Ibrah Kehidupan #134: Sumayyah binti Khayyath, Terukir dengan Tinta Emas Sebagai Simbul Istiqomah dan Kesabaran.( Habis(

0
90
Foto dIambil dari Youtube.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Abu jahal merupakan orang yang berperan besar dalam menggalang orang-orang Quraisy untuk menyiksa kaum muslimin yang lemah. Jika dia mendengar seseorang yang cukup terpandang dan kuat telah masuk Islam, maka dia akan mengecam dan menghinanya. Dia berkata, “Engkau telah meninggalkan agama orang tuamu sendiri padahal itu lebih baik darimu. Kami akan menghinamu, memandang sebelah mata pendapatmu, dan menjatuhkan kehormatanmu”.

Namun. Jika yang masuk islam tersebut seorang pedagang, maka Abu Jahal akan berkata padanya, “Kami akan mempersempit peluang dagangmu dan menghancurkan kejayaanmu”. Sedangkan jika yang masuk Islam adalah orang lemah atau miskin, maka dia langsung memukulinya dan menggalang orang-orang Quraisy untuk memusuhinya.
Sementara Sumayyah ra., sahabat Rasulullah saw. yang agung, tetap tegar dalam menerima siksaan yang tidak pernah berhenti. Ia sabar terhadap intimidasi yang dilakukan oleh Abu Jahal layaknya seorang pejuang yang gagah berani dan menolak mengubah keyakinan barunya. Tekad Sumayyah tidak pernah surut dan iman yang telah mengangkatnya kepada derajat wanita-wanita agung dan sabar tidak pernah melemah.
Sejak keislamannya tersebar luas, Sumayyah sekeluarga hampir tiada hari tanpa siksaan dan ejekan yang dilakukan oleh kuffar quraisy.

Ketika terik matahari memuncak, mereka menyeret keluarga Yasir ke tengah lapang yang panas dan menyuruh mereka memakai baju besi. Mereka tidak diberi minum dan tetap dibiarkan terpanggang oleh sinar matahari. Mereka menerima penyiksaan yang bermacam-macam dari Bani Makhzum. Kala mereka benar-benar telah kepayahan, mereka dibawa pulang ke rumah kemudian disiksa kembali pada hari berikutnya.
Kondisi ini juga dialami oleh setiap orang yang menyatakan keislamannya secara terbuka, tapi beratnya siksaan yang mereka terima berbeda-beda. Sementara mereka hanya bisa bersabar dan menyerahkan segalanya kepada Allah swt., karena mereka yakin bahwa barang dagangan Allah (surga) sangat mahal. Mereka harus mengorbankan jiwa dan segala yang dimilikinya untuk dapat hidup di taman-taman suraga dan meraih keridhaan Allah yang Maha Pemurah.

Sumayyah ra. adalah orang yang pertama yang menyatakan keislamannya secara terbuka dan menerima penyiksaan dengan tabah demi tetap bertahan di jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Dia berada di garis depan wanita-wanita mukmin yang tulus dan segera menerima Islam, sehingga meraih kehormatan sebagai orang-orang pertama yang masuk Islam dan mendapat kabar gembira yakni masuk surga.
Ibnu Abdil Barr, menyanjung Sumayyah dan menyebut kesabaran dan ketegarannya. Ia menyatakan, “Sumayyah termasuk golongan para sahabat yang mengalami penyiksaan di jalan Allah dan sabar terhadap penderitaan yang menimpanya. Dia termasuk wanita yang menjadi simbul ke-istiqomahan dan kesabaran”.
Abdullah menuturkan, “Ada tujuh orang yang pertama-tama menyatakan keislamannya secara terbuka, Rasulullah saw., Abu Bakar, ‘Ammar, Ibu ‘Ammar (Sumayyah), Shuhaib, Bilal dan Miqdad. Mereka semua tidak berdaya kecuali Bilal. Dia merasa siksaan itu masih terlalu ringan, selama menjalaninya karena Allah. Dia tidak menghiraukan siksaan yang dilakukan oleh kaumnya, sehingga mereka menyerahkan Bilal kepada anak-anak yang menyeretnya di sepanjang jalan kota Makkah. Sementara Bilal terus mengucapkan, “Ahad… Ahad… (Allah yang maha Esa)”.

IBRAH DARI KISAH INI :

Telah tercatat dengan tinta emas dalam sejarah Islam, bahwa Sumayyah binti Khayyath adalah salah satu sahabat yang pertama-tama masuk islam. Sumayyah juga merupakan wanita pertama yang mati syahid dalam sejarah islam.

Kehidupan Sumayyah dan keluarganya, hampir selalu dipenuhi oleh siksaan-siksaan oleh kuffar quraisy, gara-gara keislamannya secara terbuka.
Penyiksaan atau terror yang dilakukan para kafir dibawah komandan Abu Jahal seringkali terhenti, bukan karena Sumayyah yang merasa kesakitan, tetapi karena para penyiksa sendiri yang kelelahan, bahkan sering putus asa karena yang disiksa (Sumayyah) tidak pernah mengeluh, apalagi tidak berhasil membujuk agar kembali ke ajaran nenek moyang semula.

Wahai kader 1912,bagaimanapun juga manusia Sumayyah adalah manusia biasa, fisiknya yang ringkih tidak akan mampu bertahan lama dalam penyiksaan. Sehingga penyiksaan demi penyiksaan mengakhiri kehidupan Sumayyah, dengan Abu Jahal sebagai eksekutornya. Sumayyah dibunuh dengan ditebas dengan tombak hingga menembus dadanya.
Menjelang wafatnya ia tetap istiqomah terhadap keyakinannya. Sampai sekarang, cerita tentang sumayyah diceritakan sebagai symbol kesabaran, keistiqomahan, kekuatan iman, dan ketangguhan iman. Sumayyah adalah mujahidah pertama dalam islam yang gugur sebagai syahidah. Beliau sadar bahwa kematian pasti akan datang, dan dia sedang menunggu kedatangannya.

Firman Allah : Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia Beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah ayat 8).

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here