Ibrah Kehidupan #207: Harun Al-Rasyid. Orang Eropa Menyangka Bahwa “Jam berdering” digerakkan Jin

0
149

KLIKMU CO-

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Diawali dari kisah kaisar wanita Bizantium yang bernama Ratu Irene. Wilayah Bizantium sukses dikepung oleh Harun Ar-Rasyid. Sang panglima, Harun al Rasyid menerima tawaran perdamaian dari Irene dengan syarat Bizantium membayar upeti secara rutin setiap tahunnya.

Pengepungan Konstantinopel terjadi saat musim dingin, dan utusan Irene datang menghadap sang panglima. “Ratu kami banyak mendengar tentang kehebatan anda sebagai seorang Jendral. Sekalipun engkau musuhnya, ia memujimu sebagai seorang ksatria.”

Harun tergugah dengan bahasa sang ratu, “Katakan pada ratumu bahwa aku akan melepaskan Konstantinopel dengan syarat ia mengirimkan upeti tahunan sebesar 70.000 koin emas kepadaku. Jika ia menepatinya, aku akan menjamin Konstantinopel tidak akan diganggu oleh serangan muslimin lainnya.” Akhirnya Konstantinopel tidak ditaklukkan pada tahun 798 M, kemilau koin-koin emas berhasil “menjadikan” mujahid ini menjadi sebaik-baik manusia.

Baghdad dan dunia Islam menjadi maju dan megah dengan kekayaan dunia yang menyilaukan mata. Upeti dari Bizantium otomatis mewajibkan Harun untuk melindungi Bizantium dari serangan musuh-musuhnya. Bersamaan dengan pengepungan yang dilakukan Harun, daerah-daerah seperti atarah, Ancyra, Cyprus dan Kreta kembali ke pangkuan Muslimin.

Ketika Irene wafat, ia digantikan oleh Nicephorus yang naik menjadi Kaisar Bizantium. Nicephorus berhasil naik tahta karena berkonspirasi dengan para uskup untuk menjatuhkan Irene. Nicephorus menolak membayar upeti dan menantang khalifah dengan mengirim sebuah surat;
Dari Nicephorus, Kaisar Romawi
Kepada Harun Raja Arab, Sesungguhnya kaisar putri yang berkuasa sebelum aku telah mendudukkan kamu pada posisi burung garuda raksasa, sedangkan dia sendiri menempatkan dirinya sebagai burung elang, sehingga membuatnya membawa harta-hartanya kepadamu.

Ini karena lemahnya seorang wanita dan kebodohannya. Jika kamu selesai membaca surat ini, maka kembalikan semua harta yang telah dia serahkan kepadamu sebelum ini. Jika tidak, maka pedanglah yang akan bermain untuk menyelesaikan permasalahan antara aku dan kamu!

Selesai mendengar pembacaan surat ini, khalifah Harun Al-Rasyid menjadi marah.
Orang-orang yang ada di sekitarnya segera mundur dan keluar dari ruangan karena khawatir terkena imbas kemarahan sang khalifah. Ia pun segera menulis surat balasan.

Lalu datanglah surat dari khalifah Harun Al-Rasyid, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Dari Harun ar-Rasyid, Amirul Mukminin, kepada Nakfur, Anjing Romawi.
Aku sudah membaca suratmu, jawabannya akan kamu lihat nyata dengan mata kepalamu, bukan sekedar kamu dengar. (Dalam Imam as-Suyuthi, Tarikh Khulafa hal.349) Pada hari itu juga khalifah menggerakkan seluruh mujahidin melakukan long-march ke pusat Bizantium, Konstantinopel.

Nicephorus kalah telak, ia mengajukan perdamaian dengan membayar upeti dan membebaskan tawanan Muslim. Harun menerima tawaran Nicephorus.
Seorang kaisar eropa Charlemagne, menyadari kehadiran Daulah Abbasiyah di kancah perpolitikan dunia, beliau berniat menjalin kerjasama dengan Harun Ar-Rasyid.

Maka dikirimnya tiga orang utusan kepada Harun Ar-Rasyid. Berbagai macam hadiah mewah diberikan cuma-cuma oleh Harun kepada ketiga orang utusan itu yaitu pahatan gading gajah raksasa, kain mewah, lilin, jam perunggu berlapis emas yang dibuat di Baghdad. Ketika jam dua belas siang berdering, terdapat ksatria yang keluar dari jendela. Mereka pikir ada sihir di dalamnya.

Seorang sejarawan barat Philip K. Hitti mengatakan, “Begitu jauhnya jarak peradaban antara Muslimin dan Eropa saat itu, sehingga ketika Khalifah Harun mengirimkan hadiah jam kepada Kaisar Charlemagne, orang-orang Eropa ketakutan karena mengira jam yang berdering itu digerakkan oleh jin-jin.”

IBRAH DARI KISAH INI:

Fakta yang tidak bisa dibantah, kehebatan perkembangan peradaban Islam telah sedemikian memukau “mata dunia”.

Peradaban Islam telah menjadi kiblat peradaban dunia lintas ras, suku dan agama. Agaknya memang sejalan dengan QS Al-Anbiya’ ayat 107 : Wamaa Arsalnaaka Illa Rahmatan Lil ‘Aalamiin. (dan kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Para ahli sejarah sepakat bahwa zaman keemasan peradaban Islam terjadi pada zaman Imperium Islam dinasti Bani Abbasiyah, khususnya zaman khalifah Harun Al-Rasyid dan putranya Al-Makmun.

Pada zaman keemasan peradaban Islam ini, perlu diketahui, dunia barat (eropa dan amerika) masih berada dalam zaman “kegelapan”. Mereka pada umumnya miskin inovasi, miskin pengetahuan. Sampai-sampai Ketika mereka mulai kontak dengan dunia Islam, mereka terkagum-kagum melihat dan mendengarkan “jam” penunjuk waktu yang sedang berdering, dikiranya itu sebuah permainan “sihir”.

Dan bahkan menduga bahwa suara dering jam itu digerakkan oleh jin-jin yang ada di dalamnya.
Peradaban Islam pernah memimpin dunia hampir tujuh abad lamanya, tetapi karena kurang waspada, dan mandeg-nya regenerasi, akhirnya perlahan tapi pasti sinar kecemerlangan Islam itu berangsur “redup”. Semoga segera mengalami kebangkitan Kembali peradaban Islam, sehingga dunia Islam Kembali menjadi kiblat-nya dunia. semoga

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here