Ibrah Kehidupan #108: Miqdad bin Aswad, menyerobot minum susu jatahnya Nabi (-2).

0
214
Foto diambil dari Cinta dan Rindu

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Miqdad bin Aswad termasuk kelompok Ahlus-Shuffah.
Istilah Ahlus-Shuffah, adalah kelompok para sahabat miskin yang pakaiannya terdiri dari bahan bulu domba kasar (shuffah). Yang termasuk kelompok ini antara lain Abu Hurairah, Ammar bin Yasir, Salman al-Farisi, dan Miqdad bin Aswad.

Kelompok sahabat miskin ini tinggalnya di serambi masjid Nabawi berdekatan dengan rumah tinggal Nabi Muhammad saw yang juga di serambi masjid Nabawi.
Meskipun para sahabat miskin ini nyaris lemah secara vinansial namun justru mereka malah sangat kuat secara aqidah. Hal ini dibuktikan dengan semangatnya yang tinggi mengikuti dakwah Nabi Muhammad saw, memiliki loyalitas dan integritas yang tidak diragukan dalam membela agama Islam yang diyakininya.

Pada masa awal tinggal di Madinah, Nabi saw membagi sahabat Muhajirin dalam kelompok yang terdiri dari sepuluh orang, yakni untuk mereka yang tidak tinggal dengan orang-orang Anshar, tetapi tinggal di serambi masjid sebagai Ahlu Shuffah. Miqdad berada dalam satu kelompok dengan Nabi saw, dan ada tiga ekor kambing yang dapat diperah susunya untuk kelompok ini.

Suatu ketika Miqdad dan dua orang temannya dalam keadaan sangat lapar dan payah, sementara ada satu gelas susu yang merupakan jatah Nabi saw dan beliau sendiri sedang berkunjung ke rumah seorang sahabat. Syetanpun membisikkan pikiran jahat pada Miqdad, “Sebaiknya engkau minum susu itu. Nabi sedang berkunjung ke rumah sahabat Anshar, dan pasti beliau dijamu dengan istimewa disana…

Miqdad mengabaikannya, tetapi syetan terus membisikinya, dan keadaannya yang payah serta rasa lapar itupun mendukung, sehingga ia tidak tahan lagi, susu itupun diminumnya dengan dua orang temannya. Setelah minum kedua temannya tertidur, sedangkan Miqdad sendiri dihantui perasaan bersalah karena meminum susu jatah Nabi saw.

Tetapi kemudian ia mendengar doa Nabi SAW, “Ya Allah, berilah makanan kepada orang yang memberiku makanan, berilah minuman kepada orang yang memberiku minuman.”

Mendengar doa tersebut, Miqdad bergegas bangun dan mengambil pisaunya. Ia bermaksud menyembelih salah satu dari ketiga kambing tersebut untuk makanan Nabi saw. Tetapi ia terkejut menemui ketiga kambing tersebut dalam keadaan penuh air susunya, padahal ketika datang bersama kedua temannya, tidak ada setetespun susu yang dapat diperah dari ketiga kambing tersebut.

Miqdad mengambil sebuah bejana dan mengisinya dengan susu kemudian membawanya kepada Rasulullah saw. Beliau meminumnya beberapa teguk lalu diberikan kepada Miqdad,. Setelah minum beberapa teguk, Miqdad mengembalikannya kepada Nabi saw. Setelah beliau minum beberapa teguk diberikan lagi kepada Miqdad. Begitulah beberapa kali bergantian minum hingga akhirnya Miqdad kekenyangan dan tertawa mengingat apa yang dilakukannya.
Nabi saw yang faham apa yang terjadi, tersenyum dan bersabda,

Perbuatanmu itu adalah salah satu keburukanmu, hai Miqdad! Tetapi itu semua tidak terjadi kecuali karena rahmat Allah Azza wa Jalla. Sebaiknya engkau bangunkan kedua temanmu agar bisa merasakan susu ini.

Ibrah dari Kisah ini:

Miqdad bin Aswad, profil sahabat Nabi yang sangat bersahaja bahkan masuk kelompok sahabat miskin. Bersama Abu Hurairah, Salman al-Farisi, dan lain-lain sebagai penghuni tenda di serambi masjid Nabawi.
Haus dan lapar adalah kebiasaan kesehariannya, tetapi jangan ditanya soal kuatnya aqidah dan keimanannya, loyalitas dan integritasnya tidak diragukan lagi. Selalu mengikuti jihad Nabi saw di medan perang. Bahkan Miqdad bin Aswad tercatat sebagai prajurit yang pertama kali menunggang kuda. Kelihaiannya berkuda ini dibawa sejak awal hidup di Hadramaut dan lalu menjadi pelarian ke Makkah (karena kasus pembunuhan), kemudian menjadi anak angkatnya al-Aswad bin Abdu Yaghuts.
Wahai Kader 1912, sebegitu dekatnya Miqdad bin Aswad dengan Nabi Muhammad saw, sampai-sampai berani menyerobot minum segelas susu jatahnya Nabi Muhammad saw lantaran tidak tahan haus dan lapar, tetapi Nabi saw pun memakluminya. Subhanalloh.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here