Ibrah Kehidupan #54: Muadz bin Jabal, Usia Muda, Jihad Luar Biasa (-1)

0
339
Foto ilustrasi diambil dari radio rodja

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Nama lengkapnya adalah Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus. Kabilah Aus merupakan salah satu kabilah besar yang terpandang di Kota Madinah. Adapun panggilan sehari-harinya adalah Abu Abdurrahman. Ia memeluk Islam di usia masih sangat belia, 18 tahun. Di antara peristiwa bersejarah yang melibatkan namanya adalah peristiwa Baiat Aqabah. Muadz bersama 70 orang Yatsrib lainnya berjanji akan menyediakan tempat baru di negeri mereka, kalau Rasulullah saw dan para sahabat benar-benar akan berhijrah. Ia turut serta pula dalam Perang Badar dan seluruh perang yang dilakukan Rasulullah saw. Dari sini kita mengetahui, usia muda bukanlah penghalang untuk taat kepada Allah. Bukan penghalang melakukan amalan besar di dunia dan akhirat.

Muadz bin Jabal merupakan pemuda yang memiliki kedudukan besar di hati Nabi. Di antara hal yang menunjukkan hal itu adalah Nabi pernah memegang tangannya sambil berkata:

يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ
Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, sungguh aku mencintaimu.” (HR. Abu Daud no. 1522 dan An Nasai no. 1304.)

Muadz bin Jabal adalah seorang pemuda cerdas dan tampan, dengan postur tubuh yang tinggi, putih, rambutnya indah, matanya besar, alisnya bersambung, dan berisi badannya.” (Shifatu ash-Shafwah, 1/186).

Walaupun usia Muadz masih sangat muda, ia memiliki wawasan keislaman yang luas. Buktinya Nabi mengutusnya berdakwah ke Yaman setelah Perang Tabuk. Beliau antar Muadz ke ujung jalan sambil berjalan kaki, sementara Muadz berada di tunggangan kudanya. Di antara anak-anaknya adalah Abdurrahman, Ummu Abdullah.

Sejak Nabi hijrah ke Madinah, Muadz bin Jabal sangat intens berguru pada Nabi (mulazamah). Ia belajar Alquran dan ilmu-ilmu syariat langsung dari sumbernya. Hingga ia menjadi seorang yang paling fasih bacaan Alqurannya di antara para sahabat. Dan termasuk yang paling berilmu tentang hukum-hukum agama. Muadz merupakan salah satu dari penghafal Alquran terbaik di zaman Nabi saw .

Dalam satu kesempatan Nabi saw bersabda : “Belajarlah Alquran dari empat orang: Ibnu Mas’ud, Salim maula Abu Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab, dan Muadz bin Jabal.” (HR. Muslim).

Rasulullah saw pernah memberi satu do’a kepada Muadz bin Jabal, kemudian do’a ini masyhur pula dibaca oleh umat Islam. Beliau bersabda:

يا معاذ، إني أوصيك، لا تدعَنَّ أن تقول دبر كل صلاة: اللهم أعنِّي على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
“Hai Muadz, aku ingin memberi wasiat padamu. Jangan sampai kau lewatkan untuk membaca di setiap usai shalat, ‘Allahumma A’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu).” (Hadits Shahih riwayat Abu Dawud).
Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Muadz bin Jabal hendak bersafar.
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص، أن معاذ بن جبل أراد سفرًا فقال: يا نبي الله، أوصني. قال: “اعبد الله لا تشرك به شيئًا”. قال: يا نبي الله، زدني. قال: “إذا أسأت فأحسن”. قال: يا رسول الله، زدني. قال: “استقم وليحسن خلقك”.
Muadz berkata, “Wahai Nabi Allah, beri aku wasiat.” Nabi bersabda, “Sembahlah Allah dan jangan kau sekutukan dengan sesuatu apapun.” Muadz kembali berkata, “Wahai Nabi Allah, tambahkan lagi.” Beliau bersabda, “Jika kau meminta (bertanya), lakukanlah dengan baik.” “Tambahkan lagi”, pinta Muadz. “Istiqomahlah dan perbaguslah akhlakmu.” (Shahih Ibnu Hibban, Kitab al-Bir wa al-Ihsan, No: 529).

Ibrah dari Kisah Ini:

Muadz bin Jabal, merupakan salah satu sahabat Nabi saw yang cerdas dan kreatif. Anak muda asli Madinah ini masuk Islam dalam usia yang masih belia 18 tahun. Sahabat lain yang seangkatan dengannya antara lain Saad bin Abi Waqas dan Usamah bin Zaid.

Tetapi sungguh usianya yang masih muda telah benar-benar dimanfaatkannya untuk berjihad bersama Nabi saw dan para sahabat lainnya.

Muadz bin Jabal, “Usia muda, Jihad Luar biasa”. Mengikuti semua peperangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw, serta memiliki tingkat ketaatan dalam beragama yang sangat tinggi. Benar adanya sabda Nabi saw : gunakanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu.

Kader 1912 mari kita siapkan Muadz bin Jabal era Revolusi industri 4.0

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here