Ibrah Kehidupan #142: Ummu Fadhl Lubabah, Wanita Teladan, dari Keluarga Terhormat (bagian-1)

0
152
Foto diambil dari SOCIALPRASASTISejarah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya ialah Lubabah binti al-Harits (Arab: لبابة بنت الحارث‎), bin Huzn bin Bajir bin Hilaliyah. Lubabah datang memeluk Islam sebelum hijrah, dan dia adalah wanita pertama yang datang memeluk Islam setelah Khadijah ummul mukminin, sebagaimana yang dituturkan oleh putranya Abdullah bin Abbas: “diriku sendiri dan Ibuku adalah termasuk orang-orang yang tertindas dari wanita dan anak-anak.”
Lubabah binti al-Harits, sering dipanggil dengan “Ummu Fadhl”, dan kadang-kadang juga akrab dipanggil “Lubabah al-Kubro”, adalah istri dari Abbas bin Abdul-Muththalib paman Nabi Muhammad. Ia adalah salah seorang sahabat nabi pada masa awal penyebaran Islam di Mekkah. Ummu Fadhl adalah salah satu dari empat wanita yang telah diterangkan (dipersaksikan sendiri) keimanannya oleh Nabi Muhammad saw. Keempat wanita tersebut adalah Maimunah, Ummu Fadhl Lubabah, Asma’ , dan Salma.

Dari pernikahannya dengan Abbas bin Abdul Muthollib, dikaruniai enam orang anak yang mulia dan pandai. dan belum ada seorang wanita pun yang melahirkan laki-laki semisal mereka. Mereka adalah Fadhl, Abdullah al-Faqih, Ubaidullah al-Faqih, Ma’bad, Qatsam dan Abdurrahman.
“Tak pernah ada wanita mulia yang melahirkan dari bibit suaminya, baik yang hidup di pegunungan maupun di dataran rendah, sebagaimana enam anak yang terlahir dari rahim Ummu Fadhl Lubabah,’’ ungkap Abdullah bin Yazid mengisahkan kemuliaan Ummu Fadhl Lubabah.

Lubabah/ Ummu Fadhl termasuk wanita yang berkedudukan tinggi dan mulia di kalangan para wanita. Rasulullah saw terkadang mengunjungi beliau dan terkadang tidur siang di rumahnya.
Rasulullah pernah bersaksi mengenai keutamannya dan saudara-saudaranya sebagai wanita-wanita yang beriman. Diantaranya yaitu Maimunah binti Al Harit adalah Ummul mukminin yang dinikahi nabi pada tahun 6 H, Asma’ binti Umais (menikah dengan tiga ahli surga yaitu Ja’far bin Abu Thalib dan setelah meninggal menikah dengn Abu Bakar lalu dengan Ali bin Abi Thalib, dan Salma istrinya Hamzah).
Adapun saudarnya yang lain yaitu Lubabah As Shugra, Ashma’, Izzah, Huzailah, dan Zainab binti Khuzaimah Al Hilaliyah. Dari pihak ibu Ummu Fadhl Lubabah juga merupakan bibi dari Khalid bin Walid yang mendapat julukan sebagai pedang Allah. Abu Bakar pernah menyebutkan bahwa sekarang tidak akan ada wanita yang mampu melahirkan anak seperti Khalid.

Ketika hamil, Ummu Fadhl Lubabah bertemu dengan Rasulullah saw di dalam area Hijr. Beliau menyapa, Ummu Fadhl pun membalas. lalu Rasulullah berkata “sesungguhnya engkau sedang mengandung anak laki-laki”. Dan setelah melahirkan, Ummu Fadhl segera membawa bayinya kepada nabi. Nabi saw pun “mentahnik” (menyampaikan ucapan selamat) dengan ludahnya.

Ketika selesai beliau berkata “Bawalah anakmu, kelak engkau akan mendapatinya sebagai anak yang pandai dan bijaksana”. Anak tersebut bernama Abdullah bin Abbas.
Namanya terukir indah di kalangan mufasir, masyhur dan selalu menjadi rujukan karena pendapatnya yang shohih. Abdullah bin Abbas adalah ulama’ besar, bergelar “Al-Bahr” (lautan) karena pengetahuannya yang luas. Ia tampan, gagah, tinggi tegap, berwibawa, cerdas, bijaksana dan berhati bersih. Nyaris saja sempurna.

IBRAH DARI KISAH INI:

Ummu Fadhl Lubabah, dikenal dengan panggilan Ummu Fadl, adalah salah satu shohabiyah (sahabat Nabi dari kalangan wanita) yang memiliki banyak keistimewaan. Di samping kepintarannya, kesabarannya, juga keberaniannya menghadapi kaum kafir quraisy yang memusuhi agama Allah (Islam).

Ummu Fadhl Lubabah, disebut oleh banyak periwayat sebagai sosok muslimah teladan. Selain memang keturunan dari keluarga terhormat, juga menurunkan keturunan yang mulia serta ilmuwan dan cerdas-cerdas. Salah satu puteranya adalah Abdullah bin Abbas, mufassir terkemuka.

Ummu Fadhl Lubabah, memiliki kedekatan dengan Nabi Muhammad saw, selain karena memang bibi beliau sendiri, juga karena Ummu Fadhl Lubabah pernah menjadi pengasuh cucu Nabi Muhammad saw yakni Hasan bin Ali. Ummu Fadhl Lubabah menyusui Hasan bin Ali, dan juga menyusui anaknya sendiri Qotsam.
Keteladanan Ummu Fadhl Lubabah, terlihat terutama dari hal kepandaian, kesabaran, dan keberaniannya membela agama Allah, agama Islam yang dicintainya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونوا أَنصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong agama Allah sebagaimana ‘Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong untuk menegakkan agama Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, “Kamilah penolong agama Allah,”.

Wahai pejuang 1912, ketahuilah bahwa mencintai agama Islam tidak cukup dengan pernyataan, atau retorika saja, tetapi harus diikuti dengan kesanggupan memperjuangkan, mendakwahkan, serta membela kepentingannya.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here