Ibrah Kehidupan #46: Zaid Bin Tsabit, Juru Tulis Nabi (-2)

0
352
Foto Ilustrasi Zaid Bin Tsabit diambil dari kelaspena.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Jayadi*

Zaid bin Tsabit, selain sebagai juru tulis Nabi saw, beliau juga juru terjemah. Kecerdasan Zaid bin Tsabit dalam usia muda telah mampu menguasai bahasa ibrani, bahasa suryani, dll.
Ketika Rasulullah saw mulai menyampaikan risalah Islam keluar Madinah, melakukan surat-menyurat kepada para raja dan kaisar, Nabi saw memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa-bahasa mereka. Zaid pun berhasil menguasai bahasa-bahasa tersebut dalam waktu yang relativ singkat.
Zaid bin Tsabit mengatakan, “Aku dipertemukan dengan Nabi saw saat beliau telah tiba di kota Madinah. Ada seseorang yang mengatakan, ‘Dia ini (Zaid bin Tsabit) adalah seorang anak dari Bani Najjar. Ia telah menghafal 17 surat (di riwayat yang lain disebutkan 16 surat)’.

Aku pun kemudian membacakannya di hadapan beliau. Beliau sangat terkesan. Lalu beliau berkata, ‘Pelajarilah bahasa Yahudi (bahasa Ibrani). Sesungguhnya aku tidak bisa membuat mereka beriman dengan kitabku (yakni al-Qur’an yang berbahasa arab) ini’.

Aku pun melakukan apa yang beliau minta. Dalam beberapa waktu tidak lebih dari setengah bulan, aku pun sudah bisa menguasai bahasa ibrani. Kemudian aku menuliskan surat Nabi saw kepada mereka (para penguasa negeri). Apabila mereka (para penguasa negeri) yang mengirimkan surat kepada beliau, maka akulah yang menerjemahkan.”

Diriwayatkan dari Tsabit bin Ubaid dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, Rasulullah saw berkata kepadaku, “Apakah engkau bisa Bahasa Suryaniyah?” “Tidak,” jawabku. “Pelajarilah. Sungguh nanti akan datang surat-surat kepada kita”, pinta Rasulullah saw. Aku pun mempelajarinya dalam rentang waktu 17 hari bahasa Suryani sudah bisa aku kuasai.

Rasulullah saw bersabda :
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الْأُمُوْرِ وَأَشْرَافِهَا وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا
“Sesungguhnya Allah mencintai perkara yang terbaik dan membenci sesuatu yang asal-asalan.” (HR. ath-Thabrani).

Sungguh besar pengaruh pendidikan Rasulullah saw terhadap para sahabat. Selain faktor kecerdasan, tentu tekad dan kesungguhan juga berpengaruh besar. Sehingga Zaid bin Tsabit begitu cepatnya menguasai bahasa-bahasa asing tersebut.
Al-A’masy mengatakan, Pernah datang surat-surat kepada Zaid bin Tsabit. Tapi ia tidak tertarik membacanya, kecuali yang ia percaya saja (ia sangat selektif). Dari sinilah ia dikenal dengan panggilan “Penerjemahnya Rasul”.

Sejak dimulainya dakwah Islam selama lebih kurang 20 tahun sejak wahyu pertama turun, terdapat sekelompok sahabat yang mampu menghafal dengan kemampuan biasa. Ada yang mampu menghafal semua yang tertulis. Ada pula yang menghafal semua ayat yang tersusun. Di antara mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Ubay bin Ka’ab, Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas, dan Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhum ajma’in.
Setelah Alquran diturunkan secara sempurna, Rasulullah saw membacakannya kepada para sahabat dengan berurutan sebagaimana susunan surat dan ayat yang kita ketahui sekarang.
Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu pernah menyetorkan hafalannya kepada Rasulullah saw pada tahun wafat beliau.

Di tahun itu, Zaid bin Tsabit menyetorkan hafalannya sebanyak dua kali. Dan qiro-at tersebut dinamakan qiro-at Zaid bin Tsabit. Karena dia pula yang menulis dan mengajukannya kepada Nabi agar dikoreksi. Dan teks tersebut beliau bacakan kepada orang-orang (para sahabat) hingga beliau wafat.

Ibrah dari Kisah ini:

Sungguh anak muda ini merupakan “sedikit” di antara pemuda seusianya yang benar-benar cerdas, pemberani, dan memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. Dia-lah Zaid bin Tsabit.

Penguasaan bahasa asing adalah salah satu bentuk kejeniusannya. Bahasa adalah logica, yang berarti Zaid bin Tsabit adalah type manusia yang memenuhi syarat disebut “si otak cerdas”.

Anak muda kader 1912, seyogyanya harus tersinggung jika tidak bisa meneladani kiprah Zaid bin Tsabit yang telah mencurahkan kemampuan dan kecerdasan otaknya untuk kepentingan dakwah islam amar makruf nahi munkar.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here