Ibrah Kehidupan #40: Abu Hurairah, Bapak-nya Kucing (-3)

0
116
Foto ilustrasi diambil dai sahabatamrullah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai  Mahsun Jayadi*

Bakti Abu Hurairah Kepada Ibunya
Di suatu malam abu hurairah pernah keluar rumah, dan ini diluar kebiasaan. Maka orang-orang bertanya kepada Abu Hurairah kenapa ia keluar rumah, beliau menjawab “tidak ada yang membuatku keluar rumah kecuali rasa lapar”. Mereka juga berkata, “kamipun begitu juga, tidak ada yang mengeluarkan kami dari rumah kecuali rasa lapar”.

Akhirnya, kami mendatangi Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam mengadukan rasa lapar kami, lalu Rasulullah mengeluarkan mangkuk yang berisi beberapa kurma, setiap satu orang yang datang di berikan dua buah kurma. Rasulullah mengatakan, “makan dua buah kurma ini dan perbanyaaklah minum air, ini akan mencukupimu untuk hari ini” ( malam ini).

Dalam riwayat itu disebutkan, Maka Abu Hurairah-pun memakan satu buah kurma dan sisanya yang satu disimpannya. Rasulullah saw menanyakan, “untuk apa kau simpan kurma mu? Bukankah kau sangat lapar?”, Abu Hurairah menjawab “aku simpan ini untuk ibuku”. Lalu Rasulullah saw berkata, “makanlah yang satu tadi, nanti kuberikan tambahan untuk ibumu”.

Kisah Masuk Islamnya Ibunda Abu Hurairah

Abu Hurairah pernah bercerita, “ dahulu ibuku masih dalam keadaan musyrik, setiap saat aku selalu mendakwahkannya agar memeluk agama islam, sampai di suatu hari saya mendengar perkataan ibuku yang sangat buruk yang ia layangkan untuk Rasulullah saw, aku langsung mengadu kepada Rasulullah saw seraya menangis lalu aku meminta Rasulullah saw untuk mendoakan ibuku, maka Rasulullah saw berdoa : Allahumma ihdi Umma Abi Hurairah (Ya Allah berikanlah hidayah kepada ibunda Abu Hurairah).

Maka setelah Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam mendoakan ibuku, aku kembali kerumah ingin mendakwahinya lagi dan mengabarkan bahwa ia telah di doakan Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam, namun setibanya aku di rumah, pintu rumah ku terbuka, aku medengar suara gemercik air, lalu saat aku ingin masuk, terdengar suara ibuku berkata, “janganlah kau masuk”. Kemudian keluar ibuku yang telah memakai penutup kepala dan tubuhnya seraya mengatakan : Asyhadu An Laa ilaaha Illa Allah, Wa Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluh.
Ya, ibuku mengucapkan kalimat syahadat, ibu ku menjadi seorang muslimah.

Aku langsung lari kembali kepada Rasulullah saw seraya menangis kegirangan layaknya aku menangis tadi karena kesedihan, aku kabarkan kabar gembira ini kepada Rasulullah, lalu ia berdoa,
اللَّهُمَّ حَبِّبْ عُبَيْدَكَ هَذَا وَأُمَّهُ إِلَى عِبَادِكَ المُؤْمِنِيْنَ، وَحَبِّبْهُمْ إِلَيْهِمَا
“Ya Allah jadikanlah hambamu ini (abu hurairah) dan ibunya orang yang di cintai oleh kaum mukminin, dan ia berdua juga cinta kepada kaum mukminin”.

Sisi lain dari kehidupan Abu Hurairah adalah Semangatnya untuk selalu menambah Ilmu, khususnya ilmu hadits. Sahabat yang mulia ini terkenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan hadist, tercatat sekitar lebih dari 5000 hadist yang di riwayatkan lewat jalurnya.

Memang semangatnya Abu Hurairah dalam ilmu hadist telah diketahui oleh Rasulullah saw.

Di riwayatkan bahwa beliau pernah berkata, “aku membagi malamku tiga bagian pertama untuk membaca Al Quran, sebagian lain untuk tidur, sebagian lagi untuk mengulang hafalan haditsku” yang aku terima atau dengar dari Rasulullah saw.

Ibrah dari Kisah ini:

Abu Hurairah, Bapaknya Kucing. Seorang yang serba kekurangan, miskin, sering kelaparan baik siang maupun malam. Tetapi dalam kekurangannya itulah sekaligus tersimpan kekuatan dan kelebihannya.

Beliau tidak pernah sungkan atau pakewuh ketika menghadapi Rasulullah saw untuk menyatakan kebahagiaan ataupun kesedihannya.

Abu Hurairah, sangat hormat dan sayang kepada orang tuanya. Tetapi beliau juga pencari ilmu serta pengabdi untuk kepentingan agama yang ia yakini “Islam”. Abu Hurairah merupakan sosok mujahid (orang yang berjihad) dalam arti yang sebenar-benarnya dan seutuhnya.

Beliau telah berjihad secara maksimal sesuai dengan batas kemampuannya. Beliau dijanjikan oleh Rasulullah saw kelah di hari kiyamat merupakan salah satu dari kelompok pertama yang mendapat syafaat.

Wahai kader 1912, jika iman sudah mantap, mental sudah teruji, maka di manapun dan dalam posisi apapun, akan tetap istiqomah berjihad lewat persyarikatan, sesuai bidang keahlian masing-masing. semoga kader  1912 bisa meniru beliau.

Foto Tengah Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag bersama Raka dan Raki Jawa Timur

*Ketua Pimpinan  Daerah  Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here