Ibrah Kehidupan #23: Hamzah Abu ‘Amaarah bin ‘Abdul Muthalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaaf al Quraisy al Haasyimi Sang “Singa Allah” (-1)

0
330
Foto singa dipadang pasir diambil dari blog ketenangan

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Siapakah yang dimaksud Singa Allah ini? Dia-lah Hamzah paman Nabi saw.
Nama lengkapnya adalah, Hamzah Abu ‘Amaarah bin ‘abdul Muthalib bin Hasyim bin ‘abdi Manaaf al Quraisy al Haasyimi (sangat popular disebut “Hamzah” saja), Ibunya bernama Haulah binti Wuhaib bin abdu manaf bin Zuhrah.

Hamzah merupakan paman Nabi Shalallahu alaihi wa salam, sekaligus saudara sepersusuan, serta kerabat dekatnya dari jalur ibu. Dilahirkan dua tahun sebelum Nabi Shalallahu alaihi wa salam lahir. Memeluk Islam pada tahun ke-enam kenabian setelah nabi memasuki Darul Arqaam, berdasarkan salah satu versi riwayat. Ada riwayat lain yang menyebutkan tahun ke delapan kenabian.
Hamzah, paman Nabi ini, terkenal dengan sebutan “Asadullah” (singa Allah) dan Sayyidusy-Syuhadaa’ (penghulu para syuhada’).

Di perang badar beliau berhasil menghempaskan beberapa tokoh musyrikin. Seperti Syaibah bin Rabi’ah, Thu’aimah bin Adi dan ‘Utbah bin Rabi’ah. Begitu pula pada perang Uhud. Hamzah Singa Allah ini berhasil menewaskan 30 orang lebih. Sebelum akhirnya gugur di tangan Wahsyi, budak milik Jubair bin Muth’im.

Di dalam kitab shahihnya (Shahihul Bukhari (7/367-368), ringkasan dari As Sunnah edisi Ramadhan (06-07) tahun XI/1428 H/2007 M), Imam bukhari menyebutkan kisah tentang kesyahidan Hamzah radhiallahu anhu secara rinci, sebagaimana yang diriwayatkan oleh sang pembunuhnya sendiri, yang akhirnya masuk Islam.
Wahsyi bertutur:
Sesungguhnya Hamzah telah membunuh Thu’aimah bin ‘adi bin al Khiyar (paman Jubair bin Muth’im) di perang Badar. Majikanku, (Jubair bin Muth’im), menawariku :”Jika engkau sanggup membunuh Hamzah, maka engkau merdeka”.
Wahsyi melanjutkan kisahnya :
Tatkala orang-orang bergerak pada tahun ‘Inin (peristiwa perang Uhud, penamaan ‘Inin didasarkan pada sebuah bukit di samping gunung Uhud yang dibatasi dengan sebuah lembah), aku pergi bersama mereka untuk berperang. Ketika mereka telah berbaris rapi, siap memulai peperangan majulah Siba’ (dari barisan kaum musyrikin), seraya sesumbar menyerukan tantangan,”Adakah yang ingin beradu tanding denganku?”
Maka keluarlah Hamzah dan menyahut, “Wahai Siba’, anak wanita pemotong kelamin wanita! (Ibu-nya Siba’ berprofesi sebagai tukang khitan anak perempuan), apakah engkau bersikeras menentang Allah dan RasulNya?”. Dengan gesit Hamzah akhirnya berhasil menghabisinya. (sementara) Aku bersembunyi mengintai Hamzah di balik batu besar. Begitu jangkauan mata tombakku berada pada posisi yang tepat, maka aku lemparkan ke arah perutnya bagian bawah hingga tembus melalui kedua pangkal pahanya. Itulah saat kematiannya.

Waktu pun berlalu. Dan setelah aku masuk Islam, ketika Nabi Shalallahu alaihi wa salam telah wafat, dan kemudian muncul Musailamah al kadzzab si nabi palsu. (Wahsyi berkata) :”aku akan pergi mencarinya, semoga aku bisa membunuhnya sebagai tebusanku atas Hamzah”. Dan ia pun pergi ikut mencari musailamah bersama kaum muslimin lainnya.

Tatkala menemukan Musailamah, maka aku lemparkan tombakku tepat mengenai dada Musailamah hingga tembus diantara dua pundaknya. Bersamaan dengan itu seorang Anshar ikut memukulkan pedangnya di kepala Musailamah”.

Ibrah dari kisah Ini:
Hamzah Singa Allah, seorang sahabat sekaligus paman Nabi Muhammad saw dan saudara sepersusuan Nabi saw.
Di masa sebelum masuk Islam, Hamzah dikenal sebagai seorang pemberani, cerdas dan tangkas, serta memiliki pengaruh yang kuat di kalangan suku quraisy.

Pasca keislamannya, Hamzah membaktikan dirinya, keperwiraannya, keperaniannya untuk mendukung Dakwah Nabi Muhammad saw, serta membela dan menjadi perisai (pelindung) bagi kaum muslimin di awal-awal perjuangan Islam (pasca Hijrah Nabi saw ke Madinah).

Tidak tertutup kemungkinan seseorang yang tadinya mencibir gerakan dakwah 1912 dan para kadernya. Tetapi setelah mendapat hidayah dan pencerahan dari Allah kemudian bergabung dan menjadi pejuang utama serta siap berkurban jiwa dan raganya. Semoga.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here