Ibrah Kehidupan #25: Hamzah bin Abdul Mutholib “Singa Allah” (-2)

0
473
Foto singa dipadang pasir diambil dari blog ketenangan

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Bagaimana ceritanya, sehingga Hamzah paman Nabi saw berjuluk “Singa Allah” ?
Di riwayat kan oleh Ibnu Ishaq di dalam kitab,” Sirah Ibnu Ishaq” dari Abdurahman bin Auf bahwa Ummayyah bin Khalaf berkata kepada nya, “Siapakah salah seorang pasukan kalian yang dada nya di hias dengan bulu bulu itu?”, aku menjawab “Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib”. Lalu Umayyah berkata Dialah yang membuat kekalahan kepada kami”.
Sementara itu Abu jahal yang telah mengetahui bahwa Hamzah telah berdiri dalam barisan kaum muslimin berpendapat perang antara kaum kafir Quraisy dengan kaum muslimin sudah tidak dapat dielakkan lagi. Oleh karena itu ia mulai menghasut dan memprovokasi orang-orang Quraisy untuk melakukan tindak kekerasan terhadap Rasulullah SAW dan pengikutnya.

Bagaimanapun Hamzah tidak dapat membendung kekerasan yang di lakukan oleh kaum Quraisy terhadap para sahabat yang memang dalam keadaan yang lemah. Hamzah berketetapan ingin menolong para sahabat nabi yang lemah dari ancaman dan intimidasi kaum kuffar quraisy.

Nabi Muhammad saw memberi julukan kepada pamannya Hamzah dengan “Asadulloh” (singa Allah). Tentu penamaan atau julukan ini tidak begitu saja diberikan tanpa alasan. Di antara kenyataan atau fakta di lapangan menunjukkan:

Pertama,  Bahwa Hamzah adalah seorang perwira, prajurit, dan “petarung sejati” yang sangat ditakuti oleh lawan dan disegani oleh kawan. Umayyah dan Abu Jahal termasuk orang-orang yang “keder” menghadapi Hamzah.

Kedua, Bahwa ke islaman Hamzah telah menjadi perisai dan benteng pelindung bagi kaum muslimin lain nya. Lebih dari itu menjadi daya tarik tersendiri bagi kabilah-kabilah Arab yang ada di sekitar jazirah Arab untuk lebih mengetahui agama islam lebih mendalam.

Ketiga, Sejak memeluk islam, Hamzah telah berniat untuk membaktikan segala keperwiraan, ke perkasaan, dan juga jiwa raga nya untuk kepentingan da’wah islam. Hamzah sangat yakin bahwa jika suatu kebenaran agama Islam telah nyata, maka haruslah diperjuangkan dengan segenap kekuatan yang ada.

Keempat, Pasukan kaum muslimin yang pertama kali di kirim oleh Rasulullah SAW dalam perang Badar, di pimpin langsung oleh Hamzah, Si Singa Allah, bersama Ali bin Abu Thalib. Ini menunjuk kan keberanian nya yang luar biasa dalam mempertahan kan kemuliaan agama islam, hingga akhir nya kaum muslimin berhasil memenang kan perang tersebut secara gilang gemilang. Banyak korban dari kaum kafir Quraisy dalam perang tersebut.
Itulah fakta di lapangan tentang Hamzah. Karena itu tidaklah mengherankan jika Rasulullah SAW menjuluki nya dengan sebutan “Asadullah” yang berarti singa Allah.

Ibrah dari kisah ini:
Hamzah bin Abdul Muthollib, seorang paman Nabi Muhammad saw merupakan salah satu dari sekian banyak sahabat Nabi yang memiliki kekokohan iman, kemantapan aqidah, keberanian, dan keperwiraan yang tinggi.

Hamzah bin Abdul Muthollib, adalah seorang “Petarung sejati” , dan telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan dakwah Islam, serta menjadi perisai bagi kaum muslimin terutama pada masa-masa awal perjuangan menghadapi kaum musyrikin. Hamzah, paman Nabi saw berani menegakkan kebenaran sekaligus berani menanggung risiko apapun yang harus dihadapi, hatta nyawa sekalipun.
Generasi  dan para kader1912 sepatutnya menjadi pejuang, prajurit, petarung sejati, yang siap berjihad berdakwah islam amar makruf nahi munkar, dan siap menanggung risiko apapun yang terjadi.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya KH. Dr. Mahsun, M.Ag.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here