Ibrah Kehidupan #94: Abu Said al-Khudri, Perawi 1170 Hadits (-3 habis).

0
130
Foto diambil dari cahayafm.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Abu Sa’id al-Khudri (أبو سعيد الخدري) adalah Sahabat Nabi Muhammad dari golongan Ansar. Ia pernah mengajukan diri untuk berperang dalam Pertempuran Uhud pada 625 di mana ayahnya Malik ibn Sinan gugur (syahid), ia ikut dalam berbagai pertempuran selanjutnya. Walaupun ia pernah pergi ke Suriah untuk menemui Muawiyah bin Abu Sufyan, ia tetap penduduk Madinah. Pada pertempuran Harrah tahun 64/683, ia ikut berperang untuk mempertahankan Madinah dari serbuan tentara Bani Umayyah. Ia disebutkan meninggal pada tahun 63/682, 64/683, 65/684, atau 74/693. Abu Sa’id salah satu perawi hadis yang paling banyak digunakan oleh umat Muslim. Jumlah hadis yang diriwatkan melaluinya berjumlah 1170 hadis, hal ini membuatnya termasuk dalam tujuh orang paling produktif dalam meriwayatkan hadis.

Orang orang pernah memintanya agar mengizinkan mereka menulis hadits hadits yang mereka dengar darinya. Ia menjawab “ Jangan sekali kali kalian menulisnya dan jangan kalian menjadikan sebagai bacaan, tetapi hapalkan sebagaimana aku menghapalnya”.
Abu Sa’id al-Khudri, sering juga dipanggil dengan panggilan nama aslinya: Sa’ad bin Malik bin Sinan. Dia juga dikenal dengan julukan “Abjar”.

Abu Sa’id al-Khudri adalah salah seorang diantara para sahabat yang melakukan bai’at kepada Rasulullah saw, dan mereka berikrar tidak akan tergoyahkan oleh cercaan orang dalam memperjuangkan agama Allah swt, mereka tergabung dalam kelompok Abu Dzarr al-Ghifari, Sahl bin Sa’ad, Ubaidah bin ash Shamit dan Muhammad bin Muslimah.
Dari Ismail bin Raja bin Rabi’ah dari ayahnya. Ia berkata, “Kami bersama Abu Said al-Khudri saat ia sedang sakit yang mengantarkannya pada wafat. Ia mengalami pingsan. Kemudian saat tersadar, kami berkata padanya, ‘Shalat, Abu Said’. Ia berkata, ‘Kafan’. Abu Bakr (perwari) berkata, ‘Ia menginginkan kafan. Kemudian ia menyebutkan beberapa hadits yang ia riwayatkan dari Nabi’.”

“Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha’Sha’ah dari bapaknya dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah”.” (HR. Al-Bukhari).

Ibrah dari Kisah ini:

Abu Said al-Khudri, seorang sahabat Nabi Muhammad saw dan dikenal zuhud, khusyu’ serta dikenal sebagai “pemberi peringatan” dan mengajarkan ayat-ayat al-Qur’an. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad saw. Abu Said al-Khudri dikenal sebagai Ulama’-nya para sahabat.

Abu Said al-Khudri, merasa dirinya sebagai “orang biasa” dan bukan tokoh masyarakat yang dikenal, bahkan dia menduga Nabi Muhammad saw tidak mengenalnya secara dekat.
Tetapi kenyataannya, beliau dikenal sangat ‘alim di kalangan masyarakat. Nabi Muhammad saw-pun sangat mengenalnya, dan sering memberi pelajaran kepadanya.

Wahai kader 1912, kualitas seseorang bukan dari casing atau penampakan di permukaan, apalagi hanya karena pencitraan. Tetapi kualitas seseorang benar-benar karena hati dan jiwanya memang penuh dengan iman dan taqwa. Juga dihiasi oleh fikiran yang jernih dan “bernas”. Memantulkan cahaya dan perilaku yang santun dan beradab.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here