Ibrah Kehidupan #158 : Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Penulis Wahyu, Atas Rekomendasi Malaikat Jabril (bagian -1)

0
191
Foto diambil dari Republika

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Pada serial berikut ini akan kami sajikan tokoh-tokoh yang pernah menjadi khalifah pada dinasti Bani Umayyah. Tentu saja tidak semua khalifah dinasti Bani Umayyah kami tampilkan melainkan beberapa saja yang menonjol dan inspiratif, salah satunya adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan, sang pendiri imperium atau dinasti Bani Umayyah.
Nama lengkapnya adalah : Mu’awiyah bin Abu Sufyan ( معاوية بن أبو سفيان‎) bin Harb bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab. Lebih popular dengan panggilam Mu’awiyah bin Abu Sufyan, atau dikenal dengan julukan : Abu Abdurrahman Al-Quraisyi al-Umawi Al-Makki.

Mu’awiyah bin Abu Sufyan, lahir di Makkah pada tahun 602, dan wafat di Damaskus, Syria, pata tahun 680, berusia 77-78 tahun. Kakek Mu’awiyah adalah Harb, sedangkan Ibunya bernama Hindun binti ‘Utbah.
Mu’awiyah bin Abu Sufyan adalah khalifah yang berkuasa pada tahun 661 sampai 680. Dia merupakan salah satu sahabat Nabi saw dan juga merupakan saudara tiri dari Ummu Habibah Ramlah, istri Nabi Muhammad saw.

Mu’awiyah bin Abu Sufyan, adalah laki-laki yang berperawakan tinggi, berkulit putih nan bersih, tampan, dan penuh wibawa. Umar bin Khattab juga berkata bahwa Muawiyah suka makan makanan yang lezat dan bergaya seperti raja. Umar berkata begitu bukan bermaksud menjelekkan Muawiyah tapi hanya menginformasikan ciri khas Muawiyah. Bisa dimengerti mengapa Muawiyah melakukan hal itu karena ia memang berasal dari kabilah terpandang di masyarakat. Sifat Mu’awiyah, selain perfecionis juga menyukai kebersihan, kerapihan, dan hal-hal yang indah.
Ayahnya Muawiyah adalah Abu Sufyan bin Harb, salah seorang tokoh kafir Quraisy, seorang pembenci Nabi Muhammad dan akhirnya masuk islam dan diikuti juga dengan istri nya Hindun binti Utbah. Sedangkan ibundanya Mu’awiyah (Hindun binti Utbah), seorang pemakan jantung Paman nabi Muhammad saw, yakni Hamzah karena saking benci nya dengan Hamzah, islam dan Nabi Muhammad saw.
Saat kecil, Abu Sufyan pernah melihat Mu’awiyah yang sedang merangkak, lalu berkata, “anakku ini berkepala besar, dia pantas memimpin kaumnya”. Hindun menjawab, “hanya memimpin kaumnya saja? Seharusnya ia memimpin bangsa Arab seluruhnya”.
Dalam sebuah Riwayat (yang dikutib Republika.co.id), bahwa Di masa Rasulullah SAW, dia (Mu’awiyah bin Abu Sufyan) diangkat sebagai salah seorang pencatat wahyu setelah Rasulullah saw bermusyawarah dengan Malaikat Jibril. Ambillah dia sebagai penulis wahyu karena dia jujur,” kata Jibril.

Salah satu sumber riwayat mengatakan bahwa Mu’awiyah masuk Islam pada masa Penaklukkan Makkah. Namun, Mu’awiyah sendiri mengatakan bahwa, “aku masuk Islam dalam peristiwa Umrah Qadha tahun 7 H, tetapi aku menyembunyikannya dari bapakku”. Hal itu dapat dimengerti karena situasi saat itu masih mencekam. Selain itu posisi Muawiyah cukup sulit, mengingat Abu Sufyan pada waktu itu masih kafir, bahkan Abu Sufyan adalah pemimpin Quraisy dalam melawan Nabi Muhammad saw.
Mu’awiyah bin Abu Sufyan, di kemudian hari, adalah khalifah pertama dari dinasti Bani Umayyah. Dia-lah yang telah berhasil menjadikan Umayyah sebagai nama dinasti di kekhalifahannya. Mu’awiyah merupakan khalifah pertama dari Bani Umayyah yang berasal dari garis Sufyani, sebutan untuk keturunan Abu Sufyan bin Harb.

IBRAH DARI KISAH INI :

Mu’awiyah bin Abu Sufyan (Abu Abdurrahman al-Quraisyi), salah satu shahabat Nabi Muhammad saw yang sangat terkenal dalam sejarah umat Islam terutama periode awal zaman Nabi Muhammad saw, maupun periode shahabat, dan tabi’in.
Mu’awiyah bin Abu Sufyan, sejak kecil sudah terlhat tanda-tanda kebesarannya. Hal ini seperti ungkapan Ayahandanya sendiri (Abu Sufyan) : Ketika aku lihat dia merangkak, (Mu’awiyah yang sedang merangkak), “anakku ini berkepala besar, dia pantas memimpin kaumnya”. Hindun menjawab, “hanya memimpin kaumnya saja? Seharusnya ia memimpin bangsa Arab seluruhnya”.
Abu Abdurrahman al-Quraisyi, dikenal Perfecsionis, cerdas, jujur, suka kerapian dan kebersihan, disukai Nabi Muhammad saw, bahkan atas rekomendasi Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw menjadikannya sebagai salah seorang pencatat wahyu.
Abu Abdurrahman al-Quraisyi, mempunyai bakat memimpin yang bagus. Dialah yang telah membangun sebuah imperium atau dinasti Bani Umayyah, bahkan dialah khalifah pertama dari dinasti Umawiyyah tersebut.
Perpaduan antara fisik yang sehat, ideal, penuh pesona, dengan akal pikiran yang cerdas mencerahkan, menjadikan seseorang sebagai sosok yang berwibawa dan kharismatik. Tidak banyak orang yang memmiliki perpaduan seperti itu, dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan adalah salah satu dari “sedikit orang” yang dianugerahi keistimewaan oleh Allah swt, yang mampu memadukan keduanya dengan relative sempurna.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here