Ibrah Kehidupan #157: Uwais Al-Qorny, Malaikat Berebut Mengurus Janazah Uwais Al-Qorny (bagian -4 habis)

0
428
Foto diambil dari muslimahdaily.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Salah satu nasihat Uwais al-Qorniy adalah hendaknya kita merasa sangat takut kepada Allah, seakan-akan kita telah membunuh manusia seluruhnya.
Uwais al-Qorniy rahimahullah menyatakan: كُنْ فِي أَمْرِ اللَّهِ كَأَنَّكَ قَتَلْتَ النَّاسَ كُلَّهُمْ (Jadilah engkau dalam urusan Allah, seakan-akan engkau telah membunuh manusia seluruhnya). demikian riwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak, al-Baihaqiy dalam Syuabul Iman, dan Ibnu Asaakir dalam tarikh Dimasyq.

Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh pasukan musuh. Berita dari medan perang itu telah juga didengar oleh Uwais Al-Qorny. Segera Uwais mengetok (memukul-mukul) giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Demikianlah kuwalitas ketaqwaan seorang Uwais Al-Qorny.

Yahya bin Ma’in menyatakan: قُتِلَ أُوَيْسُ الْقَرَنِي بَيْنَ يَدَيِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلِي بْنِ أَبِي طَالِبٍ يَوْمَ صِفِّيْن
Uwais al-Qorniy wafat terbunuh di hadapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib pada hari perang Shiffin. Uwais ikut berperang di fihak Ali bin Abi Thalib menghadapi pasukan Mu’awiyah bin Abu Sufyan (al-Mustadrak alas Shohihayn, al-Hakim (3/455).

Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah banyak orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang-orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah banyak orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Uwais Al-Qorny telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal aneh yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang-orang yang tidak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qorny adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu banyak orang-orang yang telah siap melaksanakan proses penguburan/ pemakaman.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qorny? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai buruh penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Bahkan salah satu Riwayat mengatakan bahwa Sebagian penduduk yaman menyaksikan manusia asing yang banyak itu kakinya tidak menyentuh tanah. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu (Uwais).”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qorny dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qorny. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qorny.

Barulah di hari wafatnya mereka mendengar berita-berita kebenaran sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qorny adalah seorang sholeh, penghuni langit, dan teladan umat.

IBRAH DARI KISAH INI :

Subhanalloh, Jika Rasulullah saw suatu saat menyebut nama seseorang atau Sebagian dari sahabatnya, maka itu artinya Rasulullah saw atas petunjuk wahyu telah membukakan sebagian dari kerahasiaan langit tentang keistimewaan seseorang atau Sebagian dari sahabat Nabi saw tersebut.

Uwais al-Qorny (Abu Amr) adalah salah satu dari sekian banyak sahabat yang pernah disebut oleh Nabi saw sebagai orang yang sholeh. Tawadlu’, wara’ dan zuhud, telah menjadi “pakaian” hidupnya sepanjang masa. Hormat dan cintanya kepada Ibundanya menjadikan dia rela berbuat apa saja demi ketaatannya kepada sang Ibunda.

Sampai-sampai dengan rela dan ikhlasnya dia menggendong Ibunda menunaikan ibadah haji berjalan kaki dari Yaman ke Makkah melewati luasnya gurun pasir nan tandus, ratusan kilometer, dilaluinya pulang pergi dengan selamat.

Uwais al-Qorny, sosok yang sejak kecil sampai wafatnya berkubang dalam kemiskinan tetapi dia menikmati kemiskinannya itu. Sosok pribadi yang tidak banyak dikenal orang karena sesuai keinginannya sendiri tidak ingin dikenal orang dan dia menghindari pencitraan.

wahai saudaraku kader dan pendukung dakwah 1912, kesabaran merupakan modal dasar yang akan menghasilkan kekokohan akidah dan kesiapan berjihad. Begitu juga kesungguhan dalam berjihad akan mengarah kepada keberhasilan. Sungguh benar firman Allah swt dalam surat Ali Imron ayat 200 :
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here