Ibrah Kehidupan #50: Saad bin Abi Waqas, Pembawa “Yi Si Lan Jiao” di Guangzhou, China (-2).

0
484
Foto ilustrasi Saad bin Abi Waqas diambil dari tokoh muslim

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Karir militer Saad bin abi Waqas, dimulai saat dia terpilih sebagai salah satu anggota kesatuan pasukan elit pada perang Badar, Bersama saudaranya, Umair, yang kemudian gugur sebagai syahid Bersama 13 pejuang muslim lainnya.

Pada perang Uhud, Saad bin abi Waqas terpilih sebagai salah satu pasukan pemanah terbaik. Dia memiliki naluri berperang yang luar biasa, serta mempunyai kecanggihan ketepatan sasaran anak panah ketika membidik sasaran musuh.

Pada perang uhud ini Saad bin abi Waqas harus berjibaku melindungi Rasulullah saw terutama di saat para pemanah di puncak bukit “Rumad” meninggalkan tempat atau posisi yang telah ditentukan oleh Rasulullah saw. Bahkan dia sempat terkena sasaran panah musuh.

Puncak karir militer dan Kepahlawanan Saad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan Islam melawan tentara Parsi di Qadisiyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam. Bersama 30.000 pasukannya, ia berangkat menuju Qadisiyah. Di antara mereka terdapat Sembilan prajurit veteran perang Badar, lebih dari 300 relawan, yakni mereka yang pernah ikut serta dalam ikrar di Hudaibiyyah, dan 300 di antaranya adalah mereka yang ikut serta dalam memerdekakan Makkah bersama Rasulullah (fathu Makkah).

Lalu ada 700 orang prajurit organic terdiri dari putra para sahabat, dan ribuan wanita yang ikut serta sebagai perawat dan sejumlah pasukan elit. Jumlah keseluruhan mereka mencapai 30.000 prajurit.
Pasukan musuh yang datang untuk menentang pasukan tentara Muslimin, mereka semua berjumlah 120,000 ribu orang dibawah panglima perang kebanggaan mereka, Rustum.

Sebelum memulai peperangan, Umar bin Khattab yang menjadi khalifah saat itu, mengarahkan Saad bin abi Waqas menulis surat kepada Kaisar Parsi, Yazdagird dan Rustum. Isi surat itu mengajak mereka masuk Islam. Delegasi Muslim yang pertama berangkat menemui Yazdagird adalah Nu’man bin Muqarrin yang kemudian mendapat penghinaan dan menjadi bahan ejekan Yazdagird.

Untuk mengirim surat kepada Rustum, Saad bin abi Waqas mengirim delegasi yang dipimpin Rubiy bin Aamir. Rustum menawarkan segala kemewahan duniawi kepada Rubiy bin Aamir sebagai pembalasan dan penghinaan.

Namun ia tidak berpaling dari aqidah Islam dan menyatakan bahawa Allah SWT menjanjikan kemewahan lebih baik yaitu syurga. Para delegasi Muslim kembali setelah kedua pemimpin itu menolak tawaran masuk Islam.

Genderang perang-pun dimulai. Selama empat hari, peperangan berlangsung tanpa henti dan menimbulkan korban dua ribu Muslim dan sepuluh ribu orang Persia. Peperangan Qadisiyyah merupakan salah satu peperangan terbesar dalam sejarah dunia. Alhamdulillah Pasukan Muslim memenangi peperangan itu.

Ibrah dari Kisah ini :

Saad bin abi Waqas, sahabat Nabi saw yang termasuk “Assabiquun al-Awwaluun” (kelompok sahabat yang masuk islam periode awal).

Sejak usia muda beliau sudah terlihat kecerdasan dan keberaniannya, bakat militernya sudah Nampak sejak usia muda, bahkan menjadi salah satu sahabat yang gagah berani menerima dan melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Rasulullah saw kepadanya. Puncak karir militernya adalah ketika menjadi panglima perang dalam “Perang Qadisiyah”.

Berbekal prajurit 30.000 orang bisa mengalahkan tantara musuh dengan jumlah sekitar 120.000 prajurit.

Bagaiamana kader 1912 are you ready? Menjadi Tentara Allah

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here