Ibrah Kehidupan #162: Marwan Bin Hakam, Khalifah Hebat Dalam Waktu yang Singkat. (-1)

0
411
Foto diambil dari minanews.net

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya, Abu Abdul Malik Marwan, ibnu al-Hakam, ibnu Abil ‘Ash, ibnu Umayyah, ibnu ‘Abdis-Syams. lahir sekitar 623-626, dan meninggal April/Mei 685. Lebih popular dipanggil Marwan bin Hakam.
Marwan bin Hakam, sempat mengenal Nabi Muhammad saw pada masa hidupnya sehingga ia termasuk golongan sahabat Nabi. Sementara itu, ibu Marwan bernama Aminah binti Alqamah berasal dari kabilah Banu Kinanah, kabilah besar bangsa Arab yang menempati wilayah barat daya Mekkah hingga Tihamah, dan merupakan kabilah nenek moyang suku Quraisy.

Marwan bin Hakam, adalah khalifah Umayyah keempat, yang berkuasa kurang dari setahun pada 684-685. Tiga khalifah sebelumnya adalah : Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-681 M), Yazid ibn Muawiyah (681-683 M), dan Muawiyah ibn Yazid (683-684 M). Mu’awiyah bin Abu Sufyan merupakan khalifah pertama sekaligus pendiri dinasti Bani Umayyah, sedangkan dua khalifah penggantinya tidak terlalu signifikan prestasi kepemerintahannya.
Marwan bin Hakam merupakan Khalifah yang hebat tetapi dalam masa yang singkat. Ia adalah khalifah pertama dari trah Marwani (Marwan dan keturunannya), yang menjadi penguasa dinasti Bani Umayyah menggantikan khalifah-khalifah Sufyani (keturunan Abu Sofyan) yang kekuasaannya runtuh akibat Persetruan internal umat Islam tahap kedua. Persetruan internal umat islam tahap pertama adalah antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan.

Marwan bin Hakam, meskipun memerintah kurang dari satu tahun, tetapi memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang sangat positive dan sangat bermakna bagi umumnya umat Islam. Dia dianggap memiliki reputasi beragam. seorang sejarawan Clifford E. Bosworth menyebutnya sebagai panglima dan negarawan yang cerdik, cakap, tegas, dan berhasil melanggengkan kekhalifahan Umayyah, sedangkan riwayat-riwayat lain yang anti-Umayyah mengejeknya sebagai “Abul Jabaabirah” (bapak para tiran).
Marwan memulai kiprahnya pada masa pemerintahan sepupunya, Khalifah Utsman bin Affan (memerintah 644-656), saat ia menjabat sebagai katib (sekretaris) dan menjadi orang kepercayaan Utsman. Ia terluka saat menghadapi pemberontak yang mengepung rumah Utsman dan membunuh sang khalifah.

Marwan kemudian menjadi “wali kota” Madinah pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680), seorang kerabatnya yang mendirikan kekhalifahan Umayyah. Pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah (680-683), Perang Saudara Islam II pecah dan Marwan memimpin kubu Umayyah di Madinah melawan para penentangnya.
Setelah meninggalnya Yazid pada November 683, pemimpin anti-Umayyah di Hijaz, Abdullah bin az-Zubair, menyatakan diri sebagai khalifah dan berhasil mengusir Marwan dan kabilah Banu Umayyah dari Madinah ke negeri Syam, pusat kekuasaan dinasti tersebut. Khalifah selanjutnya Muawiyah bin Yazid, meninggal pada 684 dan kekuasaan Umayyah menyusut hanya di sebagian Syam. Banyak wilayah yang menyatakan tunduk kepada Ibnu az-Zubair.

Marwan bin Hakam, mengajukan diri sebagai khalifah pengganti Muawiyah bin Yazid dalam pertemuan kabilah-kabilah pro-Umayyah di Jabiyah di bawah pimpinan Ibnu Bahdal dari Banu Kalb. Para pemuka kabilah ini setuju memilih Marwan bin Hakam sebagai khalifah dan mereka mengalahkan pasukan Qais yang memihak Ibnu az-Zubair dalam Pertempuran Marj Rahith pada Agustus 684.

IBRAH DARI KISAH INI :

Marwan bin Hakam, sosok pemimpin yang fenomenal. Disebut fenomenal, karena Dialah orang pertama dari keluarga Marwani (trah Marwan) yang berhasil menjadi khalifah dinasti Bani Umayyah, menggantikan trah Sufyani yang sebelumnya berkuasa.
Marwan bin Hakam, bukan orang baru dalam perpolitikan Islam, karena sesungguhnya Dia telah pernah menjabat berbagai posisi terutama pada zaman kekhalifahan Utsman bin Affan, kebetulan Dia adalah sepupu Utsman bin Affan.

Selain itu Marwan bin Hakam, oleh para ahli sejarah dianggap mempunyai prestasi besar jika diukur dengan masa atau waktu memerintah yang kurang dari setahun, yakni berhasil mengkonsolidasikan Kembali kekuatan dinasti.

Mungkin ada Sebagian orang mengira bahwa posisi Marwan bin Hakam sebagai khalifah dinasti Bani Umayyah sebagai factor keberuntungan lantaran kedekatannya dengan keluarga kerajaan, atau lantaran dari keluarga elit suku quraisy. Tetapi kenyataan sesungguhnya ternyata Marwan bin Hakam bukan memanfaatkan modal sosial kedekatan dengan keluarga kerajaan ataupun elit Quraisy, melainkan karena kepribadiannya sundiri yang memang cerdas, ahli strategi, dan professional.
Marwan bin Hakam, merupakan khalifah yang hebat dan Singkat.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah KotaSurabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here