Ibrah Kehidupan #178: Abdurrahman ad-Dakhil, Penerus jejak Thariq bin Ziyad, menuju Mercusuar Islam di Eropa (-4, Habis)

0
248
Foto monumen Abdurrahman Ad Dakhil diambil dari ricones de Granada

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Islam masuk ke Andalusia tahun 92 H. Saat itu Andalusia dikuasai oleh orang-orang Goth (Gothic). Dipimpin oleh Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad, kaum muslimin yang berada di Afrika Utara memasuki benua biru tersebut. Sejak awal masuk dan menguasai Andalusia, umat Islam langsung membangun pondasi-pondasi peradaban. Hingga Andalusia menjadi Menara ilmu dan agama di jantung Eropa.

Dari fakta awal ini dapat kita fahami bahwa Thariq bin Ziyad, merupakan sosok pejuang awal yang telah melakukan “babat alas” menancapkan Islam pertama kali di daratan Eropa. Setelah itu terjadi perubahan besar kondisi daratan eropa, ketika seorang pelarian dari Damaskus (keluarga Bani Umayyah yang dihancurkan oleh dinasti baru yakni Abbasyiyah) bernama Abdurrahman ad-Dakhil berhasil masuk ke daratan eropa (Andalusia / spanyol), dan kemudian mendirikan daulah Bani Umayyah-II yang sangat fenomenal.
Berdiri pada tahun 138, selama 100 tahun kedepan Dinasti Bani Umayyah-II ini dibangun oleh empat orang raja. Mereka adalah Abdurrahman yang mendapat laqob ad-Dakhil.

Kemudian anaknya yang bernama Hisyam. Setelah itu, cucunya yang bernama al-Hakam. Beriktunya, cicitnya yang juga bernama Abdurrahman. Masa ini adalah masa keemasan Daulah Bani Umayyah II di Andalusia/ spanyol.

Abdurrahman ad-Dakhil berhasil membangun kerajaan yang kuat. Pemerintahan yang stabil dan kokoh. Militer yang disegani. Dan markas-markas angkatan bersenjata yang strategis. Kemudian kekuatan itu ia wariskan kepada anak-anaknya. Pada masa inilah benar-benar menuju “Mercusuar” Islam di daratan Eropa.

Masa ini adalah periode terbaik yang belum pernah dicapai di masa-masa sebelumnya. Pada masa ini, orang yang menjalankan pemerintahan adalah al-Hajib al-Manshur bin Abi Amir. Sementara Khalifah Hisyam hanya sebagai simbol semata. Hal ini disebabkan usianya yang masih begitu muda. Ia masih anak-anak yang berusia 10 tahun saat sang ayah, al-Hakam al-Mustanshir wafat.

Al-Manshur adalah pemimpin terbesar dan terkuat yang pernah memimpin Andalusia. Kehebatannya melebihi Abdurrahman ad-Dakhil sekalipun. Jihad fi sabilillah begitu kuat di zaman ini. Al-Manshur memimpin hingga 50 pertempuran melawan Nasrani Spanyol. Tak sekalipun ia mengalami kekalahan. Untuk pertama kalinya seluruh wilayah Spanyol dikuasai oleh kaum muslimin.

Dari ketiga tokoh di atas, Thariq bin Ziyad lebih dikenal sebagai penakluk Spanyol karena jumlah pasukannya yang banyak dan keberhasilannya mengeksikusi setiap kebijakan. Sebagian pasukan yang dibawa olehnya terdiri atas orang-orang dari suku Barbar. Salah satu peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih dikenal oleh banyak orang adalah keberadaan Gibraltar (Jabal Tahariq), sebuah bukit tempat pertama kali Thariq menyiapkan pasukannya.

Dari sinilah dia mulai menguasai wilayah Spanyol lainnya. Thariq mampu mengalahkan Raja Roderick di sebuah wilayah bernama Bakkah. Kemudian pasukannnya mampu menguasai kota-kota penting seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibukota kerajaan).

IBRAH DARI KISAH INI :

Catatan demi catatan keberhasilan Abdurrahman ad-Dakhil, pada hakekatnya adalah proses keberlangsungan jihad memperjuangkan ketinggian agama Allah “Islam” di muka bumi ini.

Perjuangan menegakkan kebenaran, membawa Islam sebagai “rahmatan lil alamin” adalah proses Panjang, sambung menyambung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Islam masuk ke daratan Eropa-pun merupakan proses perjalanan Panjang yang dilakukan para pahlawan, tokoh syuhada’ yang mewakafkan hati dan fikirannya, fisik dan materialnya, untuk kepentingan Islam.
Abdurrahman ad-Dakhil, hanyalah salah satu dari para pejuang penegak panji Islam, penerus dari babat alas yang pernah dilakukan oleh Thariq bin Ziyad ketika memasuki wilayah eropa. Akhirnya benar-benar Islam menjadi mercusuar peradaban Eropa.

Wahai pegiat dakwah Islam berkemajuan, kesuksesan suatu perjuangan tidak bisa ditarget keberhasilannya dalam waktu satu tahun, dua tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya. Tetapi tanpa batas. Apa yang kita perjuangkan saat ini bisa jadi baru Nampak keberhasilannya seratus tahun yang akan datang.

Contoh riil, K.H. Ahmad Dahlan memperjuangkan “meluruskan arah kiblat” lebih dari se Abad yang lalu, sampai sekarang belum semua umat islam menerimanya. Ini adalah bukti nyata. Begitu juga perjuangan di bidang-bidang lainnya, semuanya membutuhkan waktu, dan kesabaran.
Wallahu a’lamu bis-shawab.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

Berita sebelumyaMensos Perintahkan Respon Cepat, Sofyan Segera Jalani Operasi
Berita berikutnyaKritik Simbol Megah Garuda di Ibu Kota Baru
Ferry Yudi AS. Asli arek Suroboyo, gemar berpetualang dan mencari hal hal yang baru dan penuh tantangan. Pria yang suka makan sate dan gule ini selain menjadi Wapemred KLIKMU CO- juga sebagai Ketua Majelis pelayanan sosial Muhammadiyah Surabaya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Ranting Muhammadiyah Jajartunggal, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, Direktur KLIK JODOH MU dan juga Founder sekaligus Owner dari MUST B TRAINING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here