Ibrah Kehidupan #80: Ibnu Mas’ud, Pelayan Pribadi Nabi (-1)

0
797
Foto diambil dari alwaliyah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Secara berturut-turut telah penulis tampilkan 4 (empat) sahabat Nabi Muhammad saw yang sama-sama mempunyai nama “Abdullah”. Mereka sama-sama memiliki kehebatan, kecerdasan, keperwiraan, kezuhudan, serta kedalaman ilmu agama atas bimbingan Rasulullah saw.

Ke empat sahabat Nabi tersebut oleh para sahabat yunior dan para tabi’in disebut sebagai “Abadillah”. Tetapi apakah para sahabat Nabi saw yang memiliki nama “Abdullah” itu hanya 4 (empat)? . jawabannya tidak. Para ahli sejarah mengatakan bahwa sahabat Nabi saw yang mempunyai nama Abdullah ada 300 (tiga ratus) orang.

Adapun yang sering disebut Abadillah hanya 4, yaitu : Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, dan Abdullah bin Amr bin Ash. Para ulama tabi’in dan Tabi’ittabi’in sepakat bahwa fatwa mereka, praktek kehidupan keseharian mereka, amaliah dan ibadah mereka menjadi “rujukan”, tentunya setelah kitabullah dan Sunnah Rasulullah.

Berikut ini penulis tampilkan seorang sahabat Nabi bernama “Abdullah” yang terkenal ‘alim, tetapi tidak termasuk Abadillah. Mengapa tidak masuk Abadillah? Karena sahabat yang satu ini wafatnya lebih duluan dibandingkan Abadillah yang dikaruniai umur lebih Panjang.

Sahabat ini adalah Abdullah bin Mas’ud, atau lebih dikenal dengan panggilan “Ibnu Mas’ud”. (Taisir Mushthalah al-Hadits, Mahmud at-Thahan, hlm. 108).

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib.
Abdullah bin Mas’ud (bahasa Arab: عبدالله بن مسعود, wafat 652) adalah sahabat Nabi Muhammad saw dan merupakan orang keenam yang masuk Islam setelah Nabi Muhammad mengawali dakwah di Mekah.

Ibnu Mas’ud adalah sahabat Nabi yang mempunyai ukuran tubuh “kecil mungil”. Ia juga disebut sebagai sahabat nabi yang bersahabat dengan sandal Nabi. Dialah yang setia menyiapkan sandal/ terompah Nabi di saat akan ke masjid dan pulang dari masjid, atau keperluan lainnya.

Pada masa remajanya Abdullah merupakan seorang penggembala kambing. Setelah kejujurannya dikenal pasti oleh Rasulullah saw dan Abu Bakar, Abdullah bin Mas’ud menawarkan diri sebagai pembantu pribadi Rasulullah saw. Ketika menuntut ilmu, Abdullah sangat tekun sehingga Rasulullah bersabda dalam hadits nya yang berbunyi : Pelajarilah Al-Quran dari empat orang ini yaitu Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Huzaifah, Ubay bin Ka’ab dan Muaz bin Jabal.

Memegang jabatan sebagai pentadbir pada masa pemerintahan Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Bakat kepimpinannya sebanding dengan seorang sahabat Nabi yang terkemuka yaitu Muhammad bin Maslamah.

Ibrah dari Kisah ini:

Tak disangka, tak dinyana, Abdullah bin Mas’ud, yang dikenal dengan panggilan Ibnu Mas’ud, seorang anak remaja penggembala domba, berpostur tubuh kecil mungil, melamar menjadi pembantu (pelayan) Nabi saw, dan diterima oleh Beliau sebagai pembantu pribadinya.

Ternyata, kejujuran, ketekunan, kesabaran, dan kecerdasan bisa menjadi modal utama kita dalam meniti kehidupan ini, sebagaimana telah dibuktikan oleh Ibnu Mas’ud. Dengan modal tersebut dia telah merubah masa depannya yang gemilang, menjadi qori’ dan penafsir ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi. Dan di kemudian hari dipercaya menjadi “pentadbir” (penjelas) makna-makna yang terkandung dalam teks al-Qur’an maupun Hadits Nabi saw, di masa khalifah Umar Ibnul Khattab. Kader 1912 mari kita jadikan kepribadian beliau sebagai model kehidupan kita

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here