Ibrah Kehidupan #104: Ibnu Ummi Maktum, Muadz-dzin Rasul dan Walikota Madinah (-3).

0
213
Foto diambil mustanir.net

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Sebagian orang hanya mengetahui bahwa Rasulullah saw hanya memiliki satu orang muadzin, yaitu Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu. Padahal tidak hanya Bilal yang menjadi muadzin Rasulullah, ada nama lain yaitu Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu.
Kedua muadzin Rasulullah ini, Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhuma, memiliki waktu khusus untuk mengumandangkan adzan.

Bilal bin Rabah diperintahkan adzan pada waktu shalat tahajud yang saat ini termasuk sunnah Nabi yang sudah jarang kita temui-, sedangkan Abdullah bin Ummi Maktum adzan pada saat datangnya waktu shalat subuh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiallahu ‘anha,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: ” أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ “
Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah saw bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh).

Jelasnya, ketika ada adzan yang dikumandangkan Bilal di sepertiga malam, adalah waktu-waktu melakukan sahur bagi yang akan menjalankan ibadah puasa. Waktu tersebut berjalan sampai tiba saatnya Ibnu Ummi Maktum mengumandangkab adzan berarti waktu shubuh telah tiba.

Abdullah bin Ummi Maktum adalah salah seorang sahabat senior Rasulullah, beliau termasuk di antara as-sabiquna-l awwalun (orang-orang yang pertama memeluk Islam). Ada yang mengatakan nama beliau adalah Umar, ada juga yang menyebut Amr, kemudian Rasulullah saw menggantinya dengan nama Abdullah.
Ibnu Ummi Maktum, memiliki kekurangan fisik berupa kebutaan (tuna netra). Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Sejak kapan, engkau kehilangan penglihatan?” Ia menjawab, “Sejak kecil.” Maka Rasulullah saw, bersabda :
قال الله تبارك وتعالى: إذا ما أخذتُ كريمة عبدي لم أجِدْ له بها جزاءً إلا الجنة
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Jika Aku mengambil penglihatan hamba-Ku, maka tidak ada balasan yang lebih pantas kecuali surga.”

Saat Allah memerintahkan Rasul-Nya dan kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah, maka Abdullah bin Ummi Maktum menjadi orang yang pertama-tama menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya tersebut. Walaupun ia memiliki kekurangan fisik, jarak antara Mekah dan Madinah yang jauh, sekitar 490 Km, ancaman dari orang-orang Quraisy, belum lagi bahaya dalam perjalanan, semua itu tidak menghalanginya untuk memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya.
Selain memiliki keistimewaan sebagai seorang muadzin Rasulullah saw, Abdullah bin Ummi Maktum juga merupakan orang kepercayaan Nabi saw. Saat Rasulullah melakukan safar berangkat ke medan perang, beliau selalu mengankat Abdullah bin Ummi Maktum menjadi wali Kota Madinah menggantikan beliau yang sedang bersafar. Setidaknya 13 kali Rasulullah saw mengangkatnya sebagai wali kota sementara di Kota Madinah.

Ibrah dari Kisah ini:

Suhanalloh, Abdullah bin Ummi Maktum, atau lebih popular dipanggil Ibnu Ummi Maktum, salah satu sahabat Nabi yang senior, termasuk Assabiquunal Awwalun. Mengikuti hijrah Nabi ke Madinah, sangat taat kepada Nabi saw, dan merupakan seorang difabel yang luar biasa.
Kendatipun dia seorang penyandang disabilitas (tuna netra), dia dikenal sebagai Mu’adz-dzin Rasul (selain Bilal bin Rabbah). Dia juga pernah diamanahi oleh Nabi sebagai Walikota Madinah, di saat Nabi ada tugas ke luar kota.
Inilah sosok pejuang sejati, tidak banyak mengeluh karena keterbatasan fisiknya.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here