Ibadah Itu ibarat Bunga Melati yang Aromanya Wangi

0
145
Mas ha Agas Tia mengisi safari subuh di Masjid Al Istiqomah Sidotopo II Surabaya. (Jayadi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Orang yang tekun melaksanakan ibadah seperti bunga-bunga melati yang beraroma wangi, seperti lebah yang menghasilkan madu.”

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran Surabaya Mas ha Agas Tia dalam safari subuh Masjid Al Istiqomah, Jalan Sidotopo II, Surabaya, Sabtu (6/3/2021).

Mas ha Agas Tia mengatakan, pada hakikatnya manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah.  Maka dari itu, segala aktivitas ucapan dan perbuatan harus diniatkan karena Allah dan berniat untuk beribadah. “Beribadah bukan karena ingin dipuji teman, orang tua, dan orang lain yang bersama kita,” ujarnya.

Menurut dia, ibadah harus memenuhi dua syarat. Pertama, ibadah harus benar, sesuai tuntunan aturan Allah dan rasulnya. “Kedua, ikhlas melaksanakan sesuatu hanya mengharap rida Allah,” ucap pria yang suka futsal itu.

Menurut Mas Agas, biasa dia dipanggil, tugas hidup manusia adalah beribadah kepada Allah sesuai dengan firman Allah yang berbunyi “wamaa kholaqtul jinna Wal Insa illaa liya’buduun” (dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku).

“Ibadah adalah segala ucapan dan perbuatan yang diridai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sedangkan maksiat adalah segala ucapan dan perbuatan yang tidak diridai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya. “Makna ibadah dari segi bahasa ialah ‘abada ya’budu ‘ibadatan, artinya menyembah. Orang yang beribadah seperti halnya seorang hamba kepada tuannya nurut manut taat,” tegasnya.

Ibadah, lanjut dia, juga seperti anak panah yang selalu mengikuti kemauan busur mengarahkan, melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan dan mengikuti ketentuan aturan hukum.

“Ibadah juga seperti bunga, misalnya bunga melati yang beraroma wangi. Orang yang beribadah tampak akhlaqnya tecermin dari ibadahnya dalam surah Ibrahim ayat 24 dan ayat 26 berisi tentang gambaran beragama yang baik adalah seimbang sama dengan akar akidah dan keyakinan. Pohon (syariah dan ibadahnya) dan buah (akhlaqnya, perilakunya, perbuatannya) sama-sama dilaksanakan,” pungkasnya. (Jayadi/Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here