Ibrah Kehidupan #135: Thalhah bin Ubaidillah, Pasang Badan Melindungi Nabi saw

0
257
Foto diambil dari al-ibra-net

KLIKMU.CO-

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya : Thalhah bin Ubaidillah, bin Utsman, bin Ka’ab, bin Said, al-Quraisyi.
Thalhah, termasuk konsultan Nabi saw, dan salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk syurga.
Thalhah mengikuti perang uhud dan menderita luka parah yang luar biasa. Thalhah telah pasang badan menjadikan dirinya sebagai perisai bagi Nabi saw, dan mengalihkan anak panah yang akan menancap pada diri Rasulullah saw dengan tangannya sehingga jari-jemarinya terputus.

Thalhah, adalah seorang pemuda quraisy yang memilih profesinya sebagai saudagar.
Meski masih muda, thalhah memiliki kelebihan dalam strategi berdagang. Ia cerdik dan pintar, hingga menyamai pedagang-pedagang lain yang lebih senior.

Pada suatu ketika, Thalhah dan rombongan pergi ke Syam. Di Bashra, Thalhah mengalami peristiwa menarik, yang mengubah garis hidupnya. Tiba-tiba ada seorang pendeta berteriak-teriak : Wahai para pedagang, apakah ada di antara tuan-tuan yang berasal dari kota Makkah ???. Iya aku penduduk Makkah sahut Thalhah.
Pendeta itu meneruskan : Sudah munculkah orang di antara kalian seorang lelaki bernama Ahmad ???. Ahmad yang mana? Balik tanya Thalhah.
Sang pendeta menjawab : Ahmad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bulan ini pasti sudah muncul sebagai Nabi, penutup para Nabi.
Kelak dia akan hijrah dari negerimu ke negeri berbatu-batu hitam yang banyak pohon kumanya. Dia akan pindah ke negeri yang subur makmur, memancarkan air dan garam.

Sebaiknya engkau segera menemuinya wahai anak muda. Demikian pungkas sang pendeta.

Ucapan pendeta itu begitu membekas di hati Thalhah bin Ubaidillah.
Tanpa Ba-bi-bu, Thalhah langsung pulang ke Makkah. Setibanya di rumah, dia bertanya kepada keluarganya : Ada peristiwa apa sepeninggalku dari rumah ? Anggota keluarganya menjawab : Ada, Muhammad bin Abdullah mengatakan dirinya sebagai Nabi, dan Abu Bakar assiddiq telah mempercayainya dan mengikuti apa yang dikatakannya.

Thalhah bergumam : Aku kenal Abu Bakar. Dia seorang yang lapang dada, penyayang dan lemah lembut. Dia pedagang yang berbudi tinggi dan teguh. Saya berteman baik, banyak orang menyukai majlisnya, dan Dia ahli sejarah quraisy. Demikian gumam dan kegelisahan Thalhah untuk segera menemukan jawabannya.

Thalhah langsung menemui Abu Bakar assiddiq dan bertanya : Benarkah Muhammad bin Abdullah telah menjadi Nabi, dan engkau mengikutinya ?
Abu bakar menjawab : betul. Kemudian Abu Bakar menceritakan kisah Muhammad sejak peristiwa di gua hira’ sampai turunnya ayat yang pertama kali. Abu bakar mengajak Thalhah untuk masuk islam.

Usai Abu bakar berceritera, thalhah ganti berceritera tentang peryemuannya dengan pendeta bashra. Abu bakar tercengang. Lalu Abu bakar mengajak Thalhah menemui Nabi Muhammad saw, dan menceritakan peristiwa yang dialaminya dengan pendeta bashra.

Di hadapan Rasulullah saw, Thalhah langsung mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya.

Peristiwa keislaman Thalhah menjadi Tranding topik sekaligus berita yang amat mengejutkan masyarakat makkah, terutama keluarganya. Berbagai bujuk rayu dari keluarga dan kaumnya untuk kembali ke ajaran nenek moyang tidak lagi dihiraukannya. Pendirian Thalhah tak dapat digoyahkan.

IBRAH DARI KISAH INI:
Thalhah bin Ubaidillah, salah satu sahabat Nabi Muhammad saw, yang anggun, cerdas, dan perwira.
Proses masuk islamnya cukup unik, tidak seperti para sahabat pada umumnya.

Ketika menjalankan bisnisnya di luar kota yakni Bashrah (sebagian ahli sejarah menulis Bushrah), Thalhah mendengar teriakan seorang pendeta, yang intinya mengabarkan telah datang seorang Nabi dari Makkah bernama Ahmad bin Abdullah bin Abdul Muthallib. Mendengar itu Thalhah langsung pulang, berdialog dengan rekan bisnisnya Abu Bakar assiddiq tentang peristiwa yang barusan dialaminya. Abu bakar pun mengiyakan bahkan mengaku telah masuk islam.
Thalhah pun bergegas menemui Rasulullah saw dan menyatakan keislamannya.

Pasca keislamannya, Thalhah menjadi sahabat setia Nabi Muhammad saw, bahkan di kemudian hari dalam pristiwa perang uhud, Thalhah telah sedemikian rupa mendampingi Rasulullah saw. Bahkan siap pasang badan menjadi perisai demi menjaga keselamatan Nabi Muhammad saw yang amat dicintainya. Hal ini dilakukan dengan resiko yang tidak kecil, dia harus terluka dengan banyaknya anak panah yang mengenai dirinya. Subhanalloh.

Wahai aktifis 1912, demikianlah salah satu cirikhas yang dimiliki oleh semua sahabat Nabi Muhammad saw, adalah ke- kokoh-an Aqidak mereka, kemantapan iman meteka, sehingga tak tergoyahkan oleh bujur rayu apapun. Hal ini terjadi pada diri Thalhah bin Ubaidillah.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here