Ibrah Kehidupan #49: Saad bin Abi Waqas, pembawa “Yi si lan Jiao” di Guangzhou, China (-1).

0
490

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Benarkah Saad bin abi Waqas itu china? Benarkah dia hidup pada zaman dinasti Tang? Benarkah dia pembawa “Yi si Lan Jiao” dan dimakamkan di Cina?
Saad bin Abi Waqas , dikenal sebagai pemuda berstyle serius dan cerdas.

Tidak terbiasa berbasa basi, apalagi bersenda gurau. Kehidupan ini baginya amat singkat, maka akan sia-sia jika hanya digunakan untuk bersenda gurau, main-main, ketawa-ketiwi, dan berbagai perilaku murahan lainnya.

Saad bin abi Waqas memeluk islam pada usia 20 tahun, diantar oleh Abu Bakar Assiddiq ke hadapan Rasulullah saw, dan yang luar biasa adalah, dia termasuk salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.
Saad bin abi Waqas, tidak asing bagi penduduk Makkah ini, Postur tubuhnya digambarkan tidak terlalu tinggi, namun tegap dengan potongan rambut pendek cepak.

Anak-anak muda sebayanya selalu membandingkannya dengan singa muda. Ia berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat disayangi kedua orangtuanya, terutama ibunya.

Meskipun merasa sebagai penduduk Makkah, ia sangat benci pada agamanya dan cara hidup yang dianut masyarakatnya (jahiliyah). Ia membenci upacara penyembahan berhala yang menjadi budaya di Makkah saat itu.

Kisah masuk islamnya sangat singkat. Didahului dengan mimpi bertemu dengan tiga sahabat yang sudah lebih dulu masuk Islam. Suatu hari dia didatangi Abu Bakar yang dikenal sebagai orang yang ramah. Ia mengajak Saad bin abi Waqas menemui Nabi Muhammad saw di sebuah bukit dekat Makkah.

Pertemuan itu amat berkesan di jiwa Saad bin abi Waqas yang ketika itu baru berusia 20 tahun. Saad bin abi Waqas segera menerima undangan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi penganut Islam. Saad bin abi Waqas kemudian menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam (assabiquunal awwaluun).

Saad sendiri secara tidak langsung memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah Saw. Ibunda Rasul, Aminah binti Wahhab, berasal dari suku yang sama dengan Saad, yaitu dari Bani Zuhrah. Karena itu, Saad juga sering disebut sebagai Saad dari Zuhrah untuk membedakannya dengan Saad-Saad yang lain.

Keislaman Saad bin abi Waqas mendapat tantangan keras terutama dari keluarga dan anggota sukunya. Ibunya bahkan mengancam akan bunuh diri. Selama beberapa hari, ibunya mogok makan dan minum sehingga kurus dan lemah. Meski dibujuk dan dibawakan makanan, namun ibunya tetap menolak dan hanya bersedia makan jika Saad kembali ke agama lamanya.

Namun, Saad berkata, bahwa meski ia memiliki kecintaan luar biasa kepada ibunya, namun kecintaannya pada Allah Swt dan Rasulullah Saw jauh lebih besar lagi. Mendengar keteguhan hati Saad, ibu Saad akhirnya menyerah dan mau makan kembali. Fakta ini memberikan bukti kekuatan dan keteguhan iman Saad bin Abi Waqqas.

Di masa-masa awal sejarah Islam, kaum Muslim mengasingkan diri ke bukit jika hendak menunaikan shalat. Kaum Quraisy selalu menghalangi mereka. Saat tengah shalat, sekelompok kaum Quraisy mengganggu dengan saling melemparkan ucapan kasar. Karena kesal dan tidak tahan, Saad bin Abi Waqqas memukul salah seorang Quraisy dengan tulang unta sehingga melukainya. Ini menjadi darah pertama yang tumpah akibat konflik antara umat Islam dengan orang kafir.

Konflik makin hebat dan menjadi batu ujian keimanan dan kesabaran umat Islam. Setelah peristiwa itu, Rasulullah meminta para sahabat agar lebih tenang dan bersabar menghadapi orang Quraisy (QS Al-Muzammil: 10).

Cukup lama kaum Muslimin menahan diri. Hanya beberapa dekade kemudian, umat Islam diperkenankan melakukan serangan terhadap orang kafir. Saad bin Abi Waqqas menjadi salah satu tonggak pemimpin utamanya.

Ibrah dari Kisah ini :

Saad bin abi Waqas, si anak muda, cerdas dan pemberani, memiliki karakter “kepeloporan” yang tegas dan tidak basa-basi. Karakter Saad bin abi Waqas, mirip seperti Umar ibnul Khattab. Pandangan hidupnya lurus, visioner. Baginya hidup ini harus diisi dengan kerja keras, ikhlash beramal, tidak riya’. Di kemudian hari nantinya dialah yang yang membawa Islam ke negeri China.

Masyarakat Guangzhou sangat mencintainya, bahkan Saad bin abi waqas dikenal pembawa “Yi si lan Jiao” bagi masyarakat Guangzhou, China.
Saad bin abi Waqas, berasal dari keluarga bangsawan dan kaya raya, tetapi sangat dermawan.

Bahkan dia telah memanfaatkan kekayaannya itu untuk perjuangan Izzul islam wal muslimin. Mari kader 1912 kita teladani beliau.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here