Ibrah Kehidupan # : Ibnu Abbas, Pembelajar sejak Kecil sampai akhir hayat (-3)

0
178
Foto ibnu-abbas-ilustrasi diambil dari Republika

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Di antara para sahabat Nabi Muhammad saw, maka Abdullah bin Abbas atau dikenal Ibnu Abbas dinilai istimewa di hadapan Nabi Muhammad saw. Inilah beberapa keistimewaannya :
Pertama, Ibnu Abbas mendapatkan do’a Rasulullah saw secara langsung sejak usia dini.

Kedua, Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata “Nabi saw memelukku ke dada beliau seraya berdo’a: «اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الحِكْمَةَ» “Ya Allah, ajarkanlah anak ini hikmah”.
Dalam riwayat lain; Rasulullah saw berdo’a: اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الكِتَابَ» [صحيح البخاري] ” Ya Allah, ajarkanlah dia Al Kitab (al-Qur’an) “. (Sahih Bukhari)

Ketiga, Ibnu ‘Abbas berkata: Pernah Nabi saw masuk ke dalam tempat buang hajat, lalu aku letakkan bejana berisi air. Beliau lantas bertanya: “ مَنْ وَضَعَ هَذَا ؟ “ “Siapa yang meletakkan ini?”
Aku lalu memberitahukannya, maka beliau pun bersabda: اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ [صحيح البخاري] “Ya Allah pandaikanlah dia dalam agama.” (Sahih Bukhari)

Keempat, Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw meletakkan tangannya di atas bahuku atau di atas pundaku, kemudian beliau berdoa;
«اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ» [مسند أحمد: صحيح] , Ya Allah fahamkanlah ia terhadap agama dan ajarilah ia ta`wil (penafsiran).” (Musnad Ahmad: Sahih) Ibnu Abbas berkata:
«دَعَا لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُؤْتِيَنِي اللَّهُ الحِكْمَةَ مَرَّتَيْنِ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendo’akanku agar Allah memberiku Al Hikmah hingga dua kali.” (Sunan Tirmidziy: Sahih)

Kelima, Ibnu Abbas berkata: Aku mendatangi Rasulullah saw pada akhir malam, lalu aku shalat di belakang beliau, kemudian beliau meraih tanganku hingga menempatkanku sejajar dengan beliau. Ketika Rasulullah saw kembali pada shalatnya, aku mundur, Rasulullah saw melanjutkan shalatnya. Selesai shalat beliau bertanya kepadaku:
” مَا شَأْنِي أَجْعَلُكَ حِذَائِي فَتَخْنِسُ؟ ”
“Aku telah menempatkanmu sejajar denganku, namun mengapa engkau mundur? Aku menjawab; Wahai Rasulullah, apakah pantas bagi seseorang shalat sejajar dengan engkau, padahal engkau adalah Rasulullah yang telah Allah anugerahkan kepadamu? Rupanya Beliau kagum kepadaku karena ucapanku, lalu beliau berdoa untukku agar Allah menambahkan ilmu dan pemahaman kepadaku.

Ibnu Abbas berkata; Kemudian aku melihat Rasulullah saw tidur hingga aku mendengar dari beliau tarikan suara nafasnya, kemudian Bilal datang dan berkata; Wahai Rasulullah, ayo dirikan shalat! Maka beliau berdiri lalu shalat tanpa mengulangi wudlu. (Musnad Ahmad: Sahih)

Ibnu Abbas merupakan sosok manusia pembelajar sejak usia muda sampai akhir hayatnya. Hal ini diakui oleh para sahabat muda seusianya maupun para sahabat senior seperti Umar bin khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, dan lain-lainnya.

Ibrah dari Kisah ini :

Kharisma seseorang bisa dilihat atau dirasakan dari penampilan dirinya yang tawadlu’ (rendah hati dan tahu menempatkan diri), muru’ah (selalu menjaga diri dari kesalahan dan maksiat karena tipuan duniawi). Jiwanya selalu disinari oleh iman dan taqwa kepada Allah swt.

Tetapi lebih dari itu semua, Kharisma seseorang juga bisa dirasakan karena kualitas ilmunya yang luas dan dalam, serta semangatnya untuk selalu menjadi pembelajar yang baik.

Ibnu Abbas, telah membuktikan hal itu, dan telah melakukannya, sehingga bukan hanya pujian dari Rasulullah saw, tetapi juga dari seluruh kaum muslimin yang hidup di zamannya. Semoga kita para kader 1912 bisa meneladaninya, aamiin

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here