Ikhtiar PCIM Malaysia Baksos Covid-19: Semua Komponen Bergerak

1
119
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar baksos Covid-19. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Seperti diketahui bersama, pemerintah Malaysia menerapkan perintah kawalan pergerakan (PKP) sejak 18 Maret hingga 14 April 2020 yang praktis telah menghentikan segala aktivitas sosial, keagamaan, perniagaan, dan lainnya, baik di sektor pemerintah maupun swasta, baik bagi kelompok maupun individu. Hanya sebagian kecil aktivitas penting yang masih dibolehkan.

Ketua
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia Dr Sonny Zulhuda menyatakan,
meski banyak keterbatasan dan kekangan, mereka yang masih sehat harus bersyukur karena masih bisa berkomunikasi dengan keluarga dan sahabat meski dari jarak jauh.

Namun tak dapat disangkal, dengan memanjangnya masa pembatasan akibat krisis Covid-19 ini, berkepanjangan pulalah kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia, baik untuk menyambung aktivitas maupun sekadar bertahan hidup.

“Ini mungkin dikarenakan proyek yang terhenti, kerja yang diliburkan, pergerakan yang dibatasi, ataupun gaji yang tertunda,” katanya.

Oleh karena itu, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia memandang perlu menggiatkan lagi usaha dan upaya untuk membantu sesama melalui program Bakti Sosial (Baksos) Covid-19, yang terfokus pada pembukaan hotline pengaduan serta pengadaan bahan pangan pokok bagi yang terdampak.

“Alhamdulillah, inisiatif PCIM Malaysia dalam menggalang dan menyalurkan donasi untuk warga yang memerlukan telah dan masih berjalan dengan baik sejak hari-hari pertama PKP,” jelasnya.

Sonny menuturkan, PCIM Malaysia menerima dukungan banyak komunitas Indonesia di Malaysia, mulai dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur hingga berbagai komunitas WNI lintas kelompok. “Mudah-mudahan inisiatif PCIM ini menjadi amal jariyah dan sunnah hasanah,” ujarnya.

Donasi yang diterima dari berbagai komponen masyarakat Indonesia dan Malaysia memberikan semangat dan dorongan untuk rekan-rekan yang berjibaku di lapangan, yang dimotori oleh Majelis Pelayanan Sosial dan Kesejahteraan Umat (MPSKU) PCIM Malaysia.

Semua komponen telah pun bergerak. Antara lain, Lazismu Malaysia ikut menggalang donasi dari para donatur. Lalu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah (PRIM/PRIA) dan IMM Malaysia telah membantu identifikasi target penerima paket sembako. Ibu-ibu Aisyiyah (PCIA) Malaysia juga membuat dan menyediakan lebih dari 300 masker untuk dibagikan.

“MDMC Malaysia juga menyuplai alat pelindung diri (APD) untuk para petugas, termasuk masker profesional, sarung tangan, dan juga pakaian plastik,” katanya.

Dalam fase minggu pertama per Jumat (27 Maret 2020), 158 paket sembako dan 150 masker telah disalurkan ke penerima di Kuala Lumpur dan Selangor. Sebagian mereka adalah mahasiswa Indonesia di beberapa perguruan tinggi dan sebagian besar lainnya adalah pekerja migran Indonesia (PMI) terdampak. Gerakan ini Insya Allah akan terus berjalan sesuai kondisi di lapangan.

Sebagai kelanjutannya, ada beberapa hal yang ditekankan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, yaitu sebagai berikut.

1. Penyaluran bantuan sosial ini tetap memperhatikan asas efisiensi, kesehatan, dan keselamatan di lapangan. Panduan ketat terkait pemakaian masker, sarung tangan, baju pelindung ditekankan, serta tetap menjaga jarak di setiap kesempatan.

2. PCIM Malaysia senantiasa berkoordinasi dengan pihak kantor perwakilan RI, khususnya Korfung Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI di Kuala Lumpur dalam menyalurkan bantuan sosial ini. Surat pengantar yang dikeluarkan oleh KBRI sangat memudahkan pergerakan personel kami di lapangan. Atas segala dukungan dan sinergi ini, PCIM Malaysia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya.

3. PCIM Malaysia mengimbau warganya dan seluruh WNI di Malaysia agar tetap optimistis menjalani masa-masa sulit ini. Semua perlu patuh pada arahan, perintah, dan nasihat pihak berwenang di Malaysia selama masa pembatasan ini sambil tetap tinggal di rumah masing-masing dan menjaga kesehatan diri.

4. Selain itu, PCIM Malaysia mengimbau agar semua WNI berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial serta menerapkan fikih informasi sebagaimana yang digariskan oleh PP Muhammadiyah. Warga yang berkemajuan tidak mudah termakan berita tidak benar, dan juga tidak terlibat menyiarkan hoaks atau disinformasi di media sosial.

5. Mari kita bermunajat dan memohon doa kepada Allah agar kita semua terhindar dari segala penyakit dan mara bahaya. (Achmad San)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here