Ibrah Kehidupan #9: Salman Al Farisi Sang Budak Genius

0
161
Ilustrasi diambil dari wahidnews.com

KLIKMU.CO Pada kesempatan kali ink Ibrah kehidupan mengangkat salah satu kisah sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mengharukan, yakni cerita Salman Al Farisi. Berdasarkan perjalanan hidupnya, beliau telah melewati berbagai rintangan dan berbagai cobaan hanya untuk mencari kebenaran.

Mulai dari dia masih kecil sampai dia bertemu nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Nah singkat cerita, ia ingin pergi ke Madinah dengan tujuan bertemu nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana yang telah dikabarkan oleh rahib tentang keberadaan Nabi terakhir.

Tapi dia tidak bisa melakukan pencarian di mana Nabi saw berada, karena tidak tahu jalannya. Sehingga Salman pun menunggu rombongan pedagang yang ingin pulang ke Madinah.

Setelah 2 tahun menunggu, akhirnya Salman Al Farisi menemukan rombongan tersebut dan Salman meminta izin ingin ikut bersama mereka.

Kemudian mereka pun mengizinkannya dengan syarat-syarat tertentu yang bagi Salman amat berat.

Tetapi Salman bukanlah orang yang mudah menyerah menghadapi tantangan. Apa syaratnya? syaratnya adalah Salman harus menyerahkan seluruh harta benda yang ia miliki kepada para pedagang.

Tidak pikir panjang Salman pun menyetujui syarat yang diminta oleh mereka. Setelah disepakati, Salman-pun ikut nimbrung bersama rombongan mereka menuju Madinah.

Harapan akan bertemu dengan Nabi Muhammad saw sudah terbayang di depan mata. Di tengah perjalanan ternyata Salman ditipu oleh rombongan pedagang yang hendak pergi ke Madinah itu.

Bukannya Salman al-Farisi diantar sampai Madinah, tapi justru Salman Al Farisi malah dijual dan menjadi budak hamba sahaya. Salman al-Farisi seorang kesatria dan petualang, yang secara financial termasuk “orang berada”, tetapi dia terjebak oleh tipu daya dan menjadi “BUDAK”.

Subhanallah, singkat cerita, setelah bertahun-tahun menjadi budak, Allah swt pun akhirnya membuka jalan baginya.

Waktu terus berjalan dan sekian lama beliau merasakan nasibnya sebagai budak, akhirnya Salman dipertemukan oleh Allah swt dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Salman al-Farisi (si kesatria dan petualang dari Persia) itu kini menjadi muslim yang taat, dan menjadi “orang dekat” Nabi saw, bahkan Salman al-Farisi adalah perancang system pertahanan dalam perang Khondak yang fenomenal itu.

Tetapi Salman tetaplah Salman, seorang pribadi yang sederhana, penghuni tenda bersama Abu Hurairah dan Ammar bin yasir, dll).

IBRAH DARI KISAH INI :
Cita-cita besar harus diikuti dengan semangat yang besar pula.

Tetapi bermoda cita-cita dan semangat yang besar saja, belum cukup. Harus diikuti dengan aksi atau amal yang nyata.

Kader 1912 harus menjalani hidup ini sesuai aturan yang berlaku, sebab siapapun yang berjalan pasti akan sampai, dan siapapun yang bersungguh-sungguh pasti akan ketemu (Man Saaro Washola, Man Jadda WaJada).

Kyai Mahsun Jayadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here