Ibrah Kehidupan #161: Mu’awiyah bin Abu Sufyan: Panglima Perang, dan Pemimpin yang Banyak Keistimewaannya ( -4 habis)

0
428
Foto diambil dari Republika

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Dalam catatan sejarah, banyak keutamaan yang dimiliki Mu’awiyah bin Abu Sufyan baik sebelum menjadi khalifah (penguasa dinasti Bani Umayyah) maupun setelahnya.
Diriwayatkan, bahwa Mu’awiyah bin Abu Sufyan termasuk salah satu shahabat Nabi saw yang mendalam ilmu fiqihnya. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma telah memuji Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu atas ilmu fiqih yang dimilikinya.

Imam al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya, dari jalur Nafi’ bin Umar dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwasanya ada yang berkata kepada Ibnu Abbas: “Mengapa Anda tidak menasihati Amirul Mukminin Mu’awiyah? Sesungguhnya dia hanya berwitir satu rakaat saja!” “Benar,” katanya, ”Dia adalah seorang faqih” Ibnu Abbas juga mengabarkan, Mu’awiyah termasuk sahabat Nabi.

Imam al Bukhari meriwayatkan dari jalur Utsman bin al Aswad dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata: “Mu’awiyah mengerjakan witir satu rakaat setelah Isya’, sedang maula Ibnu Abbas melihatnya. Diapun melaporkannya kepada Ibnu Abbas. Beliau berkata,’Biarkan, sesungguhnya ia telah menyertai Rasulullah saw’.

Di antara keutamaan Mu’awiyah, dia merupakan panglima pertama yang berperang mengarungi lautan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan hal itu. Imam al Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari hadits Ummu Haram Radhiyallahu ‘anha, bahwa ia mendengar Rasulullah saw bersabda: أَوَّلُ جَيْشٍ مِنْ أُمَّتِي يَغْزُونَ الْبَحْرَ قَدْ أَوْجَبُوا “Pasukan pertama dari umatku yang berperang mengarungi lautan telah dipastikan bagi mereka (yakni surga)”.
Mu’awiyahlah yang bertindak sebagai panglima angkatan laut tersebut. Angkatan laut kaum Muslimin berperang mengarungi lautan pada masa kekhalifahan beliau. Pasukan tersebut dipimpin oleh puteranya, Yazid.

Di antara keutamaan Mu’awiyah, yaitu kedudukan beliau sebagai khalul (paman) kaum Mukmimin, sebab saudara perempuannya, Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anhuma, adalah isteri Rasulullah saw.

Keutamaan beliau lainnya, adalah kedudukan beliau sebagai penulis wahyu Allah yang turun kepada Rasul saw, Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim, yakni ketika Abu Sufyan Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah: “Mu’awiyah Engkau angkat sebagai penulismu? ” Rasulullah menjawab,”Ya!”

Beliau termasuk orang yang pintar dari kalangan umat ini. Ibnu Sa’ad meriwayatkan dalam ath Thabawat : “Affan bin Muslim meriwayatkan dari Wuhaib dari Daud dari Amir, ia berkata,’Hakim umat ini ada empat, (yaitu) Umar, Ali, Zaid dan Abu Musa Radhiyallahu ‘anhum. Sedangkan Orang yang pintar (dari) umat ini ada empat, (yaitu) Amru bin al Ash, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, al Mughirah bin Syu’bah dan Ziyad Radhiyallahu ‘anhum ‘.

Khalifah Umar mengangkatnya sebagai Gubernur Syam, dan terus memegang jabatan itu sampai pada masa kekhalifahan Utsman Radhiyallahu ‘anhu. Beliau sangat pandai dalam mengendalikan pemerintahan, dan ahli dalam mengatur negara.

Imam al Bukhari meriwayatkan dalam Tarikh-nya, dari Ibrahim bin Musa dan Hisyam bin Yusuf dari Ma’mar, ia berkata: “Saya mendengar Hammam bin Munabbih meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Belum pernah saya menemukan orang yang paling ahli dalam mengatur pemerintahan selain Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu “

IBRAH DARI KISAH INI :

Mu’awiyah bin Abu Sufyan (Abu Abdurrahman al-Quraisyi), tercatat dengan tinta emas dalam sejarah peradaban Islam dunia. Terlepas dari soal plus minusnya seorang Mu’awiyah dalam dunia politik yang memang beraneka ragam penilaian orang terhadapnya.

Yang jelas Mu’awiyah telah menorehkan berbagai prestasi sebagai wujud kontribusinya bagi pengembangan dakwah Islam secara luas terutama pasca wafatnya Rasulullah saw.
Banyak keutamaan yang dimiliki oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Selain seorang “faqih” dalam urusan agama, beliau juga salah seorang penulis wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad saw, atas rekomendasi malaikat Jibril.

Ketika diangkat sebagai gubernur Syam oleh Umar Ibnul Khattab, sangat terlihat kepiawaiannya dalam mengatur dan mengendalikan pemerintahan. Dia sangat kharismatik dan sangat berwibawa.
Yang tak kalah pentingnya, Mu’awiyah bin Abu Sufyan merupakan panglima perang Angkatan Laut pertama dalam sejarah perjuangan umat Islam.
Mu’awiyah bin Abu Sufyan telah melaksanakan tugas sebagai kepala negara dengan sebaik-baiknya. Beliau juga telah memimpin dunia dengan kesempurnaan akal, kedalaman kasih-sayangnya, keluasan jiwanya, dan dengan kekuatan pengaruh dan pemikirannya, ia telah membuat segenap kaum Muslimin ridha dengan kedermawanan dan kesantunannya.

Kesuksesan demi kesuksesan yang dialami oleh seorang Mu’awiyah bin Abu Sufyan bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Ada dua hal yang telah beliau jalani sejak usia muda dan dilakukan secara istiqomah, yakni pertama : Pendalaman ilmu agama, ketaatannya dalam beribadah kepada Allah swt, dan kedua : Pendalaman ilmu dunia, banyak berinteraksi kepada para cerdik pandai, terutama para ahli strategi.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here