Ibrah Kehidupan #106: Ibnu Ummi Maktum, Inspiratif Muslim sejati (-5 Habis).

0
245
Foto diambil mustanir.net

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Kontribusi Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu untuk Islam menginspirasi umat muslim yang difabel. Berikut beberapa kontribusi Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu untuk Islam.

Pertama, Belajar Islam. dia ingin menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya. Bukan muslim formalitas, apalagi sekedar muslim identitas. Hal ini dibuktikan dengan seringnya Ibnu Ummi Maktum mengikuti majelis-majelis yang diadakan oleh Rasulullah untuk memberi penjelasan tentang berita-berita langit (wahyu Allah).

Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu termasuk as-sabiquna-l awwalun (orang-orang yang pertama memeluk Islam) dan dari surat Abasa kita dapat mengetahui dirinya bahwa dirinya sungguh-sungguh untuk masuk Islam dan mempelajarinya.

Kedua, Pergi Ke Masjid Dengan Berjalan Kaki. Bahwa laki-laki diperintahkan untuk salat wajib berjamaah di masjid. Suatu ketika Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu meminta dispensasi dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk tidak ikut salat berjamaah di masjid karena dirinya buta. Namun Rasulullah saw, tetap memintanya datang salat ke masjid bila dirinya mendengar suara adzan.

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa seorang yang buta datang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seraya berkata:
Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki penuntun yang bisa menuntunku ke masjid”. Orang itu meminta keringanan kepada Rasulullah. Maka Rasulullah pun mengizinkannya. Namun kemudian ketika orang itu berpaling, Rasulullah memanggilnya seraya berkata: “Apakah engkau mendengar panggilan untuk shalat?” Dia menjawab: “Ya”. Maka beliau bersabda: “Kalau begitu penuhilah!” (HR. Shahih Muslim dalam kitabul Masaajid).

Ketiga, Menjadi Muadzin Rasulullah saw. Bahwa Rasulullah saw memiliki dua muadzin, yang pertama adalah Bilal dan yang kedua adalah Abdullah bin Ummi-Maktum.
Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu anha, “Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh).

Keempat, Menjadi Pemimpin Sementara Menggantikan Rasulullah saw. Bahwa Ketika Rasulullah saw pergi safar atau berperang, Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu beberapa kali ditugaskan untuk menjadi pemimpin sementara Madinah.

Kelima, Syahid Di Medan Perang. Bahwa Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu diijinkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk tidak ikut berperang. Namun kerinduannya untuk dapat membela Islam membuatnya bergabung dengan pasukan muslim di Perang Qadisiyah. Di perang pasukan muslim melawan pasukan Persia ini Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu diberi kehormatan sebagai pemegang panji bendera Islam. Abdullah bin Ummi-Maktum syahid di Perang Qadisiyah ini dengan bendera panji Islam masih dipegang teguh olehnya.

Ibrah dari Kisah ini:

Abdullah bin Ummi-Maktum Inspirasi Muslim Difabel.
Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu adalah inspirasi bagi semua muslim, terlebih bagi muslim difabel. Banyak muslim difabel yang krisis kepercayaan diri.
Lihatlah Abdullah bin Ummi-Maktum radhiyallahu anhu, beliau bersemangat masuk islam dan mempelajarinya. Dan beliau bersemangat untuk berkontribusi secara maksimal untuk Islam dengan menjadi muadzin, menjadi pemimpin bahkan turut serta ke medan jihad.
Karena itu, bagi muslim difabel jangan rendah diri dengan kekuranganmu. Bersemangatlah belajar Islam dan berkontribusi semaksimal mungkin untuk Islam.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here