibadahnya mungkin sama tapi ujian2 yg menyertainya sangat besar, khususnya ujian terkait kesalehan sosial. Ketulusan dan keteguhan niat pun diuji mulai dari awal membayar, antrian, hingga pelaksanaan ibadah.

Bagi yang belum menyadari bahwa haji itu lillah, maka ujian2 yg terjadi disana akan dihadapi dg banyak keluhan. Kepedulian terhadap jamaah yg lain khususnya yg lansia menjadi ujian tersendiri. Kemabruran itu bukan seberapa khusyu disana, tapi dilihat ketika kembali di tanah air. Kita disana itu belajar kesabaran kepedulian dan rasa syukur.

Ada tiga ciri haji yang mabrur, dan semuanya terkait dg kesalehan sosial tidak cukup dg kesalehan ritual saja:
1. Semakin peduli dengan orang lain
2. Senantiasa menebar kasih sayang kepada yg lain
3. Berhati2 dan lemah lembut dalam berbicara

Kesalehan ritual mestinya berwujud kesalehan sosial. Semua ibadah jgn berhenti pada aspek ritualnya saja, tapi implementasikan dg aspek kesalehan sosialnya.

Semoga bermanfaat. (nurq/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here