Ibrah Kehidupan #107: Miqdad bin Aswad, Prajurit “Penunggang Kuda” Pertama (-1)

0
239
Foto diambil dari Cinta dan Rindu

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah al-Miqdad bin Amru bin Sa’ad al-Kindi, al-Aswad.
Pada awalnya Miqdad seorang pelarian dari Hadramaut karena terlibat kasus pembunuhan, kemudian lari ke Makkah dan diambil sebagai anak angkat oleh al-Aswad bin Abdu Yaghuts. Dari situlah kemudian ia dipanggil dengan al-Miqdad bin al-Aswad (Miqdad, anaknya al-Aswad).

Segera memeluk Islam di hadapan Rasulullah saw.
Ketika turun ayat ke 5 surat Al Ahzaab :
ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Akhirnya, Miqdad dipanggil dengan nama al-Miqdad bin Amru. Meskipun demikian masyarakat sudah terbiasa dengan panggilan “al-Miqdad bin al-Aswad”. Bahkan lebih sering dipangglil “Miqdad bin Aswad” saja.

Panggilan sinonim lainnya ialah: Abu Aswad, atau Abu Amru, atau Abu Ma’bad, atau juga Abu Sa’id. Miqdad ikut serta dalam perang Badar, Uhud dan semua peperangan, bersama Rasulullah saw.

Miqdad bin Aswad, postur tubuhnya jangkung, berkulit sawo matang. Rambut kepalanya lebat dan matanya yang lebar dihiasi dengan bulu mata yang lebat pula. Janggutnya dikuncir. Dalam satu riwayat, Al-Qosim bin Abdurrahman berkata, “Yang pertama kali menunggang kuda untuk berperang adalah Miqdad”. Bahkan, Rasulullah saw pun memujinya, “Tidak ada seorangpun diantara kita yang mengawali menunggang kuda pada perang Uhud, kecuali Miqdad”.

Dalam sebuah riwayat, Thoriq bin Syihab meriwayatkan, bahwa Abdullah berkata, “Saya menyaksikan al-Miqdad dalam suatu pertempuran. Sungguh aku lebih suka menjadi teman baginya yang sebenarnya, daripada segala isi bumi ini.

Miqdad bin Aswad, datang kepada Nabi ketika beliau sedang berdoa agar pasukan musyrikin kalah. Lalu Miqdad berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, demi Allah, kami tidak akan mengatakan kepadamu sebagaimana perkataan Bani Isra`il kepada Musa, “….pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja“… (QS.5:24).

Tetapi kami akan berperang disamping kiri dan kananmu serta dimuka dan belakangmu’. Lalu aku lihat muka baginda Rasulullah saw bangga dan berseri-seri karena (ucapan al-Miqdad) tersebut”. (HR.al-Imam Ahmad).

Miqdad bin Amr al Aswad termasuk dalam kelompok sahabat yang mula-mula memeluk Islam (orang yang ke 7 /tujuh yang pertama masuk Islam), sehingga ia termasuk dalam kelompok as-saabiquunal awwaluun. Ia bukan termasuk golongan terkemuka atau kalangan elit sahabat, sehingga ia mengalami berbagai penyiksaan dan sasaran kemarahan dari kaum Quraisy, karena pilihannya memeluk Islam. Tetapi semua penderitaan itu tidaklah menambah kecuali kemantapan imannya.

Ibrah dari Kisah ini:

Al-Miqdad bin Amru bin Sa’ad al-Kindi al-Aswad, yang lebih dikenal dengan sebutan Miqdad bin Aswad, adalah profil sahabat nabi saw yang cukup fenomenal. Miqdad termasuk kalangan orang kebanyakan bukan kelompok kalangan terkemuka. Dia sama seperti para sahabat lain yang termasuk kalangan miskin. Seorang perantau pelarian dari hadramaut, dan merupakan orang ke 7 (tujuh) yang pertama masuk Islam.

Tetapi, Miqdad dikaruniai kelebihan yakni kepiawaiannya menunggang kuda. Sehingga dia dikenal sebagai prajurit pertama yang memulai peperangan dengan menunggang kuda.
Miqdad bin Aswad, memiliki semangat yang tinggi dalam menyebarkan ajaran Islam serta mempertahankannya dari segala musuh yang membenci Islam. Wahai Kader 1912, Dia selalu berjihad (berjuang) di jalan Allah swt secara totalitas, bahkan dalam hal melindungi keselamatan Nabi Muhammad saw dari kemungkinan kejahatan musuh.

Miqdad bin Aswad, termasuk Assaabiquunal Awwaluun (kelompok pertama sahabat yang masuk Islam) dan termasuk sahabat yang dijamin masuk syurga.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here