Ibrah Kehidupan #81: Ibnu Mas’ud, Penjaga Rahasia Nabi (bagian-2)

0
1561
Foto diambil dari alwaliyah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Abdullah bin Mas’ud (Ibnu Mas’ud) sebelum menjadi pelayan Nabi Muhammad saw, pada awalnya dikenal sebagai pelayan dari Uqbah bin Abu Mu’aith, salah satu sahabat Nabi Muhammad yang terdahulu dalam memeluk agama Islam. Ibnu Mas’ud memiliki kepandaian dan pengetahuan yang mendalam tentang Islam. Ia memperoleh umur yang panjang dan hidup hingga masa Khalifah Utsman bin Affan dan meninggal yang disebabkan usia yang tua. Dia dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.

Tak berapa lama setelah memeluk Islam, Abdullah bin Mas’ud mendatangi Rasulullah saw dan memohon kepada beliau agar diterima menjadi pelayan beliau. Rasulullah pun menyetujuinya. Sejak hari itu, Abdullah bin Mas’ud tinggal di rumah Rasulullah. Dia beralih pekerjaan dari penggembala domba menjadi pelayan utusan Allah dan pemimpin umat. Abdullah bin Mas’ud senantiasa mendampingi Rasulullah bagaikan layang-layang dan benangnya, atau bagaikan bunga dan tangkainya.

Ibnu Mas’ud selalu menyertai kemana pun beliau pergi. Dia membangunkan Rasulullah untuk shalat bila beliau tertidur, menyediakan air untuk mandi/ wudhu, mengambilkan terompah apabila beliau hendak pergi dan membenahinya apabila beliau pulang. Dia membawakan tongkat dan siwak Rasulullah, menutupkan pintu kamar apabila beliau hendak tidur. Bahkan Rasulullah mengizinkan Ibnu Mas’ud memasuki kamar beliau jika perlu. Beliau memercayakan kepadanya hal-hal yang rahasia, tanpa khawatir rahasia tersebut akan terbuka. Karenanya, Abdullah bin Mas’ud dijuluki orang dengan sebutan “Shahibus Sirri Rasulullah” (pemegang rahasia Rasulullah).

Pendek kata, Jika Rasulullah bepergian, Ibnu Mas’ud yang menemani Nabi pergi, sembari membawakan sandal, bantal, sikat gigi dan air untuk wudhu Rasulullah. Mereka berjalan bersama-sama, kadang Ibnu Mas’ud berjalan di depan, kadang di belakang.
Ia sering masuk ke kamar Rasulullah mengurus tempat tidur Nabi saw. Tak heran, sahabat Abu Musa al-Asy’ari pernah menduga Ibnu Mas’ud sebagai anggota keluarga Nabi. Jika Nabi saw tengah mandi, Ibnu Mas’ud yang menutupinya. Begitu juga ketika Nabi tidur, Ibnu Mas’ud membangunkannya. Serta memakaikan kedua sandalnya ketika Nabi berdiri dan hendak pergi. Apabila Nabi duduk, ia menyelipkan kedua sandal di bawah ketiaknya.
Ibnu Mas’ud, Perawakannya kurus dan pendek sekali serta kulitnya hitam legam. Selalu berpakaian rapi serta memakai wangi-wangian. Ciri khas lainnya adalah, ia memiliki betis yang kecil. Perawakannya yang kecil inilah yang pernah dipuja Rasulullah saw dari orang-orang yang menertawakannya.

Ibrah dari Kisah ini:

Ibnu Mas’ud, seorang sahabat Nabi saw, pemeluk islam periode awal, pembantu pribadi Nabi saw, dan dikenal seorang pribadi yang jujur, amanah, santun, tekun beribadah, dan cerdas. Beberapa kelebihan inilah yang bisa menutupi “kekurangan” dirinya yakni postur tubuhnya yang kecil mungil, warna kulit yang hitam legam, sehingga sering ditertawakan orang.

Pada akhirnya Ibnu Mas’ud benar-benar menjadi seorang intelektual yang patut menjadi rujukan berbagai sahabat Nabi tentang ilmu agam Islam.
Jika kita ingin bersinar, maka dekatilah sumber sinar. Jika kita ingin berilmu, maka berkumpullah dengan para ‘alim, dan orang-orang yang sholeh.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here