Ibrah Kehidupan #126: Asma’ binti Abi Bakar, Wanita kunci di Balik Kesuksesan Hijrah(-2)

0
596
Foto diambil dari Abu-abu Putih

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Hijrah adalah peristiwa penting dan penuh makna dalam sejarah Islam. Al-Bugha menyatakan bahwa dalam terminologi syara’, hijrah adalah meninggalkan negeri kafir karena khawatir mendapat fitnah (gangguan), menuju Darul Islam.

Allah subhana wa ta’ala memerintahkan Rasulullah saw untuk meninggalkan Makkah sebagai upaya menghindar dari cacian, makian, siksaan, dan berbagai intimidasi lainnya yang dilakukan kaum kafir Quraisy terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Pada akhirnya, kepiawaian strategi Nabi berpadu dengan takdir Allah. Sejarah mencatat hijrah sebagai awal momentum kegemilangan dan kejayaan Islam. Di balik kesuksesan hijrah Nabi ke Madinah, ada satu sosok Muslimah yang sangat hebat dan fenomenal. Siapakah ia? Ia adalah Asma’ binti Abi Bakar Ashiddiq.

A’isyah ra. menceritakan bahwa ketika Rasulullah saw mendapat izin untuk hijrah ke Madinah, beliau datang ke rumah Abu Bakar. Di rumah itu tidak ada siapapun kecuali Abu Bakar, A’isyah, dan kakaknya yaitu Asma’ Binti Abu Bakar.
Rasulullah saw bersabda, “Suruh keluar dariku siapapun yang ada di rumahmu.” Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, yang ada hanya mereka berdua, putriku. Cuma itu, ayah dan ibuku sebagai tebusannya.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya telah diizinkan untukku keluar dari Makkah dan berhijrah ke Yatsrib.” Abu Bakar bertanya, “Apakah aku menyertaimu?”Rasulullah menjawab singkat, “iya, engkau menyertaiku.” (Ali Muhammad Ash-Shalabi, Sejarah Lengkap Rasulullah, 2014: 432).

Tiada seorang pun yang mengetahui keberangkatan Rasulullah saw kecuali Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Asshiddiq beserta keluarganya.

Peran Asma’ dalam peristiwa monumental ini sangat besar. Ia sangat menjaga rahasia Rasulullah saw. ia tidak pernah menyebarkan keberadaan Rasul saw ketika hijrah, meskipun harus menerima perlakuan yang sangat kasar dari para pembenci Utusan Allah swt tersebut.
Ibnu Ishaq dalam Al Mishri meriwayatkan, saat Abu Jahal datang ke rumah Abu Bakar bersama para tokoh Quraisy, mereka menemui Asma’ dan bertanya : di mana ayahmu?. Asma’ menjawab “tidak tahu” dan seketika itu Abu Jahal menamparnya dengan keras sehingga antingnya lepas. Mereka sangat marah karena tidak mendapati Rasulullah saw dan Abu Bakar Ashiddiq.

Asma’ binti Abi Bakar, adalah perempuan yang pemberani dan memiliki ketegaran hati. Ia pun cerdas nan bijak.
Pada malam yang gelap dan sunyi, seorang perempuan yang tengah hamil tua, membawa makanan dan menempuh jalan yang cukup terjal dan jauh. Itu semua dilakukan oleh Asma’. Ia mendaki gunung yang cukup tinggi untuk mencapai Gua Tsur.

Tercatat selama tiga malam, Asma’ mengantarkan bekal untuk Nabi saw dan Abu Bakar. Karena tidak membawa sesuatu untuk mengikat wadah makanan itu, Asma’ menyatakan bahwa hanya ada satu selendang di pinggangnya. Kemudian Abu Bakar menyuruhnya untuk merobek/membelah selendang tersebut menjadi dua. Asma’ pun menuruti saran ayahnya. Ia mengikatkan makanan itu di selendangnya agar ayahnya dapat mengambilnya.

Kemudian Rasulullah mendoakan Asma’, “Semoga Allah mengganti selendangmu dengan dua selendang di surga.”Sejak itu Asma’ dijuluki dzaatun nithaaqain (pemilik dua ikat pinggang). Asma’ benar-benar berjasa dalam membantu proses hijrahnya Nabi Muhammad saw Bersama Abu Bakar Asshiddiq ke Yatsrib (Madinah) dengan transit lebih dulu di gua tsur.

IBRAH DARI KISAH INI:

Asma’ binti Abi Bakar, salah satu dari sedikit wanita muslimah “shahabiyah” (sahabat dari kalangan wanita) yang mendapat karunia berbagai kelebihan dari Allah swt dalam hidupnya.

Asma’ binti Abi Bakar, termasuk Assabiquunal awwaluun (kelompok orang yang pertama kali masuk Islam). Keislaman Asma’ termasuk dalam suasana “Sirri” , sembunyi-sembunyi, dan prosesnya-pun melalui berbagai tantangan dan hambatan dari kalangan kuffar quraisy.
Asma’ binti Abi Bakar, memiliki kecerdasan dan keberanian yang luar biasa, dan dalam catatan sejarah Asma’ termasuk “kunci” kesuksesan hijrah Nabi saw dari Makkah ke Madinah.

Asma’ binti Abi Bakar dengan kepiawaiannya, dan keberaniannya, tercatat selama tiga hari berturut-turut mengantar bekal makanan (di malam hari dalam keadaan hamil) ke gua Tsur tempat persembunyian sementara Nabi Muhammad saw Bersama Abu Bakar Asshiddiq. Itu semua dilakukan dalam keadaan hamil.

Wahai Kader 1912, Keberanian dan kekokohan imannya sangat luar biasa, dan termasuk salah satu dari sedikit orang yang berani melakukannya. Asma’ benar-benar sebagai sosok wanita di balik kesuksesan hijrah Nabi Muhammad saw. subhanalloh

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here