Ibrah Kehidupan #128: Asma’ binti Abi Bakar, Fakta Sebagai Wanita Pejuang Sejati (-5 Habis)

0
152
Foto diambil dari Abu-abu Putih

KLIKMU.CO-

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Setidak-tidaknya terdapat 39 tokoh wanita yang berpengaruh dalam sejarah Islam, salah satunya adalah Asma’ binti Abi Bakar. Ia adalah perempuan yang beriman teguh kepada Allah swt dan Rasulullah Muhamad saw.

Seorang wanita yang jujur, sabar, pandai bertobat, dan senantiasa berzikir; wanita yang rela merobek ikat pinggangnya untuk kesuksesan perjuangan Rasulullah saw, ialah Asma’ binti Abu Bakar. la adalah sosok mukminah yang memiliki kedudukan mulia, harga diri, dan keberanian luar biasa.
Di samping itu, ia juga adalah seorang penyair dan penulis natsr (prosa) yang memiliki logika dan bahasa yang fasih (fshohatul kalimah).

Asma’ binti Abi Bakar al-Qurasyiyyah at-Tamimiyah, putri dari seorang laki-laki muslim utama dalam Islam sesudah Rasulullah saw, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. Ibunya adalah Qatilah binti Abdul Uzza ibn Abdi As’ad ibn Nashr ibn Mâlik ibn Hisl ibn Amir al-‘Amiriyyah.

Asma binti Abi Bakar adalah sosok ibu dari seorang sahabat besar, Abdullah ibn Zubair r.a, dan saudara wanita dari Ummul Mukminin Aisyah r.a (isteri Rasulullah saw).

Berikut adalah beberapa fakta tentang Asma’ (yang dikumpulkan dari berbagai sumber) :

Pertama, Asma’ dilahirkan tahun 27 sebelum Hijrah. Asma’ 10 tahun lebih tua daripada saudaranya seayah, Aisyah, Ummul Mu’minin dan dia adalah saudara se-kandung dari Abdullah bin Abi Bakar Asshiddiq.

Kedua, Asma’ mendapat gelar Dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang), karena dia mengambil ikat pinggangnya, lalu merobeknya menjadi dua. Yang satu dia gunakan untuk sufrah (bungkus makanan untuk bekal) Rasulullah saw Bersama Abu Bakar. Yang satunya sebagai pembungkus qirbahnya pada waktu malam, ketika Rasulullah saw dan Abu Bakar Ash- Shiddiq transit (sembunyi sementara) di gua Tsur.

Ketiga, Asma’ ikut dalam Perang Yarmuk bersama suaminya, Az-Zubair, dan menunjukkan keberaniannya yang luar biasa. Dia selalu membawa sebilah pisau atau belati (sejak terlibat dalam pasukan Said bin Ash di masa fitnah), lalu diletakkannya belati itu di balik lengan bajunya atau kadang kala di atas kepalanya.
Ketika ditanyakan kepadanya: “Apa yang kamu lakukan dengan membawa pisau ini?” Asma’ menjawab :”Jika ada pencuri masuk ke rumahku, maka akan aku tusuk perutnya.” Siapapun yang berani membuat onar, maka pisau ini jawabannya.

Keempat, Umar ibnul Khaththab (ketika menjadi Khalifah) memberi tunjangan untuk Asma’ sebanyak 1000 dirham.
Asma’ meriwayatkan 58 hadits dari Nabi saw; Dalam suatu riwayat yang lain dikatakan : bahwa dia meriwayatkan 56 hadits (Al-Kazaruni, “Mathaali’ul Anwaar”).
Kelima, Asma’ adalah wanita penyair dan pemberani yang mempunyai logika dan bayan. Dia berkata dalam gubahan sya’irnya mengenai suaminya, Az-Zubair, ketika dibunuh oleh Amru bin Jarmuz Al-Mujasyi’i di Wadi As-Siba’ (5 mil dari Basrah) ketika kembali dari Perang Jamal : “Ibnu Jarmuz mencurangi seorang pendekar (Azzubair) dengan sengaja di waktu perang, sedang dia (Azzubair) tidak lari.

Hai, Amru, kiranya kamu ingatkan dia tentu kamu mendapati dia bukan seorang yang bodoh, tidak kasar hati, semoga ibumu menangisi, karena kamu telah membunuh seorang Muslim dan kamu akan terima hukuman pembunuhan yang disengaja.”

IBRAH DARI KISAH INI

Asma’ binti Abi Bakar, telah tertulis dengan tinta emas dalam sejarah umat Islam, bahwa dia adalah sosok wanita sholihah, peramah, penyabar, teguh pendirian, suka berderma pada hari ada rizqi tanpa menunggu esok, suka bertaubat, serta halus budi pekertinya.

Di balik kelembutan budi dan perilakunya itu, Asma’ ternyata seorang pejuang sejati. Seorang tokoh di balik kesuksesan hijrah Nabi Muhammad saw Bersama Abu Bakar Asshiddiq, terutama ketika keduanya bersembunyi di gua Tsur.

Asma’ dikenal dengan sebutan “Dzatun Nithaqain” pemilik dua ikat pinggang. Ini menunjukkan keteguhan dan tekadnya yang kuat dalam berjuang menegakkan kebenaran.

Asma’ merupakan salah satu dari sekitar 39 tokoh wanita muslimah berpengaruh dalam sejarah perjuangan Islam. ketokohan dan keberaniannya bukan karena pencitraan, melainkan teruji dan terbukti secara nyata lahir dan batin.

Wahai Kader 1912, Asma’ binti Abi bakar, Sebagai wanita Muslimah pejuang sejati, layak menjadi inspirasi bagi semua kader 1912, pejuang dakwah Islam amar makruf nahi munkar di muka bumi ini.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here