Ibrah Kehidupan #24: Hamzah bin Abdil Muththolib “Singa Allah”(-3 Habis)

0
317
Foto singa dipadang pasir diambil dari blog ketenangan

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Gugurnya Hamzah si Singa Allah di medan Uhud telah membuat gundah Rasulullah saw. Ada kejadian yang sungguh menyayat hati terkait gugurnya Hamzah sebagai Syuhada’ Uhud, bahwa jenazah Hamzah sempat dikoyak lambungnya oleh seorang perempuan pendendam “Hindun”, diambil jantungnya dan dikunyah-kunyahnya. Siapakah sebenarnya Hindun ini? Dan mengapa sampai se-nekad itu terhadap jasad Hamzah yang sudah tidak bernyawa?

Hindun, adalah seorang wanita yang pada masa jahiliyahnya adalah sangat benci terhadap Islam dan berdiri di barisan terdepan dalam memerangi Islam. Ia adalah Hindun binti ‘Utbah, istri Abu Sufyan, dan juga ibu dari Kholifah Umawiyah, Mu’awiyah bin Abi Sufyan.
Hindun, adalah seorang wanita cerdas dan terhormat, yang terlahir sebagai bangsawan Quraisy sehingga menjadikannya seorang wanita yang angkuh dan sangat keras kemauan, bahasanya fasih, ahli dalam bersyair, pandai menunggang kuda, mempunyai jati diri, dan mempunyai ide-ide cemerlang. Hindun adalah wanita yang sangat terkenal baik sebelum keislamannya maupun setelah itu.

Kebencian Hindun binti ‘Utbah terhadap Islam mulai bersarang di hatinya dari awal munculnya Rasulullah saw bersama dakwahnya. Dan setelah terjadinya Perang Badar, kebenciannya bertambah kuat dengan adanya dendam yang membara di hatinya kepada pembunuh ayah, paman dan saudara laki-laki nya di peperangan itu. Sampai-sampai ia bernadzar akan mengunyah-ngunyah jantung orang itu jika ia dapat membunuhnya.

Orang yang dimaksud adalah Hamzah.
Hindun binti ‘Utbah yang telah dikuasai amarahnya, membuat rencana yang sangat matang untuk melampiaskan dendamnya terhadap pembunuh orang-orang terdekatnya itu. Untuk tugas membunuh ia serahkan kepada seorang budak yang bernama Wahsyi yang ia janjikan kebebasan bila berhasil membunuh musuhnya yang tak lain adalah Hamzah bin Abdil Muththolib, paman Rasulullah saw dan saudara sesusuan beliau. Dan bila telah terbunuh maka ia sendiri yang akan mengambil jantungnyadan akan mengunyahnya, untuk menunaikan nadzarnya yang gila itu.

Ketika Wahsyi berhasil membunuh Hamzah, datanglah Hindun ke dekatnya dan langsung merobek perut Hamzah yang sudah tak bernyawa itu dan mengambil jantungnya lalu ia mengunyahnya kemudian memuntahkannya, sehingga ia sangat dikenal oleh masyarakat dengan sebutan “AAKILATUL AKBAAD” (pemakan jantung).

Tidak cukup dengan itu saja, ia juga mengambil hidung dan telinganya dan menjadikannya sebagai kalung.

Akan tetapi, ketika Fathu (penaklukan) Makkah, Allah tidak hanya membuka gerbang Makkah untuk kaum muslimin, tapi la juga membuka hati dan mata Hindun, bahwa semua yang dibawa dan yang disampaikan Rasulullah adalah benar-benar datang dari Allah Ta’ala.

Sampai-sampai Abu Sufyan yang sudah masuk Islam ketika itu, merasa keheranan ketika Hindun memintanya untuk mengantarkannya kepada Rasulullah untuk masuk Islam. Tetapi kemudian yang mengantar nya mengadap Rasul adalah Utsman bin Affan, dan beberapa wanita lainnya.

Setelah menjadi Muslimah, Hindun berusaha menghapus masa lalunya dengan ikut serta berjihad di Perang Yarmuk, dan di sana ia mendapatkan cobaan yang baik. la pernah berkata mengingat masa lalunya: “Aku pernah bermimpi berdiri di bawah matahari dan di dekatku ada tempat berteduh namun aku tidak bisa berlindung di bawahnya. Ketika aku telah masuk Islam, aku bermimpi seolah-olah aku telah masuk dalam lindungannya. Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kita kepada Islam”.

Dengan kata-kata inilah Hindun binti ‘Utbah menghibur dirinya sampai akhir hayatnya di masa kekhilafahan Umar bin Khoththob pada tahun 14 H. Semoga Alloh meridhoi-nya dan menempatkannya di surga Firdaus yang tinggi. Amin.

Ibrah dari kisah ini:
Seorang sahabat, seorang prajurit, perwira, dan paman Nabi Muhammad saw dengan gagah berani membela dakwah Rasulullah saw secara total.

Ia mendapat julukan dari Rasul sendiri “Singa Allah”. Perjuangannya yang totalitas mengantarkannya menjadi Syuhada’ Uhud. Tetapi Hamzah tetaplah hamzah, manusia biasa yang dihormati orang tetapi juga dibenci orang. Salah satunya adalah Hindun, sampai tega mengeluarkan jantungnya dan mengunyahnya. Hindun-pun manusia biasa. Pembenci Islam dan Nabi Muhammad saw.

Tetapi setelah mendapatkan hidayah dari Allah swt dan masuk Islam, beliau mengabdikan perjuangannya untuk Islam seakan ingin menghapus “masa lalu”-nya.
Wahai aktifis 1912, perjuangan anda yang totalitas untuk dakwah pencerahan dalam bingkai “Islam Berkemajuan”, mudah-mudahan mengantar anda menuju Syurga Allah swt.

Bagi yang selama ini masih membenci dakwah pencerahan dalam bingkai “Islam Berkemajuan” mudah-mudahan segera mendapat hidayah dari Allah swt. Dan segera bergabung dengan aktifis yang sudah ada.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya KH. Dr. Mahsun, M.Ag.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here