Ikatan Dokter Indonesia Sarankan Batalkan Izin Gelar Shalat Idul Fitri 1441 H di Masjid Al Akbar

2
14786
Foto ilustrasi diambil dari akurat.co

KLIKMU.CO- Diambil dari laman berita CNN Indonesia ( 17/5). Bahwa Wakil Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Pukovisa Prawiroharjo menyarankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membatalkan izin untuk menggelar Salat Idufitri 1441 Hijriah berjamaah di masjid saat pandemi virus corona (Covid-19).

“Ya sarannya itu [tak menggelar salat Idulfitri]. Jika basisnya asumsi sebaiknya jangan digelar,” kata Pukovisa

Pukovisa meminta agar Pemprov Jatim tak buru-buru mengambil keputusan yang berpotensi terjadi pengumpulan massa dalam jumlah besar saat pandemi corona.

Menurutnya, Pemprov Jatim maupun pemerintah daerah lainnya harus melakukan simulasi dalam relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia tak ingin pemerintah mengorbankan kepentingan yang lebih besar dalam memutuskan rantai penularan virus corona.

“Karena [pelaksanaan salat Id berjamaah] rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama,” ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Jatim seharusnya menggunakan data, simulasi dan uji coba sebagai dasar dalam mengizinkan salat berjamaah, termasuk salat Id di masjid. Ia mengatakan jangan buat kebijakan berdasarkan sentimen atau asumsi belaka.

“Ini agenda kemanusiaan yang nilainya juga diyakini tinggi dalam kajian agama dan budaya. Bukan agenda kedokteran dan kesehatan masyarakat saja, tapi agenda kemanusiaan,” kata dia.

Sebelumnya, Pemprov Jatim mengeluarkan surat yang memperbolehkan pelaksanaan peribadahan salat berjemaah di bulan Ramadan dan Salat Idulfitri 1441 Hijriah di masjid. Salah satunya untuk masjid terbesar di Surabaya, yakni Masjid Al Akbar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan alasan pihaknya mengizinkan Masjid Al Akbar menggelar salat berjemaah, termasuk salat Idulfitri 1441 Hijriah.

Khofifah mengaku berpegang pada aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dibuatnya. Dalam aturan itu tak ada pelarangan ibadah di masjid saat pandemi virus corona, melainkan hanya pembatasan.

Masjid Al Akbar Surabaya memiliki daya tampung 59 ribu orang. Luas bangunan dan fasilitas penunjang mencapai 22.300 meter persegi. Masjid ini berlokasi di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya.

Dalam peta sebaran yang dirilis Pemerintah Kota Surabaya, di Kelurahan Pagesangan saat ini tercatat 8 kasus positif virus corona. Sementara di seluruh kelurahan di Kecamatan Jambangan saat ini tercatat sebanyak 28 kasus positif virus corona.

Kecamatan Jambangan sendiri masuk dalam wilayah Surabaya Selatan. Di wilayah tersebut saat ini terdapat 228 pasien terkonfirmasi Covid-19. Surabaya Selatan juga tercatat sebagai wilayah kedua di Surabaya, yang memiliki kasus corona terbanyak, di bawah Surabaya Timur dengan total 350 pasien Covid-19.

Kota Surabaya menjadi daerah yang memiliki kasus positif virus corona tertinggi di Jatim, dengan 1.035 kasus per Sabtu (16/5). Total keseluruhan pasien positif corona di Jatim yang sudah menyentuh angka 2.088.

Sementara itu Ketua Muhammadiyah Covid-19 Comand Centre Surabaya H.M Arif An, kepada Kontributor KLIKMU.CO menambahkan

“Semua pihak seharusnya menahan diri dimasa pandemi yang belum terkendali saat ini, seharusnya kita harus menjadi pemimpin yang adil dan tegas, karena persebaran covid di Surabaya terus merangkak naik, perhari ini ( 17/5) sudah tembus 1035, jika PSBB diberlakukan, ya yang konsekuen dong, jangan ada relaksasi tempat ibadah terlebih dahulu kecuali kurvanya benar-benar terjadi penurunan drastis, jika ada apa apa, siapa yang bertanggungjawab? siapa yang rugi? umat itu nurut umarah dan ulama, jadi mari kita saling menahan diri”, pungkasnya kesal

IDI Saran Pemprov Jatim Batalkan Salat Id saat Pandemi Corona
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200517094919-20-504145/idi-saran-pemprov-jatim-batalkan-salat-id-saat-pandemi-corona

2 KOMENTAR

  1. Kalau sarannya tulus gapapa. Tapi untuk menjebak agar pemerintah jadi sasaran umpatan itu jahat. Sekarang banyak orang jahat berkedok agama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here