Ibrah Kehidupan #22: Ali bin Abi Thalib, menantu Cerdas & Pemberani (4-habis)

0
147
Foto orang berkuda diambil dari Royal Indonesia Travel

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Sahabat Nabi saw, Ali bin Abu Thalib memiliki kecerdasan logis-matematis yang luar biasa. Beliau dikenal mempunyai kelebihan fisik yang sangat kuat, gagah serta pemberani di medan peperangan, juga dikaruniai dengan kecerdasan yang luar biasa, beberapa sumber sejarah menceritakan beliau mampu memecahkan persoalan matematis logis yang rumit hanya dalam hitungan detik!. Contoh soal Bilangan Bulat.

Dari sebuah sumber (website, http://archive.kaskus.co.id/thread/7197349/1), Satu hari seorang Yahudi datang kepada Sahabat Ali, dia tahu kalau Ali mempunyai kecerdasan lebih. Dia ingin mengajukan pertanyaan yang sulit sehingga Ali akan tak mampu menjawabnya. Si Yahudi berpikir dengan itu, dia akan mampu mempermalukan Ali di depan semua ummat.

Dia bertemu dengan Ali bertanya “Yaa Ali, berikanlah kepadaku sebuah angka, yang apabila kita bagi dengan angka 1 – 10, maka hasilnya SELALU bilangan bulat TIDAK PERNAH sebagai pecahan”.
Sahabat Ali hanya menatap si Yahudi seraya berkata “Ambillah jumlah hari dalam setahun dan kalikan dengan jumlah hari dalam satu minggu dan Anda akan memiliki jawaban Anda.” Orang Yahudi sontak kaget tetapi karena dia adalah seorang musyrik, dia masih tidak percaya dengan jawaban tersebut. Kemudian ia menghitung jawaban tersebut, yakni:
Jumlah Hari dalam Tahun Hijriyah = 360 hari. Jumlah Hari dalam Minggu = 7 hari
Perkalian keduanya = 360 x 7 = 2520.
Selanjutnya
2520/1 = 2520
2520/2 = 1260
2520/3 = 840
2520/4 = 630
2520/5 = 504
2520/6 = 420
2520/7 = 360
2520/8 = 315
2520/9 = 280
2520/10= 252

Subhanallah! Sungguh luar biasa!
Subhanallah. Kisah cerita di atas, sungguh-sungguh luar biasa. Hal ini dapat menunjukkan dan memperkuat pemahaman selama ini, terutama terkait paradigma baru kecerdasan yang digagas Gardner, multiple intelligences.

Howard Gardner (1983) mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, telah membuktikan kepada kita bahwa, kecerdasan adalah bagaimana kita dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat, tepat, dan bijak.
Setiap individu –siapa pun orangnya- pasti memiliki delapan kecerdasan dengan kadar kecenderungan yang belum tentu sama.

Termasuk juga kepemilikan kecerdasan matematis. Kalau sahabat Ali bin Abi Thalib –yang oleh Nabi saw disebut sebagai pintunya ilmu, maka –tentunya- Nabi Muhammad saw yang menjadi kotanya ilmu, juga memiliki kecerdasan logis-matematis yang luar biasa.

Kecerdasan Sahabat Ali bin Abi Thalib melewati proses matematika yang kompleks dalam hitungan detik! Karena itu, merupakan suatu keniscayaan jika Nabi Muhammad saw bersabda: “Aku adalah kotanya Ilmu, sedangkan Ali adalah pintu-pintunya”.

Ibrah dari kisah ini:
Fakta bahwa Ali Bin Abi Thalib adalah sosok manusia cerdas, tetapi juga pemberani dalam membela agama Allah. Pesan tulisan ini bukan untuk memprovokasi agar kita menjadi orang yang cerdas secara matematis, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat menemukan dan mengenali potensi kecerdasan kita masing-masing, kemudian dikembangkan, sehingga dapat sampai pada kondisi akhir terbaik. Setiap individu sesungguhnya adalah sang juara di bidangnya masing-masing. Halloo bagaimana dengan generasi 1912?

Foto Kyai Mahsusun Jayadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya diambil dari dokumen pribadi

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here