Ibrah Kehidupan #55: Muadz bin Jabal, Demi kepentingan Jihad, “SIAP 86-LAKSANAKAN” (-2)

0
174
Foto ilustrasi diambil dari radio rodja

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Muadz bin Jabal, salah satu sahabat Nabi Muhammad saw dari kalangan angkatan muda, telah mengabdikan dirinya sebagai mujahid yang sesungguhnya meskipun usianya masih tergolong muda belia. Kesungguhan jihadnya, keluhuran budinya, dan kedalaman ilmunya, telah mengantarkannya mendapat pujian baik dari Nabi Muhammad saw sendiri, maupun dari para sahabat lainnya.

Diriwayatkan dari Abu Bahriyah Yazid bin Qutaib as-Sakuni, ia berkata, “Aku memasuki Masjid Hums (salah satu kota di Suriah sekarang). Kulihat ada seorang pemuda keriting dikelilingi orang-orang. Kalau ia berbicara, seakan cahaya dan mutiara keluar dari lisannya. Aku bertanya, Siapa orang itu?” Orang-orang menjawab, “Muadz bin Jabal.” (Hilyatul Auliya oleh Abu Nu’aim, No: 815)

Dari Abu Muslim al-Khaulani, ia berkata, “Aku memasuki Masjid Damaskus. Ternyata kulihat ada sebuah halaqah besar diampu oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw. Ternyata ia seorang pemuda. Ia bercelak mata. Gigi serinya putih bersih. Jika orang-orang berbeda pendapat tentang satu hal mereka tanyakan pada pemuda tersebut. Aku bertanya pada orang di sebelahku, ‘Siapa dia?’” Mereka menjawab, “Itu adalah Muadz bin Jabal.” (Hilyatul Auliya oleh Abu Nu’aim, No: 813). Dari al-Waqidi, guru-gurunya menyampaikan, “Muadz adalah seorang yang tinggi, putih, rambutnya indah, matanya besar, alisnya bersambung, dan badannya padat berisi.” (Shifatu ash-Shafwah, 1/186). Demi untuk kepentingan izzul Islam wal Muslimin, dia selalu taat menerima perintah Nabi Muhammad saw. Tidak ada kata membantah, tidak ada kamus “lemot” atau “lama berfikir”. Setiap perintah untuk berjihad, dia selalu menjawab : SIAP-LAKSANAKAN.
Pujian Rasulullah saw.

Rasulullah saw adalah orang yang selektif dalam memuji. Beliau memberi pujian bukan sekadar basa-basi. Karena pujian beliau adalah sebuah rekomendasi. Menunjukkan bahwa orang yang dipuji bisa dijadikan rujukan bagi umatnya. Di antara sahabat yang banyak dipuji oleh Nabi Muhammad saw adalah Muadz bin Jabal radhiallahu ‘anhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أعلم أمتي بالحلال والحرام معاذ بن جبل
“Umatku yang paling tahu tentang halal dan haram adalah Muadz bin Jabal.” (HR. Turmudzi 4159, Ibn Hibban 7137 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda,
نعم الرجل أبو بكر، نعم الرجل عمر، نعم الرجل أبو عبيدة، نعم الرجل أسيد بن حُضير، نعم الرجل ثابت بن قيس بن شماس، نعم الرجل معاذ بن عمرو بن الجموح، نعم الرجل معاذ بن جبل
“Pria terbaik adalah Abu Bakr, Umar, Abu Ubaidah, Usaid bin Hudhair, Tsabit bin Qais bin Syammas, Muadz bin Amru ibnul Jamuh, dan Muadz bin Jabal.” (Ash Shahihah (875).
Dalam sabdanya yang lain, Nabi Muhammad saw memuji Muadz:
اسْتَقْرِئُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ: مِنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، وَسَالِمٍ، مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ، وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ
“Belajarlah Alquran dari empat orang: Ibnu Mas’ud, Salim maula Abu Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab, dan Muadz bin Jabal.” (HR. Muslim).
Nabi saw mengabarkan bahwa di hari kiamat, Muadz berada jauh di depannya para ulama. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنه يأتي يوم القيامة إمام العلماء بربوة
“Sesungguhnya dia (Muad bin Jabal) datang pada hari kiamat nanti sebagai pemimpin para ulama. di depan mereka sejauh lemparan yang jauh.” (HR. al-Hakim)

Ibrah dari Kisah ini:

Muadz bin Jabal, sungguh merupakan sosok sahabat yang sangat fenomenal. Seorang pendakwah muda yang sangat cerdas, kreatif dan berwibawa. Ilmu agamanya khususnya tentang halal dan haram sangat dalam. Aura penampilannya menyiratkan kesejukan, kedamaian, sekaligus ketawadlu’an. Tidak pernah berpikir Panjang ketika ada perintah dari Nabi Muhammad saw melainkan dengan jawaban : “Siap, Laksanakan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here