Ibrah Kehidupan #114: Ummu Aiman, Pengasuh Nabi Muhammad saw (1)

0
255
Foto diambil dari Republika.co.id

KLIKMU.CO Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah Barkah binti Tsa’labah bin ’Amr bin Hishn bin Malik bin Salamah bin ’Amr bin Nu’man berasal dari Habsyi (sekarang Ethiopia). Barkah binti Tsa’labah dikenal dengan panggilan “Ummu Aiman” (artinya: ibunya Aiman) karena anak pertamanya diberi nama Aiman. Ummu Aiman, adalah seorang hamba sahaya yang diwariskan kepada Nabi Muhammad saw oleh ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib. Ummu Aiman mengasuh Nabi Muhammad saw kecil sampai usia dewasa.

Dia dimerdekakan setelah Nabi Muhammad saw menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, kemudian Barkah binti Tsa’labah dinikahi oleh ’Ubaid bin Al-Harits dari suku Khazraj. Dari pernikahannya dengan ’Ubaid, lahirlah anak diberi nama Aiman. Aiman ikut hijrah dan berjihad bersama Nabi Muhammad saw dan gugur sebagai syahid dalam Perang Hunain. Ummu Aiman mengenal Nabi saw sejak beliau kecil sampai bi’tsah (diutus oleh Allah swt menjadi seorang nabi dan utusan Allah). Ummu Aiman pernah punya pengalaman menemani Aminah binti Wahab, (ibunda Nabi saw), berangkat ke Madinah bersama putra kesayangannya (Nabi Muhammad kecil) untuk mengunjungi Bani Najjar yang merupakan keluarga Abdul Muthalib. Di dalam perjalanan pulang kembali ke Mekkah, Aminah menderita sakit di tengah perjalanan. Akhirnya beliau wafat dan dimakamkan di sebuah desa bernama Abwa (tempat antara Mekkah dan Madinah). Karena itulah, Ummu Aiman kemudian menjadi satu-satunya pendamping Nabi Muhammad saw yang saat itu masih anak-anak, meneruskan perjalanannya pulang menuju kota Mekkah. Sang kakek, Abdul Muthalib, menjadi pengasuh Nabi Muhammad saw. Ia mencintai sang cucu sepenuh hati.

Adapun Ummu Aiman, ia tetap berada di sisi Rasulullah saw, mengurusnya dengan penuh cinta kasih, menjaganya dengan seluruh kemampuan diri, seakan ia menjadi pengganti sang ibu yang telah pergi untuk selamanya, sebagaimana Abdul Muthalib yang juga hadir sebagai kakek sekaligus “bapaknya”. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kecil pun tumbuh di antara orang-orang yang selalu mencurahkan kehangatan cinta dan kelembutan kasih sayang. Wujud rasa sayang Abdul Muthalib kepada sang cucu membuatnya sangat banyak berwasiat kepada Ummu Aiman.

Di salah satu wasiatnya ia berkata, “Wahai Barkah, janganlah engkau melalaikan anakku. Jaga dia baik-baik. Aku mendapatkannya bersama anak-anak kecil dekat dengan pohon bidara. Ketahuilah bahwa orang-orang dari Ahlul Kitab telah menduga bahwa anakku ini (Muhammad) nantinya akan menjadi nabi bagi umat di alam ini.” Ketika Abdul Muthalib meninggal dunia, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesedihan yang sangat. Ummu Aiman menceritakan kejadian itu; ia berkata, “Aku melihat Rasulullah saw di saat kewafatan Abdul Muthallib hari itu menangis tersedu-sedu di belakang tempat tidur Abdul Muthalib.” (Ath-Thabaqatul Kubra, 8:224).

Sungguh Nabi Muhammad saw, sejak kecil sudah mengalami berbagai kegetiran dalam hidup. Tetapi kita tahu di kemudian harinya, Beliaulah manusia ter-agung di dunia ini, dan agama yang Beliau bawa yakni agama Islam dengan cepat tersebar ke seluruh dunia. Pantaslah kiranya Nabi Muhammad saw adalah satu-satunya manusia yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Ibrah dari Kisah ini:

Barkah binti Tsa’labah, atau yang dikenal dengan panggilan Ummu Aiman, pengasuh Nabi Muhammad saw dari kecil sampai remaja. Ummu Aiman mendampingi Ibunda Nabi Muhammad saw Aminah binti Wahab, mengasuh Nabi Muhammad saw dengan curahan kasih sayang. Bahkan Ummu Aiman sempat menggantikan peran Ibunda Nabi Muhammad saw tatkala Aminah binti Wahab wafat di tengah jalan (di desa Abwa) dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah yang berjarak 480 Km. pada saat itu Nabi Muhammad saw masih kanak-kanak.

Ummu Aiman, oleh Nabi Muhammad saw dianggap sebagai “Ibuku, dari Ibuku”. Sungguh Nabi Muhammad saw, sejak kecil sudah mengalami berbagai kegetiran dalam hidup. Tetapi kita tahu di kemudian harinya, Beliaulah manusia ter-agung di dunia ini, dan agama yang Beliau bawa yakni agama Islam dengan cepat tersebar ke seluruh dunia. Pantaslah kiranya Nabi Muhammad saw adalah satu-satunya manusia yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here