Ibrah Kehidupan #121: Aisyah, Mujahidah Multi Talenta (bagian -4, habis)

0
574
Ilustrasi diambil dari annsaqodri-wordpress

Para ahli sejarah sepakat, bahwa Aisyah binti Abu Bakar Asshiddiq adalah salah satu istri Nabi Muhammad saw yang memiliki banyak keistimewaan dibandingkan istri-istri beliau yang lain pasca wafatnya Khadijah binti Khuwailid (istri pertama Nabi saw).

Beberapa keistimewaan Aisyah binti Abu bakar Asshiddiq antara lain :
Pertama: Beliau adalah satu-satunya istri Nabi Muhammad saw yang dinikahi tatkala masih gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah saw yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda. Aisyah sendiri pernah mengatakan, “Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah saw diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku.

Beliau Rasulullah saw meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri dari kekasih dan sahabat terdekatnhya (Abu Bakar Asshiddiq), pembelaan kesucianku turun dari atas langit (melalui ayat yang turun), aku dilahirkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengan ampunan dan rezeki yang mulia.” (al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398)

Kedua: Aisyah adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah saw dari kalangan wanita. Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “kalau dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya Aisyah.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384).

Ketiga: Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya. Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))
Dalam suatu riwayat, berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dalam soal hukum agama termasuk hukum keluarga, dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (al-Mustadrok Imam Hakim (4/11).

Keempat: Para pembesar (senior) sahabat, apabila menjumpai ketidak pahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya. Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044)

Kelima: Tatkala istri-istri Nabi Muhammad saw diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi saw dengna kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi saw bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi saw yang lain mengikuti pilihan Aisyah.

Keenam: Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.

Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin.

Ibrah dari Kisah ini:

Menjadi wanita Muslimah yang “cantik” adalah sebuah dambaan setiap wanita, dan ini sangat mungkin terkabul. Tetapi menjadi wanita Muslimah yang cantik dan cerdas tentu tidak mudah. Dan ingat kecantikan fisik di permukaan sebenarnya adalah aura yang tampil dari kecantikan “yang ada dalam” yang memang terbina dengan baik.

Hiasan kecantikan “luar dan dalam” hendaklah dihiasi dengan kecerdasan, baik kecerdasan intektual, kecerdasan spiritual, maupun kecerdasan emosional. Hiasan kepribadian akan semakin sempurna manakala dilengkapi dengan akhlaqul karimah serta kedalaman ilmu agama.

Wahai kader 1912 Semua yang telah tersebut di atas, ada pada diri Aisyah binti Abu bakar Asshiddiq, istri Rasulullah saw, yang selalu mendampingi Nabi saw baik dalam suka maupun duka.

Aisyah binti Abu Bakar Asshiddiq, selain cantik, cerdas, wibawa, mendalam ilmu agamanya, ternyata bukan hanya peduli terhadap dakwah islam saja tetapi juga peduli terhadap lingkungan masyarakatnya termasuk di dalamnya persoalan politik kenegaraan. Aisyah dikaruniai banyak keistimewaan oleh Allah swt yang tidak dimiliki oleh wanita lainnya.
Aisyah binti Abu Bakar Asshiddiq, seorang Mujahidah, multi Talenta, dan inspiratif.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here