Ibrah Kehidupan #10: Umar Bin Khattab ‘Si Garang dan Heroik’ (-4)

0
182
Umar Bin Khattab Si Garang dan Heroik diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Ketegasan dan loyalitas yang tinggi adalah bagian dari sifat dan sikap khalifah umar bin khattab.
Salah satu bentuk ketegasan Umar bin khattab adalah ketika beliau “memecat” Khalid bin Walid sebagai panglima perang dengan pertimbangan bahwaUmar merasa khawatir kalau-kalau umat islam terlalu mendewakan Khalid bin Walid yang telah berhasil memimpin pasukannya meraih kemenangan dalam beberapa pertempuran.

Para ‘wartawan’ pun menanyakan perihal pemecatannya itu. Khalid bilang: no coment. Aku berjuang hanya untuk Allah swt., dan bukan untuk Umar. ‘Pemecatan’ itu diterima dengan lapang dada oleh Khalid bin walid.

Umar bin khattab adalah orang yang meniliki rasa cinta yang tinggi kepada Allah, Rasulullah saw, dan agama islam. Kecintaan terhadap Allah swt dan agama islam beliau buktikan dengan menginfaqkan separoh dari harta kekayaan beliau untuk kepentingan dakwah rasulullah saw.

Yang paling mengharukan rasa cinta beliau ialah bagaimana beliau tidak ‘menerima’ kematian Rasulullah saw, sampai beliau menghalangi persiapan penguburan, bahkan mengancam : siapa yang berani bilang Rasulullah meninggal dunia maka ia akan menemui ajalnya (akan dipenggal lehernya).

Para sahabatpun kebingungan dengan keadaan seperti ini. Hal ini sampai ke telinga Abu Bakar Assiddiq. Maka Abu Bakar berkata: barang siapa menyembah muhammad, sungguh ia telah meninggal dunia. Tetapi barang siapa menyembah Allah swt , maka Allah itu maha hidup selamanya, tak akan pernah mati.

Kemudian Abu Bakar mengutip ayat al-qur’an surat ali imran ayat 144 :

Muhammad itu tidak lain adalah seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) ? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak akan dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang2 yang bersyukur.

Mendengan penjelasan Abu Bakar tersebut, Umar bin khattab tersadar dan menitikkan air mata pertanda kesedihannya.

Ibrah dari kisah ini:
Betapa pentingnya seorang pejuang, prajurit, mujahid dakwah, untuk selalu mengedepankan loyalitas yang tinggi kepada pimpinannya. Seorang aktifis 1912 di samping memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pimpinan dalam organisasinya, juga harus memiliki ketegasan dalam bersikap. Dan yang lebih penting adalah pengabdiannya secara ikhlash hanya mengharap ridlo Allah swt.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here