Ibrah Kehidupan #105: Ibnu Ummi Maktum, Syahidnya Sang Muadz-dzin (-4).

0
362
Foto diambil mustanir.net

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Pada tahun 14 H, Amirul Mukminin Umar bin Khattab mengadakan konfrontasi dengan Kerajaan Persia. Beliau radhiallahu ‘anhu menulis surat kepada para gubernurnya dengan mengatakan, “Jangan ada seorang pun yang ketinggalan dari orang-orang yang memiliki senjata, orang yang mempunyai kuda, atau yang berani, atau yang berpikiran tajam, melainkan hadapkan semuanya kepadaku sesegera mungkin!

Lalu berkumpullah kaum muslimin, tergabung dalam pasukan besar yang dipimpin oleh sahabat yang mulia, Saad bin Abi Waqqash. Di antara pasukan tersebut terdapat Abdullah bin Ummi Maktum.

Abdullah bin Ummi Maktum masuk ke dalam pasukan Perang Qadisiyah dengan mengenakan baju besinya, tampil gagah, dan bertugas memegang panji bendera Islam. Tidak membuatnya gentar suara di medan perang yang menderu, dentingan tebasan pedang, ataupun desiran anak panah yang melesat. Baginya Amirul Mukminin telah membuka kesempatan bagi semua orang dalam jihad ini, ia pun tak mau melewatkan peluang berjihad di jalan Allah, walaupun bahaya sebagai seorang tuna netra lebih berlipat ganda.

Perang yang hebat pun berkecamuk, hingga sampailah pada hari ketiga, baru kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan negara adidaya Persia. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah peperangan Islam sampai saat itu.
Namun kemenangan tersebut juga harus dibayar dengan gugurnya para syuhada, para pahlawan Islam, di antara mereka adalah sahabat dan muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu. Jasadnya ditemukan terkapar di medan perang sambil memeluk bendera yang diamanatkan kepadanya untuk dijaga.
Akhirnya sang muadzin pulang ke rahmatullah, gugur sebagai pahlawan memerangi bangsa Majusi Persia. Semoga Allah Ta’ala menerima amalan-amalan Abdullah bin Ummi Maktum dan memasukkan kita dan beliau ke dalam surga Allah.

Sosok Abdullah bin Ummi Maktum adalah sahabat yang mempunyai peran penting dalam sejarah Islam. Bukan hanya karena Ibn Ummi Maktum diuji dengan ketidaksempurnaan fisik berupa cacat penglihatan, melainkan juga beberapa keistimewaan lain dari Ibn Ummi Maktum.

Di antaranya, dia dikenal sebagai muadzin, selain Bilal bin Rabah. Ibn Ummi Maktum juga merupakan salah satu individu yang pertama menyatakan ikrar syahadat kepada Rasulullah saw.  Meski mempunyai ketidaksempurnaan fisik, Abdullah dikenal berilmu serta beradab, sehingga bisa melihat dengan mata hati.

Ibrah dari Kisah ini:

Sekali lagi, Maasyaa Allah, Subhanallooh, Taqdir Allah kepada salah satu hambanya yakni Abdullah bin Ummi Maktum. Salah satu dari Assabiquunal Awwaluun (kelompok pertama orang yang masuk Islam) ini telah dianugerahi Allah beberapa keistimewaan meskipun mempunyai ketidak sempurnaan fisik (penyandang disabilitas).
Di samping sebagai Muadz-dzin Rasul, pernah mendapat amanah sebagai Walikota Madinah. Dia menemui ajal sebagai syahid di medan perang dalam kondisi memeluk Bendera panji perang.
Sungguh ini adalah kisah inspiratif bagi para aktifis 1912 dan para pejuang aqidah, bahwa tidak ada alasan apapun termasuk kekurang sempurnaan fisik untuk berjuang menuju “Izzul Islam Wal Muslimin”.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here