Ibrah Kehidupan #92: Abu Said al-Khudri, Salah satu Ulamanya para Sahabat (-1).

0
111
Foto diambil dari cahayafm.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Nama lengkapnya adalah: Saad bin Malik bin Sinan bin Ubaid bin Tsa’labah al-Ajbar bin Auf bin al-Harits bin al-Khazraj al-Anshari al-Khazrajiy. Adapun panggilan sehari-harinya yaitu Abu Said al-Khudri. Abu Said al-Khudri radhiallahu ‘anhu adalah salah seorang ulamanya para sahabat. Ia termasuk seorang Anshar yang banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi saw. Bahkan termasuk yang terbanyak riwayatnya di antara sahabat lainnya.

Abu Said pernah bercerita: “Rasulullah datang kepada kami. Kami adalah orang-orang biasa (bukan tokoh) dari kalangan kaum muslimin. Aku kira Rasulullah tidak mengenal salah seorang dari kami. Sebagian dari kami hampir-hampir tak berpakaian. Rasulullah mengisyaratkan bentuk lingkaran dengan tangannya. Beliau bersabda, “Dengan apa kalian saling mengingatkan?” Mereka menjawab, “Ini ada seseorang yang membacakan Alquran kepada kami dan mendakwahi kami.” Beliau berkata, “Serulah! Mengapa kalian bersamanya.” Kemudian beliau berkata, “Segala puji bagi Allah yang menjadikan untuk umatku seseorang yang aku perintahkan untuk bersama mereka.”

Beliau saw melanjutkan, “Berilah kabar gembira pada orang-orang beriman yang miskin bahwa mereka akan lebih dahulu masuk surge dibanding orang-orang kaya pada hari kiamat kelak dengan lama 500 tahun lebih awal. Mereka berada di dalam surga dan menikmati kenikmatannya. Sementara orang-orang kaya masih dihisab.” (HR. Abu Dawud).
Abu Said al-Khudri, sejak umur 13 tahun sudah dikenalkan oleh Bapaknya Malik bin Sinan kepada Nabi Muhammad saw, dan ditawarkan kepada Nabi agar diikutkan dalam peperangan menghadapi kaum kafir. Abu Said hidup dalam lingkungan keluarga yang taat beragama, memiliki pemahaman yang dalam tentang firman-firman Allah dalam al-Qur’an. Beliau juga banyak mendengarkan sabda-sabda Nabi Muhammad saw.

Abu Said, memiliki tingkat kekhusyu’an yang tinggi khususnya dalam ibadah shalat. Ketika beliau sedang menikmati kekhusyu’an shalatnya sampai-sampai ketika ada anak panah yang menancap pada dirinya dia tidak menghiraukannya.

Abu Said Khudri, pada suatu saat pernah disuruh menjaga Nabi Muhammad saw, Abu said kemudian melakukan shalat di semak-semak blukar. Tiba-tiba ada musuh memanah tepat di jantungnya sehingga keluar darah. Abu Said saat itu dalam keadaan shalat malam dan membaca surat al-Kahfi, saking khusyu’nya beliau membaca hingga tidak terasa panah di jantungnya. Panah kedua tidak terasa, sampai sembilan dan sepuluh. Kalau bukan khawatir terbunuh oleh musuh, tentu akan diteruskan ruku kemudian sujud.

Ibrah dari Kisah ini:

Abu Said al-Khudri, salah satu sahabat Nabi Muhammad saw, yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, keberanian dalam jihad fi sabilillah, serta tingkat kekhusyu’an dalam beribadah yang luar biasa. Abu Said, mengaku dirinya sebagai “orang biasa” dan bukan tokok bagi kaum muslimin. Kenyataannya, beliau bahkan sering menjadi rujukan para sahabat yang lain terkait dengan persoalan-persoalan keagamaan.
Wahai kader 1912 sungguh Abu Said, pantas sebagai seorang teladan yang patut dijadikan inspirasi bagi kaula muda, khususnya para aktifis pejuang dakwah amar makruf nahi munkar.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here