Ibrah Kehidupan #125: Asma’ binti Abi Bakar, Pemeluk Islam pertama, nomor urut 18 (-1)

0
573
Foto diambil dari Abu-abu Putih

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah Asma’ binti Abu Bakar Asshiddiq (Arab: أسماء بنت أبي بكرالصديق‎) al-Qurasyiyyah at-Tamimiyah.  Asma’ adalah putri dari seorang laki-laki muslim utama dalam Islam sesudah Rasulullah saw, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. Ibunya adalah Qatilah binti Abdul Uzza ibn Abdi As’ad ibn Nashr ibn Mâlik ibn Hisl ibn Amir al-‘Amiriyyah.
Asma’ , merupakan putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, salah satu khalifah dari Khulafaur Rasyidin yang juga mertua Nabi Muhammad saw. Adik Asma’ yaitu Aisyah di kemudian hari merupakan istri Nabi Muhammad saw.

Asma’ mempunyai suami yaitu Zubair bin Awwam, salah satu sahabat Nabi Muhammad saw, dan Asma’ merupakan ibu dari Abdullah bin Zubair, orang Islam pertama yang lahir di Madinah pasca hijrah. Asma’ menikah dua kali seumur hidupnya, sementara Zubair merupakan suami keduanya. Ia lahir pada tahun 595 Masehi, artinya ia lebih muda dua puluh lima tahun dibandingkan Nabi Muhammad saw.

Asma’binti Abi Bakar ra. adalah shahabiyah (sahabat Nabi saw dari kalangan wanita) yang terkenal keilmuwanan dan ketaqwaannya. Beliau termasuk golongan pertama orang-orang yang masuk Islam. Ketika cahaya Islam menyinari Jazirah Arab, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., (ayah Asma’), adalah laki-laki dewasa pertama yang memeluk Islam. Karena itu, tidak heran jika Asma’ memeluk agama tauhid ini sejak dini sehingga termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam (Assabiquunal awwaluun).

“Jika dibuat nomor urut daftar orang yang masuk Islam, maka Asma’ berada pada urutan ke-18. Artinya, hanya ada 17 orang yang lebih dulu masuk Islam darinya, baik laki-laki maupun perempuan.” (Mahmud Al Mishri, 35 Sirah Shahabiyah, 2011: 77)
Allah menjanjikan surga bagi golongan ini. Inilah salah satu keistimewaan mereka.“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya…” (Q.S At Taubah: 100)
Asma’ merupakan kaum wanita yang hidup di periode “sirriyah” (periode sembunyi-sembunyi) tanpa diketahui oleh seorang pun keislaman mereka. Bahkan sebagian riwayat menyebutkan bahwa Asma’ ra. adalah seorang prajurit periode ini.

Asma’ memiliki jiwa yang jernih dan batin yang bersih. Hatinya selalu terhubung dengan Allah swt. Ia selalu mengawasi dirinya sendiri (evaluasi diri, dan self correction) seketat mungkin, baik sisi lahir maupun batinnya. Namun demikian, ia selalu merasa dirinya terlalu lemah dan banyak berbuat salah.

Ibnu Mulaikah dalam Al Mishri menyatakan, “Asma’ pernah merasa pusing, maka dia meletakkan tangan di atas kepala seraya berkata,“Ini karena dosaku, meskipun yang diampuni oleh Allah lebih banyak.” Sikap Asma’ yang demikian ini dikenal sebagai amalan “Intiqad” atau evaluasi terhadap diri sendiri, merasa salah dan harus terus meningkatkan kebaikan.

Ibrah dari kisah ini:

Asma’ binti Abi Bakar, adalah shahabiyah (sahabat Nabi saw dari kalangan wanita), dan termasuk golongan assabiquunal awwaluun yakni kelompok orang-orang yang pertama masuk Islam. Asma’ binti Abi Bakar, terurut adalah orang ke 18 yang masuk Islam pertama kali. Asma’ hidup di masa Sirriyyah yakni masa sembunyi-sembunyi dalam beragama Islam, hal ini terjadi karena saat itu Nabi Muhammad saw masih dalam perintisan awal dakwah dan belum mempunyai kekuatan (back up) sama sekali.

Wahai kader 1912, Asma’ binti Abi Bakar, dikenal sebagai salah satu shohabiyyah (sahabat dari kalangan wanita) yang terkenal keilmuwanan dan ketaqwaannya, dan kejernihan jiwa serta tata fikirnya. Bahkan dirinya memiliki sikap intiqad (koreksi diri) yang kuat. Jika badannya merasa ada sesuatu yang sakit, maka buru-buru dia menyalahkan diri sendiri bahwa ini pasti ada yang tidak benar perilaku saya, kemungkinan karena dosa atau maksiyat.  Ketawadlu’an dan kezuhud-annya setara denagn saudaranya Aisyah binti Abi Bakar, isteri Nabi Muhammad saw.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here