Ibrah Kehidupan #38: Abu Hurairah, Bapak-nya Kucing (-1).

0
146
Foto ilustrasi diambil dai sahabatamrullah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Siapa yang tidak kenal dengan nama “Abu Hurairah” ?. Hampir bisa dipastikan bahwa semua umat Islam mengenal nama tersebut. Hal ini dimaklumi karena Abu Hurairah adalah salah satu sahabat Nabi saw yang paling banyak meriwayatkan hadits, bahkan beliau termasuk yang paling banyak hafalan haditsnya. Di samping itu Beliau termasuk salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi saw, selalu mengikuti dakwah Nabi saw ke manapun pergi.

Nama aslinya adalah Abdus Syamsi Ibnu Sakhr Ad-Dausi, beliau berasal dari kampung Daus di negeri Yaman. Pasca keislamannya Nabi saw memberinya nama baru yakni Abdurrachman Bin Sakhr Ad-Dausi.

Kampung Ad-Daus, negeri Yaman, adalah daerah yang mulanya selalu menentang risalah kenabian Nabi Muhammad saw, sampai pada suatu saat datanglah seorang sahabat Nabi saw bernama Thufail bin Amru Ad Dausi Radhiallahu anhu yang pernah bertemu Nabi Muhammad saw dan mengikrarkan islamnya sebelum hijrahnya Nabi Saw, ke Madinah. Tufail bin ‘Amru Ad Dausi yang mendakwahkan Islam kepada kaumnya Ad Daus, namun tidak ada dari kota Ad Daus yang menerima Islam kecuali hanya satu orang yaitu Abdus Syamsi Ibnu Sakhr Ad-Dausi.

Kesukaan bekerja menggembala kambing serta selalu mengikuti gerakan kumpulan kambingnya yang banyak untuk merumput, mengharuskan dirinya istirahat di tempat-tempat teduh melepas Lelah. Dan hiburan utama yang menemaninya adalah kucing kesayangannya.

Sebenarnya kesukaan Abdurrachman Bin Sakhr terhadap kucing ini terinspirasi oleh Nabi Muhammad saw sendiri bahwa beliau adalah penyayang binatang, dan Nabi saw punya kucing lucu yang diberi nama “Mu’ezza”. Nabi saw sangat menyenagi mu’ezza dan Mu’ezza pun senang dan nurut kepada Nabi saw.

Abdurrachman Bin Sakhr mengikuti jejak Nabi saw, memelihara kucing, digendongnya, dielus-elusnya, dibawa serta ketika menggembala kambing. Pendek kata kemanapun pergi selalu membawa serta kucing kesayangannya. Nah karena kecintaannya pada kucing itulah akhirnya teman-teman sesame sahabat Nabi saw memberinya julukan “Abu Hurairah” yang artinya “Bapaknya Kucing”.

Nama atau panggilan “Abu Hurairah” ini akhirnya lebih popular dan lebih dikenal di masyarakat daripada nama pemberian Nabi saw “Abdurrahman Bin Sakhr Ad-Dausi” ataupun nama aslinya sendiri “Abdus Syams Ibnu Sakhr Ad-Dausi Al-Yamani”.

Abu Hurairah, dikenal mempunyai ketajaman ingatan yang luar biasa. Abu Hurairah senang sekali mengikuti dan berada di dekat Rasulullah saw. Dengan kemampuan daya ingatan yang sangat tajam, beliau pernah diuji oleh beberapa orang terkait ketajaman ingatannya akan hadits-hadits Rasulullaah saw yang diriwayatkannya.

Suatu hari Abu Hurairah dipanggil oleh seseorang yang mengaku ingin belajar hadits-hadits Rasulullaah saw. Dengan senang hati Abu Hurairah menyampaikan beberapa hadits dari Rasulullaah saw, dan ternyata tanpa sepengetahuannya, di balik tabir ada seseorang yang bertugas mencatat semua hadits yang beliau sampaikan.

Kemudian setelah beberapa tahun, orang tersebut memanggil Abu Hurairah lagi dan menanyakan tentang hadits-hadits yang beliau sampaikan beberapa tahun sebelumnya itu. Hasilnya, semua terkesima karena semua yang Abu Hurairah sampaikan sama persis dengan apa yang dicatat oleh orang-orang yang mengujinya tersebut tanpa berkurang atau berlebih satu kata pun. Akhirnya semua orang mengakui, bahwa Abu Hurairah memang memiliki kemampuan mengingat yang baik dan prima. Inilah salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada salah satu sahabat nabi saw Abu Hurairah.

Ibrah dari Kisah ini:
Abu Hurairah, salah satu sahabat Nabi Muhammad saw yang selalu setia mengikuti Nabi berdakwah kemanapun pergi. Seorang perantauan dari Negeri Yaman, seorang yang begitu taat dalam beragama, tetapi juga termasuk sahabat nabi yang “miskin”.

Tetapi kemiskinannya tidak menjadikannya lemah apalagi putus asa dalam hidup. Dia bekerja meskipun menggembala kambing. Dan mempunyai kesukaan memelihara kucing. Sehingga menjadi populeh dengan panggilan “Bapaknya Kucing”.

Meskipun seorang Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang miskin, tetapi beliau diberi keistimewaan oleh Allah swt yakni memiliki kekuatan ingatan yang sangat tajam dan prima. Dari keistimewaan inilah beliau dipercaya meriwayatkan banyak hadits Nabi Muhammad saw.

Kemiskinan, atau kekurangan dalam hal materi, tidak ada hubungannya dengan kelemahan, kemalasan, apalagi keputus asaan dalam berjuang. Jadi, Jika aktifis 1912 ada yang yang kebetulan berkekurangan dalam hidup, tetap teguhlah dalam hidup, semakin mendekatkan diri kepada Allah, semoga Allah akan memberikan kepada anda keistimewaan, serta marwah yang mulia. amin

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here