Ibrah Kehidupan #129: Ubaidah ibnu Al-Harits, Prajurit Pertama Pemegang Bendera Islam (-1)

0
316
Foto diambil dari Twitter

KLIKMU.CO-

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah, Ubaidah ibn al-Harits ibn Abdul Muthalib ibn Abdu Manaf. Ubaidah lebih sering dipanggil dengan nama Abu al-Harits atau Abu Muawiyah (anak pertamanya bernama Mu’awiyah). Ibunya bernama Sukhailah binti Khuza’i ibn al-Huwairits al-Tsaqafiyah.

Nama Ubaidah ibn al-Harits tidak begitu terkenal sebagaimana sahabat-sahabat Rasulullah saw. lainnya, namun perjuangan beliau dalam memberikan semangat dan kekuatan bagi kaum muslimin lainnya sungguh signifikan. Kiprahnya dalam membela Rasulullah saw. sangat dikagumi karena ia juga merupakan kerabat dekat Nabi yaitu sepupu Rasulullah saw.

Ubaidah ibn al-Harits memeluk agama Islam sebelum Rasulullah saw menjadikan rumah al-Arqam ibn Abu al-Arqam sebagai pusat kaderisasi dan penyebaran Islam. Beliau memeluk islam bersamaan dengan Abu salamah ibn Abdul Asad, Abdullah ibn al-Arqam al-Makhzumi, dan Utsman ibn Mazh’un.
Usia Ubaidah ibn al-Harits lebih tua sepuluh tahun dari Nabi Muhammad saw, tetapi Ubaidah memiliki kedudukan tersendiri di hadapan Rasulullah saw, baik karena kesetiaannya dalam membela agama Allah (islam) maupun kemampuannya di bidang diplomasi kemiliteran.

Ketika Rasulullah saw, mengizinkan para sahabat untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah), Ubaidah ibn al-Harits ikut hijrah bersama rombongan kaum muslimin. Beliau menempuh perjalanan hijrah ditemani oleh dua orang saudaranya yaitu al-Tufail dan al-Hishin ibn al-Harits, dan juga ditemani oleh Misthah ibn Utsatsah. Di Yatsrib (Madinah) mereka tinggal bersama keluaga Abdullah ibn Salamah al-Ajlani.

Memang terjadi sedikit perbedaan pendapat tentang siapa orang pertama yang memegang bendera Islam dalam peperangan? Apakah Hamzah, ataukah Ubaidah?.
Dalam riwayat Ibn Ishaq (ahli tarikh yang tsiqah) dijelaskan bahwa bendera pertama diberikan kepada pasukan sariyyah (pasukan sariyyah adalah pasukan perang yang tidak diikuti Nabi Muhammad saw secara langsung, karena lebih bersifat “penyusupan” atau Gerakan bawah tanah di daerah lawan) yang dipimpin oleh Ubaidah ibn al-Harits. Al-Thabari juga mengatakan bahwa kebanyakan ulama melihat bendera Ubaidah ibn al-Harits sebagai bendera Islam pertama yang diserahkan oleh Rasulullah saw.

Dalam perang Badar Ubaidah juga memainkan peran yang sangat penting. Perang badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua hijriyah. Pada peperangan Badar tersebut Rasulullah saw membawa 313 orang tentara, termasuk didalamnya Ubaidah ibn al-Harits, Hamzah ibn Abdul Muthalib dan Ali ibn Abi Thalib.
Dalam peperangan itu jumlah kaum Muhajirin sebanyak 77 orang dan kaum Anshar sebanyak 236 orang. Mereka membawa beberapa ekor kuda, 60 baju perang, dan 70 ekor unta. Mereka semua berjalan beriringan. Sementara pasukan musyrikin berjumlah kurang lebih 1000 pasukan.

Pihak Musyrikin membawa 200 ekor kuda, 600 baju perang, dan 700 ekor unta. Namun dengan jumlah pasukan dan perlengkapan yang jauh lebih besar itu mereka tak mampu mengalahkan kaum muslim yang jumlah personilnya lebih sedikit. Hasilnya: Kaum muslimin Menang.

IBRAH DARI KISAH INI:

Ubaidah Ibnu Al-Harits, salah satu sahabat Nabi Muhammad saw, Namanya tidak begitu popular di dalam kancah perjuangan Islam dibandingkan shabat-sahabat sesama Assabiquunal awwalun lainnya. Tetapi ternyata perjuangan beliau memberikan semangat dan kekuatan bagi kaum muslimin lainnya sungguh signifikan.
Ubaidah, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan Islam sebagai “orang pertama” pembawa bendera Islam yang diserahkan oleh Rasulullah saw.

Wahai kader 1912, Ubaidah, merupakan salah satu prajurit militant dalam perang Badar. Beliau siap perang tanding satu lawan satu yakni melawan Utbah (tokoh musyrikin Quraisy). Utbah berhasil dilumpuhkan dan mati di tempat, meskipun Ubaidah terkena luka parah berdarah-darah.
Memang berjuang di medan dakwah, di jalan Allah, kuncinya adalah keikhlasan, bukan riya’, apalagi sekedar pencitraan. Ubaidah telah melakukan hal itu secara kesatria.
Ubaidah ibnu al-Harits, adalah teladan dalam perjuangan yang patut dijadikan inspirasi.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here