Ibrah Kehidupan #65: Ibnu Umar, Pengendali Dunia Menuju Akhirat (-3 )

0
177
Foto Ilustrasi diambil dari Republika

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Diriwayatkan dari Nafi’ (pelayan Ibnu Umar) berkata, “Apabila Ibnu Umar sangat mengagumi sesuatu dari hartanya, niscaya ia akan mempersembahkannya kepada Allah Ta’ala, maksudnya diberikan kepada orang yang menghendakinya, atau disedekahkan untuk kepentingan sabilillah.” Nafi’ berkata, “Dan hamba sahayanya mengetahui akan hal itu lalu ada salah seorang dari budak-budaknya bersemangat untuk beribadah di masjid, dan ketika Ibnu Umar melihat keadaan dirinya yang bagus tersebut, maka dia memerdekakan hamba tersebut, namun para sahabatnya berkata kepadanya, ‘Wahai Abu Abdurrahman (Ibnu Umar), demi Allah, tidaklah mereka itu kecuali hanya membohongimu.’ Ibnu Umar menjawab, ‘Barangsiapa yang berdusta terhadap kami karena Allah, niscaya kami tertipu karenaNya’, maksudnya Ibnu Umar tidak bergeming dengan protes para sahabat tersebut.” ( Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam al-Hilyah, 1/294)

Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) pada suatu malam yang sunyi telah bermimpi yang aneh. Dalam mimpinya itu, dia duduk di masjid sedang mengerjakan shalat. Kemudian melihat ada yang turun mendekati dia untuk mengajak pergi ke suatu tempat yang indah pemandangannya.

Lalu, Abdullah bin Umar menceritakan tentang mimpinya itu kepada saudaranya, yaitu Hafsah, istri Nabi saw. Sewaktu Nabi mendengarkannya, Nabi berkata, “Abdullah adalah seorang anak yang cakap, sebaiknya engkau (Ibnu Umar) setiap malam lebih banyak berdoa dan berzikir.”

Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) dengan perasaan senang dan ikhlas melaksanakan nasihat Nabi saw, beribadah sepanjang malam, istirahatnya berkurang. Pada waktu shalat ia menangis. Kadang-kadang air matanya keluar, dan mohon ampun kepada Allah. Sehingga, Rasulullah saw merasa belas kasihan kepadanya. Maka, beliau memberi julukan kepadanya yaitu “Anak muda yang cakap”.

Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) adalah pemuda teladan yang tekun beribadah dan senang mendekatkan diri kepada Allah swt. Apabila sedang membaca Al-Quran atau ketika shalat, dia menangis sampai tak sadarkan diri. Sebelum tidur, ia membentangkan sajadah untuk mengerjakan shalat. Setelah selesai, sajadah itu dibiarkan tetap terbentang di dekat tempat tidurnya. Sejenak ia tidur, lalu bangun lagi untuk mengambil air wudhu dan shalat malam. Begitu rutinitas setiap malam hingga waktu istirahatnya berkurang. Ia selalu memohon ampun kepada Allah. Semua itu dikarenakan rasa takwa dan takutnya kepada Allah swt.

Keistimewaan lain yang melekat pada diri Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) ialah keluasan ilmu, kerendahan hati, kebulatan tekad dan ketegasan pendirian, kedermawanan, serta keteguhannya pada contoh yang telah diberikan Rasulullah saw. Kepribadiannya yang sungguh mengagumkan nyaris tanpa cela sedikit pun. Orang-orang yang semasa dengan Abdullah bin Umar umumnya mengatakan: “Tak seorang pun di antara sahabat-sahabat Rasulullah yang lebih berhati-hati agar tidak terselip atau terkurangi sehuruf-pun dalam menyampaikan hadis Rasulullah sebagaimana halnya Abdullah bin Umar.”

Dikisahkan dalam satu perjalanan, ia di tengah jalan tiba-tiba dihadang seekor singa besar dan galak. Singa itu mengaum berkali-kali, seperti hendak memangsanya. Suaranya menggelegar, membuat bulu kuduk merinding. Abdullah bin Umar menghentikan untanya, lalu turun menghampirinya. Mendadak singa itu diam saja dan menjadi penurut. Kedua telinganya kemudian digosok-gosok secara perlahan oleh Abdullah bin Umar. Selang beberapa menit, singa itu mengibaskan ekornya, lantas pergi meninggalkan Abdullah bin Umar. Seseorang yang mengetahui peristiwa itu merasa takjub.

Ia segera mendekat, lalu bertanya kepadanya, ”Bagaimana caranya agar singa itu tidak menerkam Anda?”. Abdullah bin Umar menjawab, aku pemah mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Jika manusia hanya takut kepada Allah swt, maka tidak ada hal lain yang bisa menguasainya.” Orang itu langsung menganggukkan kepalanya, sementara Abdullah bin Umar melanjutkan perjalanannya.

Ibrah dari Kisah ini :

Lagi-lagi Ibnu Umar, profil teladan yang menakjubkan. Memang demikianlah para sahabat Nabi saw yakni kaum muslimin di periode awal Islam, telah mendapat bimbingan langsung ajaran Islam dari sumber pertama yaitu Nabi Muhammad saw.

Aqidahnya mantap, ibadahnya khusyu’, akhlaqnya terpuji, amal perbuatannya membahagiakan dirinya dan orang lain. Ibnu Umar adalah salah satunya. Beliaulah penegak Sunnah yang gigih, dan tak mudah tergiur oleh kemewahan dunia. Ibnu Umar tidak tunduk dikendalikan oleh dunia (harta benda), tetapi dunia dan harta benda-lah yang tunduk di bawah kendalinya. Semuanya untuk Allah swt.

kader 1912 mari niatkan hati dan kuatkan langkah kita songsong serta siapkan bekal abadi kita

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here