Ibrah Kehidupan #174: Umar Bin Abdul Aziz, Misterius, Benarkah Beliau Wafat diracun oleh pembantunya? (Habis)

0
204

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Umar bin Abdul Aziz tidak memiliki usia yang panjang, ia wafat pada usia 40 tahun, usia yang masih relatif muda dan masih dikategorikan usia produktif. Namun, di balik usia yang singkat tersebut, ia telah berbuat banyak untuk peradaban manusia dan Islam khususnya.

Umar bin Abdul Aziz mempunyai tigabelas anak laki-laki, dan tiga anak perempuan. Mereka adalah Abdul Malik, Abdul Aziz, Abdullah, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Bakar, Al-Walid, Musa, Ashim, Yazid, Zaban, Abdullah. Sedangkan tiga anak perempuannya adalah, Aminah, Ummu Ammar dan Ummu Abdillah.

Pada saat Umar bin Abdul Aziz wafat, ia tidak meninggalkan harta untuk anak-anaknya kecuali sedikit. Setiap anak laki-laki hanya mendapatkan jatah 19 dirham saja, sementara satu anak dari Hisyam bin Abdul Malik (khalifah Bani Umayah lainnya) mendapatkan warisan dari bapaknya sebesar satu juta dirham. Namun beberapa tahun setelah itu salah seorang anak Umar bi Abdul Aziz mampu menyiapkan seratus ekor kuda lengkap dengan perbekalannya dalam rangka jihad di jalan Allah, pada saat yang sama salah seorang anak Hisyam menerima sedekah dari masyarakat.
Istri pertamanya adalah wanita yang salehah dari kalangan kerajaan Bani Umayah, ia merupakan putri dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan yaitu Fatimah binti Abdul Malik. Ia memiliki nasab yang mulia; putri khalifah, kakeknya juga khalifah, saudara perempuan dari para khalifah, dan istri dari khalifah yang mulia Umar bin Abdul Aziz, namun hidupnya sederhana. Istrinya yang lain adalah Lamis binti Ali, Ummu Utsman bin Syu’aib, dan Ummu Walad.

Beliau pula yang mencegah para khatib Jum’at mengakhiri khutbahnya dengan mencaci-maki Imam Ali dan keturunannya. Kita tahu Dinasti Umayyah ditegakkan lewat kemenangan tragis atas Ali bin Abi Thalib dan keturunnanya. Ini seolah menjadi musuh abadi mereka yang harus selalu dikutuk dan dicaci-maki di mimbar Jum’at.

Khalifah Umar bin Abdul Azis melarangnya meneruskan tradisi buruk ini dan mengganti ucapan terakhir khutbah Jum’at dengan ayat dari QS an-Nahl ayat 90, yang sampai sekarang berlanjut dibaca oleh para khatib.

Menjadi sebuah misteri tentang wafat atau meninggalnya Khalifah yang bijaksana Umar bin Abdul Aziz. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Abdul Aziz meninggal dunia karena diracun uleh pelayannya sendiri. Benarkah keterangan ini? Wallohu a’lam.

Konon pelayannya mendapat bisikan dari kelompok oposisi yang membencinya, juga sebagian keluarganya yang khawatir jika Umar terus melaksanakan kebijakannya, akan merugikan keluarganya sendiri dalam arti mereka tidak akan mendapatkan bagian (jabatan atau finansial yang memadai).

Pelayannya mengatakan bahwa Umar bin Abdul Azis menjelang wafat meminta pelayannya keluar karena dia telah melihat ada yang datang berkunjung yang “bukan manusia dan bukan pula jin”. Maksud Umar tentu kehadiran malaikat. Lantas pelayannya mendengar Umar membaca QS 28 ayat 83:

Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Ketika pelayannya kembali memasuki kamarnya, dia mendapati Umar bin Abdul Azis sudah wafat dengan wajah menghadap kiblat.

IBRAH DARI KISAH INI :
Umar bin Abdul Aziz, khalifah ke 8 dari dinasti Bani Umayyah, sosok pemimpin yang sangat fenomenal. Tercatat dengan tinta emas di dunia peradaban Islam sebagai pemimpin yang berwibawa, merakyat, zuhud, wara’ dan hidup sederhana.

Di balik kezuhudan, kewara’-an, dan kesederhanaannya itu tampaklah keberanian, ketegasan, dan dinamisasi kinerja pemerintahan. Juga kemampuannya melakukan perombakan total mind-set aparat dan pejabat dari sifat “status quo” menjadi dinamis, terus berubah menuju keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Dari banyak terobosan kebijakannya itu, Umar bin Abdul Aziz mendapat julukan : Umar bin Khattab-2, Khalifah ke-5 (dari khulafaurrasyidin), Pemimpin Teladan, Khalifah yang dielu-elukan.

Saudaraku generasi 1912, Allah telah memberi keistimewaan dan derajat yang tinggi kepada banyak hambanya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah swt.
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur’an)”. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala ummat”. (QS. Al-An’aam: 90).

Di antara deretan nama-nama besar itu, tersebutlah nama Umar bin Abdul Aziz, sang khalifah ke delapan dinasti Bani Umayah. Ketokohannya tidak diragukan lagi, keteladanannya membuat decak kagum setiap pembaca biografinya, lebih dari itu nama besarnya selalu digaungkan sebagai ikon keadilan setelah pendahulunya yakni Umar bin Khattab. Sungguh pribadi yang mengagumkan!

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here