Ibrah Kehidupan # 28: Bilal Bin Rabah dan12 Keistimewaannya (4-habis).

0
267
Foto Bilal bin Rabah mengumandangkam adzan diambil dari kisah teladan

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Bilal bin Rabah ialah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah (sekarang menjadi negara Ethiopia) yang memeluk islam ketika ia masih diperbudak. Ia termasuk hamba terbaik Allah dimana ia merupakan salah seorang dari sahabat Nabi dan memiliki berbagai keutamaan.
Sebagai umat islam tentu kita wajib selalu haus akan ilmu agama dan kisah kisah orang shaleh untuk dijadikan pelajaran dan dijadikan teladan kebaikannya, termasuk mengenai Bilal bin Rabah.

Berikut beberapa keistimewaan atau keutamaan Bilal bin Rabah:

Pertama. Memiliki Iman yang Kuat.
Bilal bin Rabah memeluk islam ketika ia masih menjadi budak, karena hal tersebut ia terus menerus disiksa tuannya dan dipaksa agar meninggalkan agama lurus Allah dan kembali menjadi kafir. Tuannya melakukan apa saja dengan berbagai tindakan yang menyakitinya agar ia luluh dan menuruti perintah untuk meninggalkan islam. Tetapi dalam keadaan demikian ia tetap teguh dan istiqomah pada imannya dan tetap menjadi pemeluk islam. Keteguhannya menjadi teladan keutamaan istiqomah dalam islam.

Kedua.Muadzin Pertama dalam Islam.
Ketika Allah memberi wahyu pada Rasulullah untuk mengumandangkan adzan di setiap waktu shalat wajib, maka orang yang diminta Rasulullah untuk melakukannya ialah Bilal bin Rabah karena memiliki suara yang sangat merdu, indah, dan lantang. Suaranya yang syahdu selalu dikagumi oleh sahabat Rasulullah dan umat islam di masa itu hingga umat islam lain belajar untuk dapat mengumandangkan adzan sebaik Bilal.

Ketiga. Mengabdi Sepanjang Hidup.
Bilal hijrah ke Madinah dan tinggal serumah dengan Abu Bakar. ia mengabdikan diri sepanjang hidupnya kepada Rasulullah saw dengan menjadi pengikut dan pelindung yang setia serta selalu berjuang mengikuti peperangan melawan orang-orang kafir. ia bertekad menghabiskan sisa hidupnya di jalan Allah.

Keempat. Mendapat Jaminan Surga.
Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal dan bersabda “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu”. (HR Muslim). mendengar hal tersebut wajah Bilal pun menjadi berbinar sangat bahagia dan timbul keimanan yang semakin dalam di hatinya.

Kelima. Ahli Wudhu. Bilal pernah berkata kepada Rasulullah “Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadast, aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat”. Rasulullah pun menjawab “Ya, dengan itu kamu mendahului aku”. (HR Bukhari). Pelajaran yang bisa diambil dari hadist tersebut ialah kebiasaannya akan mensucikan diri dengan menjadi ahli wudhu membuat derajatnya terus meningkat di hadapan Allah.

Keenam. Mendapat Hadiah Istimewa dari Rasulullah. Rasulullah menyayangi Bilal sebagai sahabat beliau kesetiaan dan ketulusannya, Rasulullah pernah memberikan hadiah padanya berupa tombak yang sejak saat itu selalu dibawa Bilal kemana mana. Tidak semua sahabat mendapat hadiah sebagaimana yang didapat Bilal, hal tersebut karena Bilal menjadi salah satu sahabat terbaik yang dipilih Rasulullah.

Ketujuh. Rendah Hati.
Bilal memiliki cirikhas kulit hitam sejak kecil. Sejak kecil pun hingga ia dewasa dan memeluk islam, ia selalu dihina oleh orang orang kafir terlebih yang membencinya karena memeluk agama islam, tentang keburukan pada fisiknya dimana sebagian besar orang Arab pada masa itu berkulit putih. Ia selalu dimaki dan dihina, tetapi Rasulullah tidak pernah memandang seseorang dari fisiknya, Bilal bahkan menjadi salah satu sahabat kesayangan Rasulullah tetapi ia tetap rendah hati di hadapan sahabat Rasulullah lainnya dan umat islam pada masa itu.

Kedelapan. Sangat Menyayangi Rasulullah.
Sejak Rasulullah wafat, Bilal hanya mampu mengumandangkan adzan hingga kalimat “Asyhadu anna muhammadan rosulullahi” (aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah) saja dan ia langsung menangis tersedu sedu karena kerinduannya pada Rasulullah. Begitu pula umat muslim yang mendengarnya. Sejak saat itu adzan pun digantikan oleh sahabat Rasulullah lainnya.

Kesembilan. Istiqomah.
Amal yang disukai Allah ialah amal yang konsisten dan terus menerus meskipun kecil. Bilal memiliki keistimewaan dalam hal tersebut dibandingkan sahabat Rasulullah yang lain, salah satunya ialah kebiasaannya berwudhu seperti yang telah diceritakan di atas dan ia istiqomah menjaga kesucian, meskipun terlihat sepele, hal tersebut yang membawanya ke surga karena keteguhan hati dan keimanannya.

Kesepuluh. Kokoh pendirian dan Tabah.
Akibat siksaan dan hinaan dari orang-orang kafir, tidak sedikit di antara sahabat yang terpaksa mengaku kafir karena tidak tahan siksaan padahal hatinya tidak demikian (lihat QS an-Nahl: 106). Tetapi hal tersebut tidak dilakukan oleh Bilal, ia dicengkram oleh orang musyrik dan disiksa tetapi tetap teguh keimanannya hingga Allah memberinya pertolongan melalui Abu Bakar yang ketika itu melihatnya disiksa dan membeli Bilal dari tuannya, akhirnya Bilal terbebas dari siksa hingga ia terus menangis mengucap syukur pada Allah dan Abu Bakar serta berjanji berjuang untuk islam seumur hidupnya serta rela mengorbankan apapun yang dimilikinya demi islam.

Kesebelas. Didatangi Rasulullah Setelah Wafat. Rasulullah menyayangi Bilal selama beliau masih hidup hingga ketika beliau wafat Bilal mimpi bertemu Rasulullah dan dalam mimpi tersebut Rasulullah bersabda “Apakah arti ketidak ramahan ini hai Bilal? Tidakkan engkau hendak mengunjungiku sekarang?” belum sempat menjawab, Bilal sudah terbangun dari mimpinya dan segera bergegas ke Madinah untuk mengunjungi makam Rasulullah, ia pun menggulingkan mukanya di atas pusara utusan Allah yang sangat ia cintai.

Kedua belas. Pemuka Muadzin di Hari Kiamat. “Sebaik baik orang adalah Bilal, ia adalah pemuka para muadzin di hari kiamat dan orang orang yang menyerukan adzan adalah orang yang mendapat kemuliaan”. Karena kesungguhannya dalam mengumandangkan adzan selama hidupnya, di hari kiamat nanti Bilal mendapat jaminan kenikmatan berupa : menjadi pemuka atau pemimpin bagi para muadzin di seluruh dunia. Kebaikannya tersebut menjadi jalan menuju surga.

Ibrah dari Kisah ini:

Demikian kisah dan keutamaan Bilal bin Rabah. Bilal adalah manusia biasa. tetapi lantaran keimanan dan kesabarannya menjadikannya memiliki keutamaan. Dari keutamaan dan keistimewaannya, jadilah ia seorang hamba Allah yang patut dijadikan teladan. Bilal patut dijadikan sebagai sebuah inspirasi bagi kehidupan. Bilal adalah salah satu sahabat Rasulullah saw yang sangat disayangi oleh Beliau. Kekuatan imannya, kesederhanaan dan kebaikan-kebaikan “kecil” nya yang dilakukan secara terus menerus dan istiqomah menjadi nilai tinggi di hadapan Allah swt dan umat manusia. Bilal is Amazing. What about us as cadet of 1912 movement?

KH. Dr. Mahsun, M.Ag Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here