Ibrah Kehidupan #176: Abdurrahman ad-Dakhil, Peletak Fondasi Peradaban Islam di Eropa (-2)

0
181
Foto monumen Abdurrahman Ad Dakhil diambil dari ricones de Granada

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Abdurrahman Ad Dakhil dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berani. Ia memilih menaklukan Spanyol daripada harus merebut kembali kekuasaan khalifah dari Dinasti Abbasiyah. Dengan pasukan yang dihimpunnya selama perjalanan, ia kemudian menyerang Cordoba. Ia berhasil menaklukkan kota itu dan kemudian menjadikannya sebagai ibu kota kerajaan.
Setelah menjadi penguasa Andalus (Spanyol), Abdurrahman Ad-Dakhil menolak untuk tunduk kepada kekhalifahan Abbasiyah yang baru terbentuk karena pasukan Abbasiyah telah membunuh sebagian besar keluarganya.
Pada tahun 763 M, ia menyatakan bebas dari kekuasaan Abbasiyyah di Baghdad, meskipun demikian ia tidak mengumumkan dirinya sebagai “khalifah” atau dipanggil “Amirul Mukminin”, tetapi cukup dengan panggilan “Amir” saja, begitupun penguasa-penguasa berikutnya yang menggantikannya.

Baru pada masa Abdurrahman III yang naik takhta pada tahun 912 M, ia mengumumkan dirinya sebagai “khalifah” pada tahun 929 M. Inilah masa puncak keemasan Daulah Umayyah di Andalus, sebaliknya Daulah Abbasiyyah mengalami penurunan. Ibarat pepatah, Daulah Umayyah tenggelam di Damaskus, terbit kembali di Andalus.

Selama 32 tahun Abdurrahman Ad Dakhil berkuasa, silih berganti tekanan datang dari pihak Bani Abassiyyah, maupun dari kalangan tokoh muslim lain yang tidak menyukainya. Juga terjadi peperangan besar dengan pihak Kristen yang akhirnya malah memperteguh kekuasaannya di wilayah Andalus. Sejumlah orang dari bangsa Yamaniyun (Arab Selatan) tidak menghendaki Abdurrahman menjadi pimpinan mereka.

Abdurrahman pun kemudian membangun angkatan bersenjata yang professional, jumlahnya tidak kurang dari empat puluh ribu personel. Dia sadar bahwa Andalusia sangat mungkin diserang dari berbagai arah di lautan. Oleh sebab itu, ia kemudian membangun “armada perang laut” yang tergolong sebagai armada yang pertama kali di Andalusia. Armada ini menjadi armada perang laut terkuat di Barat dan Laut Tengah.

Abdurrahman Ad Dakhil tak hanya cakap dalam memimpin pasukannya. Di bawah kekuasaanya, Andalusia mencapai pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi, dan perkembangan peradaban yang sangat pesat. Suatu kemajuan yang belum pernah dicapai oleh Andalusia hingga saat ini. Cordoba bersaing dengan Konstantinopel dan Baghdad dari segi kemegahan, kemewahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan seni. Cordoba kemudian dikenal di barat sebagai sebagai Permata Dunia.

Para ahli sejarah sepakat menyatakan bahwa Abdurrahman ad-Dakhil, merupakan tokoh peletak fondasi peradaban Islam di Eropa. Meskipun kepemimpinannya selalu dalam bayang-bayang ancaman dari fihak dinasti Abbasyiyah yang berpusat di Baghdad, namun Abdurrahman ad-Dakhil sangat menyadarinya, dan terus memperkokoh kekuasaannya.

IBRAH DARI KISAH INI :

Abdurrahman ad-Dakhil, semula seorang pelarian dari keluarga Bani Umayyah di Damaskus, bahkan sempat mengembara selama sekitar tiga tahun. Akhirnya masuk wilayah Spanyol, dan mendirikan dinasti Bani Umayyah di Andalus (Spanyol), Eropa.
Abdurrahman ad-Dakhil lebih memilih mendirikan dinasti Umayyah di Spanyol, daripada merebut kembali dinastinya dari cengkraman dinasti baru Bani Abbasyiyah. Dia merasa bebas berkuasa di negeri seberang, dan tidak mau tunduk pada penguasa Abbasyiyah.

Abdurrahman ad-Dakhil, mampu membentuk Angkatan perang darat dan laut secara professional, dan merupakan Angkatan perang satu-satunya di Spanyol saat itu. Dia memproyeksikan Andalus (Spanyol) ke depan menjadi sentral peradaban Islam di Eropa. Berbagai infra struktur pendukung cita-cita nya itu terus diwujudkan.

Wahai generasi berkemajuan, jika suatu saat perjuangan anda mengalami kemandeg-an atau bahkan kegagalan, itu bukan berarti sudah kiamat. Masih ada peluang untuk meraih kembali keberhasilan demi keberhasilan. Tentu saja harus diikuti dengan kesungguhan dan kesabaran. Perjuangan menegakkan kebenaran adalah sebuah aktifitas sepanjang masa.

Firman Allah swt : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. Ali Imron : 200).

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here