Ibrah Kehidupan #145: Utsman bin Mazh’un, Muhajirin Pertama yang Wafat di Madinah, Orang Islam Pertama yang dikubur di Baqi’ (-1)

0
233
Foto diambil dari Islampos

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah: Abu Saib Utsman bin Mazh’un, bin Habib, bin Wahb, bin Hudzafah (bukan Hudzaifah), bin Jum’ah Al-Qurasy. Lebih popular dengan panggilan “Utsman Bin Mazh’un” atau juga dipanggil “Ibnu Mazh’un” saja.
Ibnu Mazh’un (literasi Arab ‏عثمان بن مظعون), bersama Ubaidah bin al-Harits, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Abdul-Asad, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, bersama-sama masuk islam sebelum Nabi Muhammad S.A.W. masuk ke rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam.
Saudara-saudara Ibnu Mazh’un adalah, Abdullah bin Mazh’un, Qudamah bin Mazh’un, dan Zainab binti Mazh’un (Zainab binti Mazh’un adalah istri Umar Ibnul Khattab, dan merupakan ibu dari Abdullah bin Umar dan Hafshah binti Umar).

Utsman bin Mazh’un inilah yang pernah berniat membujang dan meninggalkan keduniawian, akan tetapi Nabi Muhammad saw melarangnya dari niat tersebut. Kemudian Utsman bin Mazh’un menikah dengan Khawlah binti Hakim dan dikaruniai putra : Abdurrahman dan As-Saib.
Utsman bin Maz`un (wafat 2 H/624 M), adalah salah satu sahabat Nabi saw, Ia termasuk cendekiawan Arab pada zaman jahiliyah, di antara yang pertama masuk Islam, mengikuti Perang Badar dan meninggal dunia sekembalinya dari perang tersebut.

Pada saat setelah diketahui Utsman bin Mazh’un wafat, Nabi Muhammad saw mencium keningnya sambil meneteskan air mata. Utsman bin Mazh’un inilah sahabat muhajirin pertama yang meninggal di Madinah. Dan Ibnu Mazh’un ini pula merupakan muslim pertama yang wafat dan dimakamkan di pekuburan Baqi’
Ibnu Mazh’un, menempati urutan ke-14 diantara para sahabat yang pertama menyambut dakwah Nabi Muhammad saw dan masuk Islam (Assabiquunal awwalun).
Keislaman Ibnu Mazh’un melalui proses yang cepat. Begitu mendengar dakwah dan ajakan Nabi Muhammad saw agar memeluk Islam, Ibnu Mazh’un langsung menerimanya dan bergabung dalam barisan kaum muslimin.

Tekadnya masuk Islam, bukan tanpa resiko. Ibnu Mazh’un ditempa oleh berbagai derita dan siksa, sebagaimana dialami oleh orang-orang Mukmin lainnya, dan alhamdulillah Ibnu Mazh’un termasuk dari golongan berhati tabah dan sabar.
Ketika Rasulullah saw mengutamakan keselamatan golongan kecil dari orang-orang beriman dan teraniaya ini, dengan jalan menyuruh mereka berhijrah ke Habasyah (Ethiopia-Afrika), dan beliau siap menghadapi bahaya seorang diri, maka Utsman bin Mazh’un terpilih sebagai pemimpin rombongan pertama Muhajirin ini.

Dengan membawa putranya yang bernama Saib, Utsman bin Mazh’un melangkahkan kakinya ke suatu negeri yang jauh, menghindar dari kekejaman musuh Allah, antara lain Abu Jahl, dan kebuasan orang Quraisy serta kekejaman siksa mereka.

IBRAH DARI KISAH INI:

Utsman bin Mazh’un, merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad saw yang memiliki keteguhan aqidah yang mantap. Sedemikian mantapnya aqidah yang dimilikinya sehingga tidak gentar menghadapi cacian, pelecehan, bahkan siksaan dari para kuffar quraisy.
Ibnu Mazh’un, termasuk “Assabiquun al-Awwaluun” yakni kelompok umat yang masuk Islam pada periode awal dakwah Nabi Muhammad saw, di kota Makkah al-Mukarromah.
Ibnu Mazh’un, pernah menjadi ketua rombongan kaum muslimin yang hijrah ke Habasyah (Ethiopia) gelombang pertama. Beliau juga mengikuti Hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah. Dan beliau juga mengikuti perang pertama kali yakni “perang Badar”.
Beberapa waktu setelah peperangan Badar, Ibnu Mazh’un meninggal dunia. Dalam catatan sejarah, beliau termasuk orang muhajirin pertama yang meninggal di Madinah. Dan merupakan orang islam pertama yang dikubur atau dimakamkan di pekuburan Baqi’ Madinah.

Kepada para aktifis 1912, di antara sekian banyak sahabat Nabi Muhammad saw yang teruji keimanan dan keperwiraannya, telah berkontribusi terhadap pengembangan dakwah Islam, salah satunya adalah Utsman bin Mazh’un ini.
Rasanya menjadi keniscayaan bagi kita meneladani kepribadian Ibnu Mazh’un, khususnya tentang kesederhanaannya, kezuhudannya, kesabaran dan ketabahannya menghadapi berbagai cobaan.

Bagi Ibnu Mazh’un berjihad fii sabilillah menegakkan kebenaran adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim, tua atau muda, miskin atau kaya tidak ada bedanya.
Siapapun yang bersungguh-sungguh berjihad di jalan Allah, pastilah Allah swt akan menunjukkan jalan-jalan kebaikan kepada orang tersebut.

Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 69 sebagai berikut :
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here