Ibrah Kehidupan #119: Aisyah, Si “Merah Delima” itu Dituduh Selingkuh (-2)

0
777
Ilustrasi diambil dari annsaqodri-wordpress

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Aisyah adalah wanita satu-satunya yang dinikahi Rasulullah saw dalam keadaan masih gadis.

Di kalangan wanita, Aisyah adalah salah satu istri Nabi saw yang banyak menghafal hadits-hadits Nabi saw. Dan di antara istri-istri Nabi, dia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki istri Nabi saw yang lain (sesudah wafatnya Khadijah). Ayahnya adalah sahabat dekat Rasulullah saw yang menemani beliau berhijrah ke Madinah. Berbeda dengan istri Nabi yang lain, kedua orang tua Aisyah melakukan hijrah bersama Rasulullah saw.

Rasulullah saw biasa memanggilnya dengan Humaira (si merah delima). Aisyah binti Abu Bakar Asshiddiq berasal dari keturunan elit suku Quraisy. Nabi saw mengisahkan mimpi beliau kepada Aisyah, “Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata, ini adalah istrimu. Kemudian aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu, lalu aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah.”

Aisyah memulai hari-harinya bersama Rasulullah sejak sejak usia yang relative muda. Mereka (Rasulullah saw dan Aisyah) mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang diliputi suasana Nubuwwah atau kenabian. Rumah kecil yang di samping masjid Nabawi itu memancarkan kedamaian dan kebahagiaan walaupun tanpa permadani indah dan gemerlap lampu. Sebab, hanya tikar kulit bersih, sabut, dan lentera kecil berminyak samin (minyak hewan) yang ada di rumah itu.
Di rumah kecil itu terpancar pada diri Ummul Mukminin teladan yang baik bagi istri dan ibu karena ketaatannya pada Allah swt, Rasulullah saw, dan suaminya.

Kepandaian dan kecerdasannya dalam mendampingi suaminya, menjadikan Rasulullah SAW sangat mencintainya.

Aisyah menghibur Rasulullah saw di kala sedih. Ia pun menjaga kehormatan diri dan harta suami tatkala Rasulullah saw berdakwah di jalan Allah swt. Aisyah melalui hari-harinya dengan siraman ilmu dari Rasulullah saw, sehingga ribuan hadits berhasil dihafalkannya. Aisyah juga ahli dalam ilmu faraidh (warisan), dan ketabiban (ilmu obat-obatan).

Selain keahliannya itu, Aisyah juga seorang wanita yang menjaga kesuciannya. Suatu ketika, sepulang dari Perang Hunain, saat mendekati kota Madinah, ia ingin buang hajat, ketika selesai dan sudah berada di kendaraan, tanpa sepengetahuan sahabat yang lain ia kembali turun karena kehilangan perhiasan yang dipinjamnya dari Asma. Lalu dia turun untuk mencari perhiasan itu.

Rombongan Rasulullah saw dan para sahabatnya berangkat tanpa menyadari bahwa Aisyah tertinggal. Aisyah menanti jemputan, dan tiba-tiba datanglah Shofwan bin Mu’athil seorang prajurit penyapu ranjau. Melihat ada Aisyah tertinggal, Shofwan langsung turun dan mendudukkan kendaraanya tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Kemudian Aisyah naik kendaraan tersebut dan Shofwan menuntun kendaraan tersebut dengan berjalan kaki sampai ke Madinah.
Dari kejadian ini, orang-orang fasiq menyebarkan kabar hoax untuk memfitnah Aisyah.

Aisyah diisyukan telah berbuat selingkuh dengan Shofwan. Khabar hoax tanpa proses tabayyun itu menimbulkan goncangan dalam rumah tangga Rasulullah saw, tetapi Allah swt yang Maha Tahu berkehendak menyingkap berita hoax tersebut serta menyucikan beliau, yakni dengan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw :
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (QS. An-Nuur: 11).

Ibrah dari Kisah ini:

Aisyah, si merah delima dan merupakan salah satu istri Rasulullah saw yang dikaruniai beberapa keistimewaan ini, menjadikan Nabi Muhammad saw sangat mencintainya.

Aisyah, sangat lihai mendampingi Rasulullah saw, dan mampu menghibur di kala sedih, tetapi juga mampu mencuri perhatian khalayak bahwa dirinya memang pantas menjadi pendamping Rasulullah saw.

Salah satu leistimewaan Aisyah adalah banyak menghafal hadits-hadits Nabi Muhammad saw, sehingga banyak hadits atau riwayat yang bersumber dari Aisyah.
Mungkin karena penampilannya yang memang sangat menawan, anggun berwibawa, menimbulkan iri hati sehingga pernah dituduh selingkuh oleh sebagian orang-orang fasiq dan munafiq.

Fitnah berupa berita hoax itu sempat menggoncangkan rumah tangga Rasulullah saw. Akan tetapi fitnah dan kebohongan berita itu terjawab sudah lewat wahyu Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. Berita dari langit itu menegaskan tentang kesucian diri Aisyah.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here