Ibrah Kehidupan #133: Sumayyah binti Khayyath, Tercatat sebagai wanita Muslimah Pertama yang Mati Syahid (-2).

0
179
Foto dIambil dari Youtube.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Sumayyah sekeluarga merupakan orang-orang yang terawal memeluk agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw di Mekah. Kisah beliau yang masih dikenang adalah saat beliau sekeluarga ditangkap oleh Abu Jahal dan para begundalnya.
Dengan ketabahan hati Sumayyah sekeluarga serta taat setia mereka kepada Islam, mereka tidak gentar dengan siksaan-siksaan yang dilakukan oleh Abu Jahal dan anak buahnya.

Nabi Muhammad saw yang melihat kejadian tersebut juga tidak mampu berbuat apa-apa. Hal ini disebabkan, dalam tahap transisi, dan penerapan Islam secara utuh serta menyeluruh, lalu mengembangkannya sebagai risalah Islam ke seluruh penjuru dunia melalui dakwah dan jihad belum dapat dilakukan. Masih dalam tahap perintisan.
Nabi Muhammad saw hanya mampu bersabda, “Bersabarlah keluarga Yasir. Sesungguhnya kamu semua dijanjikan syurga.” Penegasan ini menunjukkan jaminan Rasulullah saw kepada mereka sekeluarga sebagai penghuni Syurga Jannatun Na’im.
Akhirnya dengan hunjaman lembing oleh Abu Jahal secara bengis, Sumayyah gugur mati syahid dan Sumayyah merupakan wanita pertama dalam Islam yang mati syahid.
Sumayyah, amat fenomenal, bermakna dalam mempertahankan kesucian Aqidah Islam yang telah diyakininya. Antara lain:

Pertama, Dialah yang telah berani menyatakan keislamannya secara terbuka. Dia merasa dengan keislamannya itu berarti telah memasuki gerbang kehidupan baru, yang akan membawa kepada ketenangan dan keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat.

Kedua, sanggup mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan kesucian Aqidah. Dengan keislamannya dia bukan hanya taat menjalankan ajaran yang diajarkan Nabi Muhammad saw, tetapi sanggup mempertahankan keyakinan itu dengan jiwa dan raganya.

Ketiga, memberi inspirasi yang baik kepada umat Islam baik pada masa itu maupun kepada umat Islam sedunia, bahwa dalam soal mempertahankan agama Islam tidak ada kata menyerah.

Keempat, memperteguh keyakinan dan ke-‘azam-an penganut Islam yang lain untuk meneruskan perjuangan.

Kelima, Siksaan terhadap Sumayyah sekeluarga sungguh sangat kejam dan keji. Kaki dan tangan mereka diikat, kemudian diseret ke tengah padang pasir yang panas terik. Sedangkan rumah mereka dibakar habis.

Keenam, Siksaan yang paling kejam dan belum pernah ada bentuk siksaan yang melebihi seperti yang dialami Sumayyah dan keluarganya. Dicucuk dan dipukul dengan besi panas. Ditikam dengan lembing oleh Abu jahal Pada Kemaluan Sumayyah. Kemudian dicungkil biji mata Sumayyah, serta dibenamkan ke dalam air.
Sungguh keji dan amat sangat keji. Tetapi Sumayyah dengan sabar sangat menikmati siksaan itu, lantaran janji Allah lewat sabda Rasulullah saw bahwa tempatnya nanti di akhirat adalah syurga jannatunna’im.

Di kemudian hari Sumayyah binti Khayyath dan suaminya Yasir, mempunyai anak tunggal bernama Ammar bin Yasir, juga merupakan sahabat Nabi yang sangat fenomenal mewarisi karakter ke dua orang tuanya terutama keteguhan aqidahnya, serta keikhlasan dan ketahanan mentalnya.

IBRAH DARI KISAH INI:

Sumayyah binti Khayyath, dikenal dengan panggilan Sumayyah saja, atas scenario Allah swt telah ditaqdirkan menjadi manusia yang kokoh aqidahnya, kuat mempertahankan agama Islam yang diyakininya, dan harus menerima siksaan yang tidak ringan dari kuffar quraisy.

Wahai kader 1912. Perjalanan hidup Sumayyah yang sangat fenomenal ini, dimaksudkan agar umat islam yang hidup di kemudian hari bisa mengambil Ibrah atau pelajaran yang sangat berharga, bahwa keimanan seseorang, perjuangan dakwah seseorang bukan tanpa resiko.
Dalam catatan sejarah umat Islam, perjuangan atau jihad itu memang harus totalitas, tidak setengah-setengah. Perjuangan atau jihad bukan hanya dengan semangat saja, tetapi dengan harta benda, jiwa raga, lahir batin, apa saja yang kita miliki untuk kepentingan “fii sabilillah” untuk kepentingan jalan Allah.

Tentang jihad semacam ini, dijelaskan oleh Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ -١٠- تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ -١١-
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Mau-kah kamu Aku Tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, (QS. As-Shof ayat 10-11).

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here